Selama lima dekade terakhir, Apple bukan sekadar perusahaan teknologi; mereka adalah penentu arah gaya hidup digital. Mulai dari mendefinisikan ulang komputer pribadi, memicu revolusi smartphone lewat iPhone, hingga merajai pasar wearable dengan Apple Watch dan AirPods.
Mengutip Engadget, Rabu (1/4/2026), Apple adalah pionir yang membuat kita terbiasa melakukan gerakan mencubit layar (pinch-to-zoom) hingga menyimpan segalanya di iCloud. Namun, kebesaran Apple juga datang dengan sisi yang kontroversial: mereka tidak ragu untuk “membunuh” teknologi lama yang masih kita cintai.
Filosofi ini sejalan dengan ungkapan Sir Arthur Quiller-Couch: “Kill your darlings.” Apple sering kali mengantisipasi transisi teknologi lebih cepat dari kesiapan konsumen.
Meski awalnya memicu keluhan dan penolakan, sejarah membuktikan bahwa langkah ekstrem Apple sering kali benar. Berikut adalah deretan “korban” inovasi Apple yang mengubah industri selamanya.
Matinya Disket 3,5 Inci dan Lahirnya Era USB (iMac G3)
Kembalinya Steve Jobs pada tahun 1998 ditandai dengan peluncuran iMac G3 yang ikonik. Mac all-in-one warna-warni ini secara berani membuang semua port standar lama dan menggantinya dengan USB, teknologi yang saat itu masih asing.
Yang paling mengejutkan, Apple menghapus drive disket 3,5 inci. Meskipun internet saat itu masih lambat, langkah ini memaksa dunia beralih ke flash drive dan penyimpanan digital, membuat disket menjadi artefak sejarah dalam sekejap.
iPod: Korban Kanibalisme Inovasi iPhone
Siapa yang menyangka pemutar musik paling dominan di dunia harus mati di tangan penciptanya sendiri? Pada 2006, iPod menyumbang 40% pendapatan Apple. Namun, peluncuran iPhone pada 2007 mengubah segalanya.
Apple sadar bahwa pengguna tidak butuh iPod jika sudah ada iPhone di saku mereka. Secara perlahan, Apple menghentikan produksi iPod Classic (2014), Nano dan Shuffle (2017), hingga akhirnya iPod Touch resmi tutup usia pada Mei 2022.
Punahnya Keyboard Fisik Smartphone
Sebelum iPhone, standar ponsel pintar adalah tombol fisik QWERTY ala BlackBerry. Saat iPhone memperkenalkan layar kapasitif penuh, banyak yang ragu. Namun, Apple melihat masa depan di mana layar harus menjadi lebih besar tanpa terhalang tombol fisik.
Papan ketik perangkat lunak terbukti lebih serbaguna, mendukung ribuan bahasa, hingga galeri emoji yang kini menjadi bahasa universal kita.
MacBook Air dan Hilangnya Drive Optik (CD/DVD)
Pada 2008, Steve Jobs mengeluarkan MacBook Air dari amplop manila untuk menunjukkan ketipisannya. Harganya? Hilangnya drive CD/DVD internal. Ini adalah laptop pertama yang membuang piringan optik, memicu tren laptop ultraportabel.
Apple bertaruh pada masa depan instalasi via App Store dan media streaming. Prediksi itu tepat; pada 2012, seluruh lini MacBook resmi meninggalkan era piringan optik.
Perang Melawan Adobe Flash
Salah satu langkah paling berani Steve Jobs adalah menolak dukungan Adobe Flash di iPhone dan iPad. Melalui surat terbuka “Thoughts on Flash” (2010), Jobs mengkritik keamanan Flash yang buruk dan boros baterai.
Langkah ini memaksa pengembang beralih ke standar terbuka seperti HTML5 dan mendorong ekosistem aplikasi ke App Store, di mana Apple memiliki kendali penuh atas kualitas dan keamanan.
Tragedi Lubang Headphone (Jack 3.5mm)
Tahun 2016 menjadi momen paling emosional bagi pengguna Apple saat iPhone 7 diluncurkan tanpa headphone jack. Phil Schiller menyebutnya sebagai “keberanian” (bravery).
Meski awalnya dihujat dan diejek kompetitor, langkah ini mempercepat adopsi earbud nirkabel secara global.
Lahirnya AirPods membuktikan bahwa kenyamanan nirkabel adalah masa depan, dan kini hampir semua produsen smartphone mengikuti jejak yang sama.
Skandal “Donglegate” dan Kembalinya Port Klasik
Apple sempat melangkah terlalu jauh pada 2016 dengan menghapus semua port pada MacBook Pro dan hanya menyisakan USB-C. Era ini dikenal sebagai “Donglegate,” di mana pengguna harus membawa berbagai adaptor hanya untuk mencolokkan USB-A atau kartu SD.
Namun, Apple menunjukkan sisi adaptifnya. Pada 2021, mereka melakukan koreksi arah dengan menghadirkan kembali slot kartu SD, port HDMI, dan pengisian daya MagSafe yang sangat dirindukan para profesional.
Sejarah Apple adalah sejarah tentang melepaskan kenyamanan lama demi kemajuan baru. Meski transisinya sering kali menyakitkan bagi dompet dan kebiasaan kita, Apple telah membuktikan bahwa keberanian untuk meninggalkan teknologi usang adalah kunci untuk menciptakan standar masa depan.
Scr/Mashable

















