Amazon Hentikan Proyek Robot Blue Jay: Strategi Baru di Balik Otomatisasi Gudang

21.02.2026
Amazon Hentikan Proyek Robot Blue Jay: Strategi Baru di Balik Otomatisasi Gudang
Amazon Hentikan Proyek Robot Blue Jay: Strategi Baru di Balik Otomatisasi Gudang

Dunia teknologi logistik dikejutkan dengan keputusan Amazon yang memilih untuk menghentikan proyek robotika gudang terbarunya, Blue Jay.

Meskipun raksasa e-commerce ini telah mengoperasikan lebih dari satu juta robot di seluruh jaringan distribusinya, penghentian Blue Jay membuktikan bahwa tidak semua inovasi robotika berakhir dengan implementasi jangka panjang yang mulus.

Dikutip dari Techcrunch, Jumat (20/2/2026), kabar yang pertama kali mencuat melalui laporan internal ini mengonfirmasi bahwa Blue Jay hanya bertahan beberapa bulan setelah diperkenalkan ke publik.

Keputusan ini diambil meskipun sebelumnya robot tersebut digadang-gadang sebagai salah satu pencapaian tercepat Amazon dalam pengembangan teknologi berkat bantuan kecerdasan buatan (AI) yang mutakhir.

Blue Jay pertama kali muncul di radar industri pada Oktober tahun lalu sebagai robot berlengan banyak yang dirancang khusus untuk menyortir dan memindahkan paket dengan presisi tinggi.

Keunggulan utamanya saat itu adalah efisiensi waktu pengembangannya yang hanya memakan waktu sekitar satu tahun, jauh lebih singkat dibandingkan proyek robotika Amazon lainnya.

Selama masa pengujian di fasilitas pengiriman same-day di South Carolina, Blue Jay diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam mempercepat arus logistik. Namun, Amazon kini mengklarifikasi bahwa Blue Jay sejak awal sebenarnya diposisikan sebagai prototipe eksperimental, sebuah detail yang tidak dijelaskan secara gamblang saat peluncuran perdananya.

Meskipun unit fisik Blue Jay tidak lagi terlihat beroperasi secara mandiri, Amazon menegaskan bahwa proyek ini bukanlah sebuah kegagalan, melainkan langkah transisi. Perusahaan berencana untuk mengambil seluruh teknologi inti dan “otak” AI dari Blue Jay untuk diintegrasikan ke dalam program manipulasi robotika lainnya yang lebih canggih.

Para karyawan yang sebelumnya berfokus pada Blue Jay pun tidak dilepas, melainkan dipindahkan ke proyek-proyek strategis baru. Amazon berdalih bahwa langkah ini justru mempercepat penggunaan teknologi dasar yang dikembangkan Blue Jay untuk mendukung jaringan karyawan di seluruh dunia secara lebih luas dan efisien.

Strategi “eksperimen cepat” ini memang menjadi napas utama Amazon dalam meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi karyawan. Sembari menyetop Blue Jay, Amazon tetap menunjukkan taringnya lewat robot lain bernama Vulcan yang diperkenalkan tahun lalu.

Berbeda dengan pendahulunya, Vulcan memiliki desain dua lengan yang lebih kompleks; satu lengan berfungsi untuk mengatur ulang barang di kompartemen penyimpanan, sementara lengan lainnya dilengkapi alat penghisap dan kamera canggih. Vulcan diklaim memiliki kemampuan sensorik untuk “merasakan” objek yang disentuhnya, hasil dari pelatihan data interaksi dunia nyata yang sangat masif.

Perjalanan panjang Amazon di dunia otomatisasi sendiri telah dimulai sejak akuisisi Kiva Systems pada tahun 2012, yang menjadi fondasi utama sistem gudang pintar mereka hingga saat ini.

Keberanian Amazon untuk menghentikan satu proyek demi memperkuat proyek lainnya menunjukkan fleksibilitas perusahaan dalam mengelola teknologi AI yang berkembang sangat cepat.

Dengan angka populasi robot yang telah menembus satu juta unit pada Juli lalu, Amazon terus membuktikan bahwa setiap prototipe, baik yang lanjut diproduksi maupun yang dihentikan seperti Blue Jay, merupakan potongan puzzle penting dalam ambisi mereka menguasai ekosistem logistik masa depan yang sepenuhnya terotomatisasi.

Scr/Mashable




Don't Miss