Apple Inc. kembali membuat keputusan besar dengan menghentikan lini Mac Pro. Setelah lebih dari dua dekade menjadi simbol workstation premium, perangkat ini kini resmi tidak lagi tersedia di situs resmi Apple, menandai berakhirnya salah satu produk paling ikonik di industri komputer.
Langkah ini memperkuat sinyal bahwa Apple sepenuhnya beralih ke strategi baru berbasis chip Apple Silicon, sekaligus mengubah arah pasar komputer profesional.
Mac Pro pertama kali hadir sebagai penerus Power Mac G5 pada 2006 dan langsung dikenal sebagai workstation kelas atas dengan performa ekstrem serta fleksibilitas upgrade hardware. Desain “cheese grater” yang ikonik bahkan menjadi ciri khasnya selama bertahun-tahun.
Namun, sejak Apple meninggalkan prosesor Intel dan beralih ke chip seri M, posisi Mac Pro mulai kehilangan relevansi. Versi terakhirnya yang menggunakan chip M2 Ultra dirilis pada 2023, tetapi tidak mampu menarik minat pasar secara signifikan.
Salah satu alasan utamanya adalah keterbatasan upgrade, terutama absennya dukungan GPU tambahan. Padahal, fleksibilitas inilah yang selama ini menjadi daya tarik utama Mac Pro bagi kalangan profesional seperti editor video, animator, dan developer.
Selain itu, harga tinggi juga menjadi faktor penghambat. Banyak pengguna akhirnya beralih ke solusi yang lebih efisien dari sisi harga dan performa.
Mac Studio Jadi Penerus Tak Resmi
Seiring dihentikannya Mac Pro, posisi workstation Apple kini praktis diambil alih oleh Mac Studio. Perangkat ini menawarkan performa tinggi dengan chip seperti M3 Ultra dan M4 Max, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding Mac Pro.
Mac Studio juga dianggap lebih relevan dengan kebutuhan pengguna modern yang tidak lagi mengandalkan upgrade hardware internal, melainkan mengutamakan efisiensi, performa instan, dan ekosistem yang terintegrasi.
Keputusan Apple ini mencerminkan perubahan besar dalam industri komputer, di mana modularitas mulai ditinggalkan dan digantikan oleh desain sistem terintegrasi berbasis chip.
Meski begitu, keputusan ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah profesional sebelumnya mengharapkan Apple tetap mempertahankan workstation modular, terutama untuk kebutuhan spesifik seperti produksi film atau komputasi berat.
Namun realitanya, tren industri menunjukkan bahwa solusi all-in-one dengan performa tinggi kini lebih diminati dibanding sistem yang bisa di-upgrade secara manual.
Simbol Perubahan Besar di Industri Komputer
Berakhirnya Mac Pro bukan sekadar penghentian produk, melainkan simbol perubahan besar dalam filosofi desain Apple. Dari perangkat yang bisa dikustomisasi secara ekstrem, kini beralih ke sistem tertutup dengan optimalisasi maksimal.
Langkah ini juga menunjukkan bagaimana Apple semakin percaya diri dengan kekuatan chip buatannya sendiri, yang mampu menggantikan kebutuhan hardware tambahan.
Bagi sebagian pengguna lama, hilangnya Mac Pro mungkin terasa seperti kehilangan identitas. Namun bagi Apple, ini adalah langkah strategis untuk menyederhanakan lini produk sekaligus fokus pada masa depan komputasi yang lebih efisien dan terintegrasi.
Scr/Mashable

















