Alibaba Bawa AI dan Cloud Canggih ke Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026

09.02.2026
Alibaba Bawa AI dan Cloud Canggih ke Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026
Alibaba Bawa AI dan Cloud Canggih ke Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026

Alibaba Cloud kembali dipercaya mendukung teknologi Olimpiade. Pada ajang Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, Alibaba Cloud menghadirkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan generasi terbaru untuk meningkatkan kualitas penyiaran global.

Alibaba Cloud bekerja sama dengan Olympic Broadcasting Services (OBS) dan International Olympic Committee (IOC) untuk menerapkan sistem penyiaran berbasis cloud dan AI. Kolaborasi ini melanjutkan penerapan teknologi serupa di Tokyo 2020, Beijing 2022, dan Paris 2024.

Teknologi tersebut akan diterapkan pada 17 cabang olahraga, termasuk hoki es, seluncur indah, ski gaya bebas, dan lompat ski. Selain efek Bullet Time yang pertama kali diperkenalkan di Olimpiade Beijing 2022, sistem ini kini dilengkapi fitur baru bernama Spacetime Slices, yang menampilkan beberapa fase gerakan atlet dalam satu gambar komposit.

Olimpiade Milano Cortina 2026 juga menjadi tonggak penting dengan penggunaan large language model (LLM) pertama dalam sejarah Olimpiade. Model AI Qwen dari Alibaba digunakan untuk mendukung sistem Automatic Media Description (AMD) milik OBS.

Melalui sistem ini, AI dapat secara otomatis mengenali atlet, momen penting pertandingan, hingga menghasilkan deskripsi dan penandaan konten video dalam hitungan detik. Proses yang sebelumnya memakan waktu lama kini bisa dilakukan nyaris instan.

Pencarian konten pun menjadi lebih mudah. Tim penyiar cukup menggunakan perintah bahasa alami seperti “penampilan peraih emas seluncur indah”, dan sistem akan langsung menampilkan konten relevan.

Penyiaran berbasis cloud kini bukan lagi opsi tambahan. Di Olimpiade Milano Cortina 2026, OBS Live Cloud akan menjadi tulang punggung distribusi siaran untuk 39 broadcaster global.

Platform ini akan menyalurkan 428 konten video live, termasuk 26 tayangan ultra-high definition dan 72 kanal audio. Dengan menggantikan transmisi satelit tradisional, solusi cloud memungkinkan biaya lebih efisien, persiapan lebih cepat, serta sistem yang lebih fleksibel dan andal.

Untuk pertama kalinya, OBS Olympic Video Player juga akan memanfaatkan infrastruktur Alibaba Cloud, membuka akses siaran berkualitas tinggi bagi broadcaster skala kecil tanpa investasi awal besar.

Alibaba Cloud turut memperkenalkan Olympic AI Assistants, asisten berbasis Qwen yang tersedia di situs resmi IOC. Fitur ini memungkinkan penggemar mengakses informasi pertandingan dan konten Olimpiade melalui antarmuka percakapan multibahasa.

Teknologi serupa juga diterapkan di Olympic Museum Lausanne sebagai panduan audio berbasis AI, serta digunakan secara internal oleh National Olympic Committees (NOC) untuk memudahkan pencarian dokumen dan kebijakan.

Di sisi arsip, Alibaba Cloud menyempurnakan solusi Sports AI yang kini mengelola lebih dari delapan petabyte arsip sejarah Olimpiade. Dengan fitur AI tagging, pencarian video, dan conversational search, arsip Olimpiade berubah menjadi perpustakaan digital yang hidup dan mudah ditelusuri.

Chief Technology and Information Officer IOC, Ilario Corna, menyebut Milano Cortina 2026 sebagai titik balik integrasi AI dalam Gerakan Olimpiade.

“Alibaba Cloud tidak hanya meningkatkan pengalaman penggemar melalui penggunaan pertama LLM di Olimpiade, tetapi juga membangun sistem cerdas yang akan melestarikan momen Olimpiade untuk generasi mendatang,” ujarnya, Jumat (06/02/2026).

Sejak menjadi Worldwide TOP Partner IOC pada 2017, Alibaba Group terus memperkuat perannya dengan menjadikan teknologi cloud dan AI sebagai fondasi utama penyelenggaraan, penyiaran, dan pelestarian ajang olahraga terbesar di dunia.

Scr/Mashable




Don't Miss