Banyak pengguna Android maupun iPhone masih mengira Google Photos berfungsi seperti “brankas digital” yang terpisah sepenuhnya dari penyimpanan internal ponsel.
Selama foto sudah muncul di cloud, dianggap aman selamanya. Padahal, cara kerja Google Photos tidak sesederhana itu. Jika tidak memahami sistem sinkronisasi yang digunakan, pengguna bisa mengalami risiko foto terhapus permanen, baik dari perangkat maupun dari cloud.
Kesalahpahaman ini sering terjadi saat pengguna mencoba mengosongkan ruang penyimpanan. Mereka menghapus foto di galeri ponsel dengan asumsi bahwa file tersebut tetap aman di Google Photos.
Namun, dalam kondisi sinkronisasi aktif, tindakan tersebut justru dapat menghapus foto dari kedua tempat sekaligus.
Cara Kerja Sinkronisasi Google Photos yang Perlu Dipahami
Google Photos menggunakan sistem sinkronisasi dua arah. Artinya, saat fitur Backup & Sync aktif, foto dan video di galeri perangkat akan terhubung langsung dengan akun Google Anda di cloud.
Setiap perubahan yang dilakukan, baik menghapus, memindahkan, atau mengedit akan terhubung di kedua sisi.
Misalnya, jika Anda menghapus foto melalui aplikasi Google Photos, file tersebut akan masuk ke folder Sampah dan otomatis terhapus dari galeri perangkat.
Sebaliknya, jika Anda menghapus foto dari galeri ponsel saat sinkronisasi aktif, Google Photos juga akan memperbarui status file tersebut di cloud.
Inilah yang sering memicu kepanikan pengguna. Mereka merasa sudah melakukan backup foto ke Google Photos, tetapi ketika membersihkan galeri, file justru ikut hilang dari penyimpanan cloud.
Perlu diketahui, foto yang dihapus akan tersimpan di folder Sampah selama 30 hari sebelum benar-benar dihapus permanen. Jika tidak dipulihkan dalam periode tersebut, data akan hilang selamanya dan sulit untuk dikembalikan.
Kesalahan Umum yang Bikin Foto Hilang Permanen
Salah satu kesalahan paling sering terjadi adalah menggunakan opsi “Hapus dari perangkat” tanpa memahami dampaknya.
Jika pengguna menghapus foto langsung dari galeri sistem, bukan dari menu khusus Google Photos seperti “Free up space”, maka sistem akan menganggap file tersebut memang ingin dihapus sepenuhnya.
Fitur “Kosongkan Ruang” (Free up space) di Google Photos sebenarnya dirancang untuk menghindari masalah ini. Opsi tersebut hanya menghapus file yang sudah dipastikan aman tersimpan di cloud, tanpa menghilangkan cadangan online-nya.
Namun, jika pengguna menghapus secara manual dari galeri biasa, risiko foto terhapus permanen menjadi lebih besar.
Selain itu, pengguna yang login di beberapa perangkat juga perlu berhati-hati. Menghapus foto dari satu perangkat dengan akun Google yang sama akan berdampak pada perangkat lainnya karena semuanya tersinkronisasi.
Cara Aman Mengelola Penyimpanan Google Photos
Agar tidak mengalami kehilangan foto penting, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, seperti:
- Pastikan Anda memahami apakah fitur Backup & Sync aktif atau tidak.
- Gunakan menu resmi di aplikasi Google Photos untuk mengelola ruang penyimpanan, bukan menghapus langsung dari galeri perangkat.
- Rutin cek folder Sampah jika tanpa sengaja menghapus file. Selama belum melewati 30 hari, foto masih bisa dipulihkan dengan mudah.
- Pertimbangkan untuk membuat salinan tambahan di penyimpanan eksternal atau hard drive jika file tersebut sangat penting.
Dengan memahami mekanisme sinkronisasi cloud dan cara kerja Google Photos secara menyeluruh, Anda bisa menghindari risiko foto terhapus permanen dan tetap menjaga keamanan penyimpanan digital Anda.
Scr/Mashable

















