Teka-teki mengenai kehadiran ponsel lipat pertama besutan Apple, yang sering dijuluki iPhone Fold, kian menunjukkan titik terang.
Laporan terbaru dari rantai pasok di Tiongkok yang dilansir dari GSM Arena, Senin (6/4/2026), menyebutkan bahwa Apple tengah mengembangkan inovasi engsel menggunakan teknologi pencetakan 3D (3D printing).
Langkah ambisius ini diambil untuk menjawab tantangan terbesar di industri ponsel lipat saat ini: meminimalkan atau bahkan menghilangkan bekas lipatan (crease) pada layar yang seringkali mengganggu estetika dan pengalaman pengguna.
Penggunaan cetak 3D pada engsel ini diprediksi akan dikombinasikan dengan material premium lainnya, seperti logam cair (liquid metal) dan lapisan kaca ganda khusus. Sinergi material ini bertujuan untuk menciptakan struktur yang tidak hanya fleksibel, tetapi juga sangat kokoh.
Apple tampaknya sangat berhati-hati dalam menjaga standar kualitas mereka, memastikan bahwa ketika iPhone Fold meluncur, layarnya akan terlihat jauh lebih mulus dibandingkan kompetitor di kelasnya.
Belajar dari Inovasi Titanium Flexion Milik Oppo
Strategi Apple menggunakan cetak 3D pada komponen internal sebenarnya bukanlah hal yang benar-benar baru di industri. Oppo Find N6 sebelumnya telah mempelopori pendekatan serupa melalui Titanium Flexion Hinge generasi kedua.
Oppo berhasil mencapai efek “lipatan tanpa rasa” dengan melakukan pengukuran presisi pada tingkat mikroskopis menggunakan laser, yang kemudian disempurnakan dengan penerapan polimer cair 3D untuk meratakan permukaan engsel.
Metode ini memungkinkan engsel menjadi jauh lebih ramping tanpa mengorbankan durabilitas. Apple dikabarkan sangat terobsesi untuk menyamai atau bahkan melampaui standar “mulus” yang telah ditetapkan oleh Oppo.
Dengan riset yang lebih mendalam, Apple diprediksi akan menyempurnakan teknologi ini agar integrasi antara perangkat keras dan layar lipatnya terasa jauh lebih seamless.
Efisiensi Manufaktur dan Jejak Rekam Apple dalam 3D Printing
Bagi Apple, beralih ke komponen cetak 3D adalah langkah logis dan berkelanjutan. Raksasa teknologi ini sudah tidak asing dengan proses manufaktur modern tersebut. Sebelumnya, Apple sukses menerapkan casing titanium cetak 3D pada jajaran Apple Watch dan komponen tertentu pada iPhone Air.
Ada beberapa keunggulan utama dari proses pencetakan 3D dibandingkan manufaktur tempa konvensional:
- Presisi Tinggi: Memungkinkan pembuatan detail rumit pada level mikron yang sulit dicapai dengan metode lama.
- Efisiensi Material: Menggunakan lebih sedikit bahan baku, sehingga lebih ramah lingkungan dan mengurangi limbah produksi.
- Optimasi Ruang: Membantu perangkat menjadi lebih tipis karena komponen bisa dibuat lebih padat dan efisien secara struktural.
Menanti Standar Baru Ponsel Lipat Premium
Meskipun Apple belum memberikan pernyataan resmi mengenai tanggal peluncuran iPhone Fold, berbagai bocoran ini menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terburu-buru merilis produk yang setengah matang.
Fokus utama Apple adalah menyempurnakan mekanisme lipatan agar tidak hanya fungsional, tetapi juga memberikan kesan mewah yang selama ini menjadi identitas brand.
Dengan kombinasi engsel cetak 3D, penggunaan logam cair, dan inspirasi dari teknologi yang sudah terbukti di pasar, iPhone Fold diprediksi akan menjadi standar baru dalam kategori ponsel lipat premium.
Para pecinta gadget kini tinggal menunggu waktu hingga Apple benar-benar siap membuka tabir inovasi yang bakal mengubah cara kita berinteraksi dengan sebuah iPhone.
Scr/Mashable


















