Apple nampaknya tidak lagi sekadar ingin “ikut-ikutan” tren AI. Berdasarkan laporan terbaru Mark Gurman dari Bloomberg, raksasa Cupertino ini sedang menyiapkan lompatan kuantum untuk Siri melalui pembaruan iOS 27 dan macOS 27. Fokus utamanya adalah mengubah Siri dari asisten suara yang reaktif menjadi pusat komando digital melalui aplikasi mandiri.
Dikutip dari Engadget, Rabu (25/3/2026), langkah ini menandai pergeseran paradigma; Siri bukan lagi sekadar fitur latar belakang, melainkan platform interaksi utama yang memiliki “wajah” dan ruang sendiri bagi pengguna untuk mengelola tugas kompleks secara visual.
Fitur “Tanya Siri”: Jembatan Komunikasi Bahasa Alami
Inovasi paling radikal yang dibocorkan adalah fitur “Tanya Siri” (Ask Siri). Fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman selayaknya berinteraksi dengan ChatGPT atau Claude, namun dengan keunggulan ekosistem Apple yang tertutup.
- Interaksi Multimodal: Pengguna kini bebas beralih antara input teks dan suara tanpa hambatan.
- Bahasa Alami (NLP): Siri tidak lagi terpaku pada perintah kaku. Anda bisa memberikan instruksi ambigu seperti “Cari tiket pesawat yang dikirim istriku minggu lalu dan masukkan ke kalender,” dan Siri akan memahami konteksnya.
Privasi Bertemu Kecerdasan: Integrasi Data Personal yang Dalam
Salah satu detail teknis paling menarik adalah kemampuan Siri untuk memproses data dari Pesan (iMessage), Email, dan Catatan (Notes). Berbeda dengan chatbot umum yang hanya mengambil data dari internet, Siri versi 2026 akan memiliki “ingatan” terhadap aktivitas digital Anda.
- Pemahaman Konteks: Siri dapat merujuk pada percakapan lama untuk menjawab pertanyaan saat ini.
- Eksekusi Antar-Aplikasi: Siri dikabarkan mampu menjalankan tugas di dalam aplikasi (in-app actions), seperti mengedit foto di Photos lalu mengirimkannya via WhatsApp hanya dengan satu perintah.
- Web & News Integration: Untuk informasi yang bersifat umum, Siri akan melakukan pencarian web secara real-time dan merangkum berita terbaru secara akurat.
Aliansi Strategis: Kekuatan Google Gemini di Jantung Apple
Konfirmasi bahwa Google Gemini akan mendukung sebagian besar beban kerja AI pada Siri baru merupakan langkah pragmatis sekaligus ambisius dari Apple.
Sementara Apple fokus pada pemrosesan data di perangkat (on-device processing) demi menjaga privasi, model bahasa besar (LLM) dari Google Gemini akan menangani permintaan berbasis awan yang membutuhkan penalaran tingkat tinggi.
Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan Siri tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki basis pengetahuan seluas internet.
Menanti Debut di WWDC 2026
Meskipun proses pengembangannya sempat diwarnai penundaan selama beberapa bulan terakhir, Apple diprediksi akan memamerkan semua kartu as-nya pada WWDC 2026 (8-12 Juni).
Tanggal 8 Juni akan menjadi momen penentuan bagi Apple Intelligence. Tantangan terbesarnya bukan lagi soal kecanggihan teknologi, melainkan bagaimana Apple meyakinkan pengguna bahwa integrasi data pribadi yang mendalam ini tetap aman di bawah standar privasi mereka yang ketat.
Scr/Mashable


















