Bukan di Darat, Bukan di Laut! China Ciptakan Pembangkit Listrik yang Terbang di Langit

02.02.2026
Bukan di Darat, Bukan di Laut! China Ciptakan Pembangkit Listrik yang Terbang di Langit
S2000 SAWES / Foto: Tangkapan layar Euronews.

China kembali mencuri perhatian dunia lewat terobosan teknologi energi terbarukan yang terdengar seperti fiksi ilmiah.

Negeri Tirai Bambu tersebut berhasil menguji sistem pembangkit listrik tenaga angin yang tidak berdiri di darat atau di laut, melainkan melayang di udara pada ketinggian 2.000 meter.

Teknologi ini membuka peluang baru bagi pemanfaatan energi angin, terutama di wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan.

Sistem yang diberi nama S2000 Stratosphere Airborne Wind Energy System (SAWES) ini diklaim sebagai pembangkit listrik tenaga angin udara berkapasitas megawatt pertama di dunia yang berhasil terhubung langsung ke jaringan listrik.

Uji coba dilakukan di Provinsi Sichuan, China barat daya, dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi bersih berbasis angin berteknologi tinggi.

S2000 SAWES / Foto: Tangkapan layar Euronews.

Cara Kerja Turbin Angin Terbang S2000 SAWES

Dilansir dari euronews (29/01/26), berbeda dengan turbin angin konvensional yang dipasang di menara tinggi, sistem S2000 bekerja layaknya sebuah “pembangkit listrik terapung di langit”.

Struktur mirip pesawat ini memadukan platform balon udara (airship) dengan bilah turbin angin, sehingga mampu menangkap angin yang lebih kuat dan stabil di lapisan atmosfer atas.

Menurut tim pengembang, prinsip kerjanya sebenarnya tidak jauh berbeda dari turbin angin biasa. Angin yang berhembus memutar baling-baling untuk menghasilkan listrik.

Perbedaannya terletak pada lokasi pembangkitan energi yang terjadi di udara, bukan di permukaan tanah. Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke darat melalui kabel khusus bertegangan menengah arus searah (DC).

Dalam uji terbangnya, S2000 melayang selama sekitar 30 menit dan berhasil menghasilkan 385 kilowatt-jam listrik, sebuah capaian yang dianggap signifikan untuk teknologi yang masih berada pada tahap pengujian.

Terobosan Teknologi di Balik Pembangkit Listrik Udara

S2000 SAWES memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang sekitar 60 meter serta lebar dan tinggi masing-masing 40 meter.

Tantangan utama dalam pengembangannya adalah menciptakan struktur yang ringan namun tetap kuat, sekaligus memastikan efisiensi transmisi listrik dari udara ke darat.

Pengembang mengungkapkan bahwa mereka berhasil menciptakan desain aerodinamis dan struktural baru untuk kendaraan udara berukuran besar ini.

Selain itu, sistem transmisi listrik berdaya tinggi juga menjadi kunci keberhasilan, karena mampu menjaga efisiensi tanpa menambah beban berlebih pada struktur terbang.

Lebih dari Sekadar Pembangkit Listrik

Menariknya, fungsi S2000 tidak hanya terbatas sebagai sumber energi terbarukan. Sistem ini juga dirancang untuk membawa perangkat komunikasi dan alat pemantauan darat, sehingga berpotensi mendukung berbagai kebutuhan lain seperti jaringan komunikasi darurat, pengawasan wilayah, hingga pengembangan ekonomi udara rendah (low-altitude economy).

Dengan kemampuannya melayang di udara dalam waktu lama, teknologi ini dinilai cocok untuk wilayah perkotaan yang membutuhkan solusi multifungsi tanpa harus membangun infrastruktur besar di darat.

Meski masih berada pada tahap uji coba, keberhasilan turbin angin terbang S2000 menandai babak baru dalam inovasi energi terbarukan.

Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, teknologi ini berpotensi menjadi solusi alternatif bagi kota-kota besar yang kesulitan mengembangkan pembangkit energi ramah lingkungan akibat keterbatasan ruang.

Pemanfaatan angin di ketinggian juga dianggap lebih stabil dibandingkan angin di permukaan, sehingga dapat meningkatkan konsistensi produksi listrik.

Scr/Mashable




Don't Miss