Apple Cetak Sejarah Baru, Penjualan iPhone Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

02.02.2026
Apple Cetak Sejarah Baru, Penjualan iPhone Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Apple Cetak Sejarah Baru, Penjualan iPhone Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Apple kembali membuktikan bahwa iPhone masih menjadi mesin uang paling kuat di industri teknologi global.

Di tengah isu keterlambatan fitur kecerdasan buatan dan persaingan smartphone yang semakin ketat, Apple justru mencatatkan kuartal iPhone terbaik sepanjang sejarah perusahaan.

Laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2026 menunjukkan satu hal yang sulit dibantah: permintaan iPhone sedang berada di level yang “gila-gilaan”.

Dalam laporan resminya, Apple mengumumkan pendapatan iPhone mencapai lebih dari USD 85,3 miliar, angka tertinggi yang pernah dicapai dalam satu kuartal.

Secara keseluruhan, pendapatan perusahaan melonjak hingga USD 143,8 miliar, naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sekaligus menegaskan bahwa iPhone tetap menjadi tulang punggung utama bisnis Apple.

CEO Apple, Tim Cook, menyebut lonjakan ini sebagai hasil dari antusiasme pasar yang luar biasa terhadap lini iPhone terbaru.

“Layanan Apple juga berhasil meraih rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa, naik 14 persen dibandingkan tahun lalu. Kami juga dengan antusias mengumumkan bahwa basis perangkat terpasang Apple kini telah melampaui 2,5 miliar perangkat aktif, yang menjadi bukti tingkat kepuasan pelanggan yang luar biasa terhadap produk dan layanan terbaik di dunia.”

Menurutnya, permintaan iPhone tumbuh 23 persen secara tahunan, sebuah pencapaian yang jarang terjadi di pasar smartphone yang sudah matang. Cook bahkan menyebut jajaran iPhone saat ini sebagai yang “paling kuat dan paling diminati” sepanjang sejarah Apple.

Salah satu faktor kunci di balik lonjakan penjualan ini adalah strategi Apple yang mulai “meratakan” fitur. Model iPhone 17 versi standar kini dibekali sejumlah fitur yang sebelumnya hanya tersedia di varian Pro, seperti always-on display dan layar dengan refresh rate lebih tinggi.

Langkah ini membuat iPhone versi non-Pro terasa jauh lebih menarik bagi konsumen yang ingin pengalaman premium tanpa harus membayar harga tertinggi.

Menariknya, pencapaian ini terjadi meskipun Apple masih menghadapi tantangan di sisi AI. Fitur Siri berbasis kecerdasan buatan yang dijanjikan belum sepenuhnya hadir, dan sempat memicu kekhawatiran investor.

Namun, kenyataannya, absennya AI generatif canggih di tahap awal tidak terlalu memengaruhi minat pasar terhadap iPhone terbaru.

Rumor mengenai performa penjualan iPhone Air yang disebut kurang memuaskan juga tidak terlihat berdampak signifikan. Permintaan tinggi terhadap iPhone 17 justru membuat Apple menghadapi kendala pasokan.

Tim Cook mengungkapkan bahwa perusahaan saat ini mengalami keterbatasan suplai, terutama terkait ketersediaan teknologi proses chip paling canggih yang digunakan di iPhone.

Di luar iPhone, lini layanan Apple seperti Apple Music, iCloud, dan Apple TV+ juga mencatat pertumbuhan solid dengan kenaikan pendapatan 14 persen secara tahunan.

Sebaliknya, pendapatan dari Mac dan perangkat wearable dilaporkan mengalami penurunan, meski tidak cukup besar untuk mengganggu performa keseluruhan perusahaan.

Ke depan, Apple berjanji akan mulai menghadirkan fitur personalisasi berbasis AI ke Siri dalam beberapa bulan mendatang. Jika integrasi AI ini berjalan mulus, bukan tidak mungkin Apple akan kembali mencetak rekor baru, sekaligus menjawab kritik bahwa perusahaan tertinggal dalam perlombaan kecerdasan buatan.

Scr/Mashable




Don't Miss