Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan CARRIE, robot otonom pengantar barang yang dirancang untuk beroperasi di lingkungan kompleks, termasuk fasilitas olahraga, pusat logistik event, hingga kawasan industri pendukung olahraga berteknologi tinggi.
CARRIE, singkatan dari Collaborative Autonomous Robot for Rugged Industrial Environment, dikembangkan sebagai solusi atas tantangan pengantaran material yang selama ini masih bergantung pada tenaga manusia.
Ketergantungan tersebut dinilai kurang efisien dan berisiko, terutama di area dengan medan tidak rata, ruang sempit, serta lalu lintas padat—kondisi yang kerap ditemui di gudang peralatan olahraga, venue pertandingan besar, hingga pusat distribusi logistik olahraga.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Roni Permana Saputra, menjelaskan bahwa CARRIE merupakan autonomous mobile robot dengan platform mekanik adaptif yang memungkinkan robot bergerak stabil di berbagai kondisi permukaan. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja.
“Lingkungan kerja industri, termasuk yang mendukung kegiatan olahraga dan event berskala besar, bersifat dinamis dan sulit diprediksi. Ada tanjakan, perbedaan ketinggian, hingga perubahan tata letak yang membuat sistem pengantaran konvensional tidak lagi optimal,” ujar Roni.
Berbeda dengan robot berbasis jalur tetap, CARRIE tidak bergantung pada garis atau lintasan fisik di lantai. Robot ini mengandalkan pemetaan lingkungan dan navigasi otonom, sehingga mampu menyesuaikan rute secara mandiri ketika terjadi perubahan kondisi di lapangan.
Kemampuan ini membuat CARRIE lebih fleksibel untuk diterapkan di gudang perlengkapan olahraga, pusat latihan nasional, hingga arena pertandingan multifungsi.
Dari sisi teknis, CARRIE mengombinasikan desain mekanik adaptif dengan sistem otomasi cerdas. Robot ini menggunakan mekanisme swing arm yang menggabungkan dua platform dengan free rotation joint, memungkinkan setiap bagian menyesuaikan diri dengan kontur permukaan jalan. Desain tersebut menjaga stabilitas robot saat melintasi medan miring, gundukan, maupun permukaan tidak rata sambil membawa muatan.
Sementara itu, kecerdasan navigasi CARRIE didukung sensor LiDAR yang bekerja secara real-time untuk mendeteksi rintangan. Algoritma perencanaan jalur digunakan untuk menentukan rute paling aman dan efisien, sementara sistem kontrol menjaga keseimbangan dan kecepatan robot sesuai kondisi medan.
Dalam penerapannya, CARRIE dirancang sebagai asisten kolaboratif yang dapat bekerja berdampingan dengan manusia maupun terintegrasi dengan sistem otomasi lain, seperti conveyor belt. Hal ini membuka peluang pemanfaatan di sektor manufaktur alat olahraga, pergudangan logistik event, hingga industri penunjang olahraga profesional.
Uji coba di sejumlah fasilitas BRIN menunjukkan CARRIE mampu beroperasi secara stabil di medan menantang. Ke depan, robot ini diproyeksikan menjadi platform autonomous mobile robot yang siap dihilirkan untuk memperkuat kemandirian teknologi robotika nasional, sekaligus mendukung ekosistem olahraga modern yang semakin mengandalkan efisiensi dan otomasi.
Scr/Mashable



















