Dari Prompt Jadi Lagu, Google Resmi Boyong ProducerAI

26.02.2026
Dari Prompt Jadi Lagu, Google Resmi Boyong ProducerAI
Dari Prompt Jadi Lagu, Google Resmi Boyong ProducerAI

Dunia musik berbasis kecerdasan buatan kembali bergerak cepat. ProducerAI, platform pembuat musik berbasis AI yang sempat mendapat sorotan dari duo EDM The Chainsmokers, kini resmi bergabung dengan Google.

Langkah ini menandai ekspansi serius Google di sektor AI kreatif, khususnya produksi musik digital.

Sebagai bagian dari akuisisi ini, ProducerAI akan berada di bawah naungan Google Labs dan menggunakan versi pratinjau model AI musik terbaru Google, Lyria 3.

Integrasi ini diyakini akan memperluas kemampuan platform dalam menciptakan lagu, mengembangkan lirik, hingga memproduksi konten audiovisual berbasis AI.

Apa Itu ProducerAI?

ProducerAI adalah platform AI yang memungkinkan pengguna membuat musik melalui interaksi percakapan dengan agen AI.

Platform ini pertama kali diluncurkan pada Juli 2025 sebagai penerus Riffusion, alat pembuat musik AI yang sebelumnya cukup populer.

Berbeda dari generator musik instan yang hanya mengandalkan prompt sekali klik, ProducerAI dirancang untuk proses kreatif yang lebih kolaboratif.

Pengguna dapat memanfaatkan platform ini untuk:

  • Menghasilkan suara dan instrumen dari deskripsi teks
  • Mengembangkan dan mengedit lirik lagu
  • Remix lagu yang sudah ada
  • Membuat instrumen baru berbasis prompt
  • Mengobrol dengan AI untuk memahami genre musik tertentu

Pendekatan ini membuat ProducerAI terasa seperti bekerja dengan produser musik virtual, bukan sekadar mesin pembuat lagu otomatis.

Lyria 3 Jadi Otak Baru ProducerAI

Setelah bergabung dengan Google, ProducerAI akan diperkuat oleh Lyria 3, model AI pembuat musik generasi terbaru dari Google. Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan komposisi musik yang lebih kompleks dan realistis.

Tak hanya itu, platform ini juga akan memanfaatkan:

  • Gemini untuk sistem percakapan interaktif
  • Nano Banana untuk pembuatan artwork album berbasis AI
  • Veo untuk menghasilkan video musik AI

Dengan kombinasi tersebut, ProducerAI berpotensi menjadi ekosistem kreatif lengkap, mulai dari produksi audio hingga visual.

Fokus pada Kolaborasi, Bukan Sekadar Otomatisasi

Salah satu pembeda utama ProducerAI dibanding platform AI musik lainnya adalah pendekatan berbasis dialog. Alih-alih menghasilkan lagu secara acak setelah satu prompt, pengguna dapat berdiskusi, merevisi, dan menyempurnakan hasilnya secara bertahap.

Konsep ini lebih mendekati proses produksi musik profesional, di mana ide berkembang melalui eksplorasi dan iterasi.

Strategi ini juga sejalan dengan visi Google Labs untuk menghadirkan AI sebagai mitra kreatif, bukan pengganti kreator manusia.

Dengan masuknya ProducerAI ke ekosistem Google berpotensi mempercepat adopsi AI dalam industri musik global. Dengan dukungan infrastruktur dan teknologi Google, akses terhadap alat produksi musik canggih bisa menjadi lebih luas.

Bagi kreator independen, YouTuber, hingga podcaster, kehadiran platform ini bisa menjadi solusi cepat untuk membuat musik latar, jingle, atau bahkan lagu penuh tanpa harus memiliki studio profesional.

Namun, perkembangan ini juga memunculkan diskusi tentang hak cipta, orisinalitas, dan peran manusia dalam proses kreatif.

Scr/Mashable




Don't Miss