Galaxy Z Fold8 Jadi Foldable Teringan di Dunia, Ini Rekayasa Teknologinya

11.09.2026
Galaxy Z Fold8 Jadi Foldable Teringan di Dunia, Ini Rekayasa Teknologinya
Galaxy Z Fold8 Jadi Foldable Teringan di Dunia, Ini Rekayasa Teknologinya

Samsung Galaxy Z Fold8 memiliki bobot hanya 201 gram dan menjadi smartphone foldable bergaya buku paling ringan di dunia.

Pencapaian ini bukan sekadar karena penggunaan material ringan, tetapi hasil rekayasa ulang pada layar, engsel, material, sistem termal, hingga ratusan komponen internal.

Samsung memulai perjalanan ini dari Galaxy Fold generasi pertama pada 2019 dengan bobot 276 gram.

Bobot tersebut terus dipangkas menjadi 253 gram pada Galaxy Z Fold5, 239 gram pada Galaxy Z Fold6, 215 gram pada Galaxy Z Fold7, hingga 201 gram pada Galaxy Z Fold8.

Artinya, Galaxy Z Fold8 kini 52 gram lebih ringan dibandingkan Galaxy Z Fold5.

Bagaimana Galaxy Z Fold8 Bisa Seberat 201 Gram?

Samsung menggunakan tiga pendekatan utama untuk memangkas bobot Galaxy Z Fold8, yaitu mengembangkan teknologi fundamental foldable, menggunakan material baru, dan meninjau ulang hampir seluruh komponen perangkat.

Proses tersebut dilakukan hingga ke bagian yang sangat kecil. Samsung bahkan mengevaluasi sekitar 270 komponen dan lebih dari 180 jenis bagian pendukung.

Beberapa bagian dioptimalkan hingga tingkat 0,001 gram.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa membuat smartphone foldable lebih ringan tidak cukup hanya dengan mengecilkan ukuran komponen. Setiap bagian harus dirancang ulang agar tetap kuat, tahan lama, dan efisien dalam ruang internal yang semakin terbatas.

Flex Titanium Bikin Layar Lebih Tipis dan Tetap Tangguh

Salah satu teknologi penting pada Galaxy Z Fold8 adalah Flex Titanium.

Teknologi ini menggunakan Titanium Alloy Film yang dirancang khusus untuk struktur layar foldable. Ketebalannya hanya puluhan mikrometer, sekitar sepertiga dari lebar rambut manusia.

Samsung juga menggunakan pelat logam ultra-tipis sebagai penopang layar. Beberapa bagian memiliki ketebalan sekitar 0,2 milimeter, dengan bagian tertentu mencapai 0,15 milimeter.

Pada ketebalan tersebut, proses machining harus sangat presisi. Sedikit perubahan bentuk dapat memengaruhi presisi perakitan dan kualitas permukaan layar.

Samsung kemudian menyempurnakan proses machining, tooling, pendinginan, dan parameter produksi untuk menjaga bentuk serta kerataan pelat logam.

Engsel Galaxy Z Fold8 Dirancang untuk Distribusi Beban

Engsel menjadi bagian penting lain dalam pengembangan smartphone foldable.

Engsel tidak hanya berfungsi untuk membuka dan menutup perangkat. Komponen ini harus mampu mengelola gaya yang muncul ketika perangkat dilipat dan dibuka berulang kali.

Samsung merancang engsel dengan mempertimbangkan distribusi beban, kekuatan, ketahanan, ruang internal, dan bobot.

Karena setiap form factor memiliki struktur berbeda, Samsung tidak sekadar membuat engsel lebih kecil. Desainnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perangkat.

Material Galaxy Z Fold8 Tak Sekadar Lebih Ringan

Samsung juga memilih material berdasarkan fungsi setiap komponen.

Pada Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra, Advanced Armor Aluminum digunakan pada bagian eksterior untuk membantu menjaga kekuatan dan ketahanan dalam struktur yang tipis dan ringan.

Material juga berperan dalam mengelola suhu.

Semakin tipis perangkat, semakin terbatas ruang untuk membuang panas. Karena itu, Samsung menggunakan grafit dengan performa termal yang ditingkatkan dan menyesuaikan struktur termal dengan kebutuhan perangkat.

Samsung Pangkas Bobot hingga 0,001 Gram

Pengurangan bobot Galaxy Z Fold8 dilakukan hampir di seluruh bagian perangkat.

Samsung meninjau layar, kamera, engsel, PCB, antena, bracket, tape, fastener, hingga berbagai bagian pendukung lainnya.

PCB didesain ulang dengan menghilangkan sirkuit yang tidak diperlukan, mengoptimalkan tata letak komponen, dan mengurangi footprint.

Antena MFC atau Magnetic Flux Channel juga dirancang ulang untuk mengurangi overlap dan interferensi dengan komponen di sekitarnya.

Dari lebih dari 180 jenis bagian pendukung, sekitar 15 jenis berhasil dihilangkan. Sekitar 170 jenis bagian lainnya kemudian dioptimalkan melalui perubahan bentuk, dimensi, dan penggabungan beberapa struktur.

Sebagian pengurangan bobot bahkan dilakukan hingga 0,001 gram.

Jika setiap pengurangan terlihat kecil, akumulasinya menjadi signifikan pada perangkat secara keseluruhan.

Galaxy Z Fold8 Ultra Buktikan Bobot Bisa Dialihkan untuk Fitur

Rekayasa penghematan bobot juga memberi ruang untuk meningkatkan kemampuan perangkat.

Galaxy Z Fold8 Ultra memiliki dimensi keseluruhan yang serupa dengan Galaxy Z Fold7 dan sama-sama berbobot 215 gram. Namun, kapasitas baterainya meningkat dari 4.400 mAh menjadi 5.000 mAh.

Baterai yang lebih besar tersebut menambah sekitar 6 gram bobot. Samsung kemudian mencari penghematan bobot dari komponen lain melalui optimalisasi material, struktur, tata letak sirkuit, dan bagian pendukung.

Hasilnya, Galaxy Z Fold8 Ultra tetap dapat membawa baterai 5.000 mAh sekaligus meningkatkan volume lapisan grafit untuk pembuangan panas sekitar 7 persen.

Perangkat ini juga membawa kamera utama 200 MP dan menjadi Galaxy Z Fold pertama dengan kamera Ultra-Wide 50 MP.

Dari 276 Gram Menjadi 201 Gram

Perjalanan Samsung menunjukkan bagaimana teknologi foldable terus berkembang:

  • Galaxy Fold: 276 gram
  • Galaxy Z Fold5: 253 gram
  • Galaxy Z Fold6: 239 gram
  • Galaxy Z Fold7: 215 gram
  • Galaxy Z Fold8: 201 gram

Dengan bobot 201 gram, Galaxy Z Fold8 menjadi 52 gram lebih ringan dibandingkan Galaxy Z Fold5 dan ditetapkan Samsung sebagai foldable teringan di dunia berdasarkan riset internal per 22 Juli 2026.

Pencapaian ini bukan berasal dari satu komponen atau material. Samsung menggabungkan teknologi layar, material, engsel, desain internal, dan optimalisasi ratusan komponen untuk memangkas setiap gram.

Hasil akhirnya bukan hanya Galaxy Z Fold8 yang lebih ringan, tetapi juga foldable yang memiliki ruang lebih optimal untuk baterai, kamera, dan sistem termal.

Scr/Mashable




Don't Miss