Platform teknologi pendidikan Ruangguru mempercepat transformasi operasional dengan menerapkan digitalisasi penuh dalam proses penandatanganan dokumen dan kontrak kerja. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi strategis bersama Privy, penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik (TTE) tersertifikasi yang berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.
Dengan jaringan karyawan dan mitra yang tersebar di ratusan kota di Indonesia, Ruangguru menilai digitalisasi proses administrasi menjadi kunci untuk mendukung skala bisnis yang terus berkembang. Perusahaan mencatat, seluruh proses penandatanganan dokumen mitra kini telah dilakukan 100% secara digital melalui Privy.
Senior Vice President of Human Capital and Corporate Affairs Ruangguru, Kartika Akbaria, mengungkapkan bahwa sejak 2022 Ruangguru telah meninggalkan proses penandatanganan berbasis fisik.
“Dengan volume kontrak yang tinggi dan mitra yang tersebar di seluruh Indonesia, proses konvensional bisa memakan waktu berminggu-minggu—mulai dari pencetakan, pengiriman, hingga tanda tangan manual. Adopsi tanda tangan elektronik memungkinkan seluruh proses selesai hanya dalam hitungan menit, tetap sah secara hukum, dan jauh lebih efisien,” ujar Kartika, di Jakarta, Jumat (20/02/2026).
Menurut Kartika, digitalisasi ini berdampak langsung pada kecepatan onboarding karyawan dan mitra, sekaligus mendukung skalabilitas operasional Ruangguru. Efisiensi tersebut mendorong produktivitas puluhan ribu mitra yang terlibat dalam ekosistem pembelajaran Ruangguru.
“Proses perpanjangan kontrak hingga administrasi internal kini jauh lebih gesit. Hal ini memberi ruang bagi Ruangguru untuk fokus pada inovasi strategis dan penguatan layanan pendidikan berbasis teknologi,” tambahnya.
Di sisi lain, Vice President of Marketing Privy, Ratu Rima Novia Rahma, menyatakan kebanggaannya dapat mendukung pertumbuhan industri EdTech melalui kolaborasi ini.
“Kepercayaan Ruangguru menunjukkan bahwa digitalisasi penandatanganan dokumen telah menjadi kebutuhan utama perusahaan modern. Proses lintas pulau dan provinsi yang sebelumnya kompleks kini menjadi efisien, aman, dan berkelanjutan,” jelas Rima.
Saat ini, Privy telah digunakan oleh lebih dari 71 juta pengguna individu dan 200.000 organisasi di Indonesia. Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) di bawah Komdigi RI, Privy juga membekali layanannya dengan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar sebagai perlindungan jika terjadi kerugian akibat penyalahgunaan identitas digital.
Menurut Rima, aspek keamanan dan verifikasi identitas menjadi fondasi utama dalam membangun digital trust.
“Digitalisasi bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga kepercayaan. Perusahaan perlu jaminan bahwa identitas terverifikasi dan dokumen dikelola secara aman. Inilah yang membuat tanda tangan elektronik tersertifikasi semakin relevan, termasuk di sektor pendidikan,” tuturnya.
Scr/Mashable


















