Bukan Sekadar Tren, Begini Cara Grab Mengoperasikan 1.000 Model AI untuk Berdayakan UMKM

28.01.2026
Bukan Sekadar Tren, Begini Cara Grab Mengoperasikan 1.000 Model AI untuk Berdayakan UMKM
Bukan Sekadar Tren, Begini Cara Grab Mengoperasikan 1.000 Model AI untuk Berdayakan UMKM

Dunia teknologi Asia Tenggara dikejutkan oleh sebuah langkah disruptif yang diambil oleh Grab pada tahun 2024. Alih-alih mengejar peluncuran fitur baru secara agresif, Grab justru mengambil keputusan berani dengan melakukan jeda sementara atau freeze pada seluruh pengembangan produk selama sembilan minggu.

Periode ini dimanfaatkan secara intensif oleh tim engineering, product, design, hingga analytics untuk melakukan penyelaman mendalam bersama seluruh fungsi bisnis. Tujuannya sangat jelas: melakukan integrasi Generative AI secara transformasional dalam skala masif.

Dengan langkah strategis ini, AI bukan lagi sekadar bumbu pelengkap, melainkan menjadi kapabilitas fundamental yang mendasari setiap pengambilan keputusan, operasional, hingga penciptaan produk yang lebih cerdas.

Kesuksesan transisi ini terbukti dengan fakta bahwa saat ini Grab telah mengoperasikan lebih dari 1.000 model Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning yang aktif beroperasi di seluruh ekosistemnya.

Grab tidak melihat AI sebagai entitas yang berdiri sendiri, melainkan sebagai fondasi inti dengan filosofi yang kokoh: AI dirancang untuk memperkuat potensi manusia, bukan menggantikannya.

Melalui pendekatan yang disebut sebagai AI-First with Heart, teknologi ini hadir untuk memicu produktivitas agar tim bisa bekerja lebih cepat dan cerdas, namun tetap menempatkan manusia sebagai nakhoda utama yang memegang tanggung jawab penuh atas setiap hasil dan keputusan final.

Visi besar ini kembali ditegaskan melalui perhelatan Grab AI DevX Connect 2026 yang berlangsung pada Sabtu (24/01) di Jakarta. Forum komunitas ini menjadi wadah titik temu bagi para engineer, product leader, hingga praktisi data untuk saling bertukar studi kasus mengenai implementasi AI dalam dunia nyata.

Di ajang ini, Grab secara terbuka membagikan resep rahasia mereka dalam merancang sistem AI yang berorientasi pada manusia namun tetap tangguh dalam skala besar.

Forum ini bukan sekadar diskusi teknis, melainkan sebuah gerakan untuk membekali talenta digital Indonesia agar siap mengelola kompleksitas sistem AI yang mampu memberikan dampak sosial secara nyata bagi masyarakat luas.

Anan Kasetra, Head of Product Strategy & Product Operations di Grab, mengungkapkan bahwa melalui forum yang pertama kali hadir di Jakarta ini, Grab ingin membagikan realitas di balik layar pengembangan AI.

“Grab membuka ruang jujur mengenai apa yang berhasil dan tantangan apa yang dihadapi, dengan tujuan memastikan talenta teknologi lokal memiliki kesiapan mental dan teknis untuk membangun sistem yang bertanggung jawab,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Andreas Tjendra selaku AI National Advisor dan Director of Innovation KORIKA menyambut positif inisiatif ini. Mengingat potensi ekonomi AI Indonesia diprediksi mencapai $366 miliar pada tahun 2030, kesiapan talenta dalam mengoperasikan sistem AI yang kompleks menjadi kunci utama agar peluang emas tersebut tidak terbuang percuma.

Implementasi AI di Grab secara operasional telah merambah ke berbagai lini, mulai dari marketing hingga growth strategy, yang memungkinkan perusahaan tetap menjaga kecepatan inovasi di tengah kompetisi yang ketat.

Dampaknya pun sangat terasa bagi para mitra, terutama pelaku UMKM dan mitra pengemudi. Misalnya, kehadiran Grab Merchant AI Assistant kini bertindak sebagai penasihat bisnis virtual 24/7 yang memberikan rekomendasi personal untuk meningkatkan omzet.

Data menunjukkan bahwa hingga akhir 2025, satu dari empat mitra merchant aktif telah mengandalkan fitur ini sebagai “tangan kanan” dalam mengelola operasional harian mereka.

Bagi mitra pengemudi, kecanggihan AI hadir melalui AI Driver Companion yang mampu memprediksi area permintaan tinggi secara real-time, sehingga waktu kerja menjadi lebih efisien.

Selain itu, fitur pelaporan suara berbasis AI memudahkan pengemudi melaporkan kondisi jalanan hanya melalui ucapan, yang secara otomatis memperbarui data di GrabMaps dengan tingkat akurasi yang luar biasa.

Teknologi ini membantu pengemudi menemukan rute tercepat bahkan di jalan-jalan kecil yang sulit dijangkau, memastikan layanan last-mile tetap prima bagi para pelanggan.

Di balik layar, produktivitas internal Grab juga melonjak berkat tool canggih seperti Mosaic, sebuah platform desain yang mampu menghasilkan ilustrasi khas Grab hanya dalam hitungan detik, yang berhasil menghemat hingga 3.200 jam kerja per hari.

Selain itu, terdapat Enigma, platform data berbasis AI yang memangkas birokrasi akses data internal, sehingga setiap tim bisa mengambil keputusan berbasis data secara instan tanpa perlu koordinasi manual yang melelahkan.

Dengan berkolaborasi bersama mitra global seperti OpenAI dan Anthropic, Grab terus memastikan bahwa setiap solusi yang mereka bangun tetap relevan dan menjadi jawaban nyata atas tantangan unik di pasar Asia Tenggara menuju visi besar masa depan.

Scr/Mashable




Don't Miss