Kondisi literasi di Indonesia tengah menghadapi tantangan serius setelah data menunjukkan skor rata-rata kemampuan membaca siswa berada di angka 359, tertinggal cukup jauh dari negara tetangga seperti Singapura, Vietnam, hingga Malaysia.
Menanggapi realitas ini, Ziyadbooks, salah satu brand buku anak terpopuler di ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop, mengambil langkah nyata untuk membalikkan keadaan.
Alih-alih hanya berfokus pada sisi komersial, Ziyadbooks mengintegrasikan kampanye peningkatan minat baca ke dalam momentum Ramadan, yang secara mengejutkan justru mendorong lonjakan penjualan hingga 38 persen melalui pendekatan edukasi yang menyentuh hati para orang tua.
Ziyadbooks menyadari bahwa kunci dari peningkatan literasi dimulai dari rumah, terutama melalui aktivitas bermakna bersama anak selama bulan suci.
Koleksi seperti Buku Anak Muslim, Buku Aktivitas, hingga Buku Cerita Pembentuk Karakter diposisikan bukan sekadar produk, melainkan media bagi orang tua untuk mendampingi putra-putri mereka memahami nilai-nilai kebaikan.
Di tengah tren pencarian hadiah Lebaran yang semakin bervariasi, buku-buku ini hadir sebagai alternatif kado yang lebih substansial dan bermanfaat jangka panjang, sekaligus menjadi teman setia saat waktu ngabuburit tiba.
Keberhasilan Ziyadbooks dalam mendominasi pasar tidak lepas dari strategi konten yang sangat terukur dan berbasis kepercayaan. Dengan menggandeng affiliate content creator dari berbagai skala, Ziyadbooks membangun narasi yang meyakinkan lewat konten kolaborasi yang menampilkan wajah asli kreator saat membacakan buku.
Pendekatan ini terbukti efektif; sekitar 93 persen total transaksi tercatat berasal dari kontribusi para kreator tersebut dengan peningkatan aset konten mencapai 70 persen.
Bagi orang tua yang kini semakin selektif, melihat figur tepercaya merekomendasikan produk berkualitas membuat keputusan untuk membeli terjadi dengan lebih natural dan cepat.
Helmi Rian, Chief Marketing Officer Ziyadbooks, menegaskan bahwa visi perusahaan adalah menjadi mitra tepercaya bagi keluarga Indonesia dalam membangun kebiasaan baik. Oleh karena itu, kolaborasi dengan kreator dilakukan secara berlapis untuk menjangkau audiens yang lebih luas namun tetap relevan dengan dunia parenting.
Di bulan Ramadan, strategi ini dipertajam dengan menghadirkan paket bundel tematik yang dikemas dengan pesan kuat tentang manfaat membaca. Langkah ini berhasil mengubah persepsi belanja daring dari sekadar transaksi menjadi sebuah pengalaman belajar yang menyenangkan bagi ekosistem keluarga.
Demi menjaga performa di tengah persaingan pasar yang ketat, Ziyadbooks juga mengoptimalkan fitur teknologi melalui GMV Max di Tokopedia dan TikTok Shop.
Dengan mengalokasikan sekitar 20 persen dari nilai transaksi untuk iklan otomatis yang terukur, Ziyadbooks memastikan produknya muncul di saat yang tepat ketika calon pembeli membutuhkan referensi edukasi anak.
Kecepatan eksekusi menjadi harga mati dalam kampanye Ramadan yang singkat, di mana dukungan data dan distribusi iklan yang presisi menjadi fondasi agar brand tetap relevan dan tidak hanya ramai sesaat di mata konsumen.
Selain aspek teknologi dan konten, kepuasan pelanggan tetap menjadi pilar utama yang dijaga ketat. Layanan pengiriman di hari yang sama menjadi solusi bagi mereka yang membutuhkan kado Lebaran mendadak, sementara akurasi visual produk memastikan ekspektasi konsumen selalu terpenuhi.
Pencapaian Ziyadbooks sebagai peringkat pertama Brand Buku Anak di TikTok Shop by Tokopedia membuktikan bahwa ketika sebuah merek mampu menyentuh ruang paling hangat dalam keluarga melalui nilai-nilai yang tulus, angka penjualan yang fantastis akan menjadi hasil alami dari kepercayaan yang telah terbangun kuat.
Scr/Mashable

















