Bukan CGI Biasa, Begini Teknologi di Balik Layar Film Pelangi di Mars

25.03.2026
Bukan CGI Biasa, Begini Teknologi di Balik Layar Film Pelangi di Mars
Bukan CGI Biasa, Begini Teknologi di Balik Layar Film Pelangi di Mars

Industri perfilman tanah air baru saja mencetak sejarah baru dalam penggunaan teknologi produksi. Melalui film “Pelangi di Mars”, penonton tidak hanya diajak melintasi ruang angkasa ke tahun 2090, tetapi juga menyaksikan standar baru kualitas visual yang digarap menggunakan ekosistem teknologi mutakhir.

Kolaborasi strategis antara ASUS, Mahakarya Pictures, dan DOSS Guava XR Studio menjadi tulang punggung di balik terciptanya visual imersif yang sebelumnya sulit dibayangkan dalam produksi lokal.

Film ini menandai langkah besar bagi sutradara Upie Guava dalam debut film panjangnya. Dikenal lewat sentuhan artistik di berbagai video musik dan dokumenter, Upie kini membawa ambisi besar: menceritakan kisah manusia pertama yang lahir dan tumbuh besar di Planet Mars.

Narasi futuristik ini menuntut visualisasi lingkungan yang sangat detail, presisi, dan meyakinkan, yang hanya bisa dicapai melalui integrasi teknologi komputasi tingkat tinggi.

Rahasia di Balik Visual Futuristik: Extended Reality (XR)

Daya tarik utama “Pelangi di Mars” terletak pada penggunaan metode produksi hybrid dengan teknologi Extended Reality (XR). Berbeda dengan syuting konvensional, kru film menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual 3D secara real-time.

Di sinilah peran DOSS Guava XR Studio menjadi krusial, di mana dunia digital Planet Mars yang gersang namun memukau diproyeksikan langsung selama proses syuting berlangsung.

Proses yang kompleks ini membutuhkan “mesin” yang tangguh. Oleh karena itu, ASUS ProArt hadir sebagai solusi komputasi profesional. Mulai dari pembuatan aset visual yang berat, proses rendering lingkungan 3D yang intens, hingga tahap color grading yang sangat sensitif, seluruhnya mengandalkan lini ProArt.

Dengan akurasi warna yang tinggi dan performa PC yang stabil, visi kreatif sutradara dapat diterjemahkan ke layar lebar tanpa ada detail visual yang terkompromi.

Perayaan 5 Tahun Perjalanan Kreatif

Puncak dari perjalanan produksi yang memakan waktu lebih dari lima tahun ini dirayakan dalam acara Gala Premiere yang megah di Epicentrum XXI, Jakarta.

Momen ini bukan sekadar pemutaran perdana, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara seni dan teknologi dapat menghasilkan karya yang kompetitif secara internasional.

Kehadiran para undangan yang terkesima dengan atmosfer futuristik film ini membuktikan bahwa teknologi XR memberikan dampak emosional yang lebih dalam bagi penonton.

Film ini juga diperkuat oleh jajaran talenta berbakat seperti Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, Myesha Lin, dan Livy Renata.

Kehadiran karakter robot yang dihidupkan oleh pengisi suara ternama seperti Bimo Kusumo, Kristo Immanuel, Gilang Dirga, dan Vanya Rivani menambah dinamika cerita yang hangat namun penuh petualangan.

Jangan Lewatkan Petualangan Lintas Planet! “Pelangi di Mars” bukan sekadar tontonan fiksi ilmiah, melainkan refleksi imajinasi dan inspirasi bagi keluarga Indonesia.

Bersiaplah untuk merasakan pengalaman visual yang melampaui batas yang sudah tayang sejak 18 Maret 2026 di seluruh bioskop Indonesia.

Scr/Mashable




Don't Miss