ASEAN Foundation bersama dukungan Google.org menggelar workshop “AI Ready ASEAN” di SMP Plus Muthahhari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang diikuti sekitar 500 siswa.
Kegiatan bertajuk “Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN” tersebut menjadi bagian dari program regional untuk membekali generasi muda dengan pemahaman dasar tentang teknologi AI dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Workshop ini juga mendapat perhatian pemerintah dengan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, mengatakan bahwa literasi AI merupakan keterampilan penting bagi generasi muda di tengah percepatan transformasi digital di kawasan ASEAN.
“Setiap pelajar berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memahami dan memanfaatkan kecerdasan artifisial. Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tetapi membuka peluang bagi generasi muda untuk berinovasi dan memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi di Bandung, Kamis (5/3).
Program AI Ready ASEAN yang dijalankan ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org telah menjangkau lebih dari enam juta penerima manfaat di kawasan Asia Tenggara.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 100.000 peserta telah menyelesaikan pelatihan AI secara mendalam. Selain itu, sekitar 3.500 Master Trainers telah dilatih untuk memperluas dampak pembelajaran AI secara berkelanjutan di berbagai negara ASEAN.
Capaian tersebut mencerminkan komitmen regional dalam menyiapkan talenta digital yang adaptif sekaligus memastikan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dilakukan secara inklusif dan bertanggung jawab.
Indonesia dinilai memiliki posisi penting dalam pengembangan talenta AI di kawasan ASEAN. Hal ini tidak lepas dari besarnya populasi generasi muda serta potensi bonus demografi yang dimiliki negara ini.
Karena itu, sekolah dipandang sebagai titik awal strategis untuk menanamkan literasi teknologi sejak dini. Melalui lingkungan pendidikan formal, siswa dapat diperkenalkan pada konsep dasar AI, etika penggunaan teknologi, hingga penerapan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya penggunaan AI secara bijak di kalangan pelajar.
Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan pendampingan yang tepat dari guru dan orang tua.
“AI boleh dimanfaatkan, tetapi kemampuan berpikir kritis anak-anak harus tetap dijaga. Jangan sampai semua jawaban hanya dicari dari AI hingga menimbulkan ketergantungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa peningkatan kapasitas guru dan orang tua penting agar tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat.
Workshop AI Ready ASEAN di Bandung dirancang dengan pendekatan praktis dan interaktif. Para siswa mengikuti berbagai sesi pengenalan konsep dasar AI, diskusi mengenai penggunaan AI secara bertanggung jawab, serta simulasi penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini diharapkan membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus relevan dengan aktivitas belajar para pelajar.
Melalui kolaborasi antara lembaga regional, pemerintah, sektor swasta, dan komunitas pendidikan, program ini diharapkan dapat memperkuat fondasi literasi AI di Indonesia.
Scr/Mashable





















