Perkembangan teknologi komputasi kuantum terus melaju cepat di berbagai negara. Kini, China membuat terobosan penting dengan menghadirkan sistem operasi komputer kuantum pertama yang dikembangkan secara mandiri dan tersedia untuk diunduh secara online.
Inovasi ini tidak hanya menjadi pencapaian besar dalam riset teknologi canggih, tetapi juga menandai langkah strategis China untuk memperkuat kemandirian teknologi di sektor komputasi masa depan.
Dilansir dari Global Times (25/03/26), sistem operasi tersebut bernama Origin Pilot, yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi kuantum asal Hefei, Origin Quantum Computing Technology.
Dengan peluncuran versi yang dapat diunduh publik, Origin Pilot disebut sebagai salah satu sistem operasi komputer kuantum open-source pertama di dunia yang bisa diakses secara luas oleh peneliti, pengembang, maupun institusi pendidikan.
Origin Pilot, Sistem Operasi Komputer Kuantum Buatan China
Origin Pilot pertama kali diperkenalkan pada tahun 2021 dan sejak saat itu telah mengalami berbagai pembaruan serta peningkatan fitur. Sistem operasi ini dirancang sebagai platform terintegrasi yang menggabungkan komputasi kuantum, komputasi klasik, serta kecerdasan buatan dalam satu sistem.
Menariknya, Origin Pilot dikembangkan agar kompatibel dengan berbagai pendekatan perangkat keras komputer kuantum.
Beberapa teknologi yang didukung antara lain qubit superkonduktor, trapped ions, serta neutral atoms. Fleksibilitas ini memungkinkan sistem operasi tersebut digunakan di berbagai jenis chip kuantum yang sedang dikembangkan di dunia.
Saat ini, Origin Pilot telah digunakan pada seri komputer kuantum Origin Wukong, yaitu komputer kuantum superkonduktor generasi ketiga yang dikembangkan oleh perusahaan yang sama.
Dengan dukungan sistem operasi ini, perangkat kuantum dapat menjalankan berbagai proses penting seperti pengelolaan sumber daya komputasi dan koordinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak.
Menurut para peneliti di Anhui Quantum Computing Engineering Research Center, sistem operasi komputer kuantum memiliki peran vital dalam keseluruhan ekosistem teknologi kuantum. Ia berfungsi sebagai “jantung perangkat lunak” yang mengatur bagaimana komputer kuantum menjalankan berbagai tugas komputasi kompleks.
Origin Pilot juga dilengkapi kemampuan penting seperti eksekusi paralel untuk berbagai tugas kuantum serta kalibrasi qubit otomatis. Kedua fitur tersebut sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas sistem komputasi kuantum.
Mendorong Ekosistem Quantum Computing Global
Dengan menjadikan Origin Pilot tersedia untuk diunduh publik, China berupaya membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi peneliti dan pengembang di seluruh dunia.
Para pengguna dapat mengunduh sistem operasi ini melalui situs resmi pengembang dan mengintegrasikannya dengan berbagai chip kuantum yang tersedia.
Selain itu, sistem ini juga mendukung framework pemrograman mandiri bernama QPanda yang memungkinkan pengguna menjalankan berbagai eksperimen komputasi kuantum lintas platform perangkat keras.
Kehadiran Origin Pilot juga dianggap sebagai langkah penting dalam mengatasi berbagai tantangan teknis pada perangkat lunak kuantum. Dengan adanya antarmuka pemrograman yang seragam serta sistem driver standar, pengembang dapat membangun aplikasi kuantum dengan lebih mudah dan efisien.
Di tingkat global, saat ini belum banyak sistem operasi komputer kuantum yang bisa diunduh secara langsung untuk penggunaan lokal. Beberapa perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat memang telah menyediakan layanan komputasi kuantum melalui cloud serta framework pemrograman khusus. Namun, sistem operasi inti yang digunakan biasanya tidak tersedia untuk diunduh secara publik.
Karena itu, peluncuran Origin Pilot dinilai sebagai langkah strategis yang dapat mempercepat perkembangan teknologi komputasi kuantum secara global.
Di sisi lain, pemerintah China juga semakin serius mendorong pengembangan industri teknologi masa depan. Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain teknologi kuantum, biomanufaktur, energi hidrogen, fusi nuklir, antarmuka otak-komputer, kecerdasan buatan embodied, serta jaringan komunikasi 6G.
Sumber foto: The Quantum Insider
Scr/Mashable
















