Hampir 40 Juta Ancaman Siber Sasar Indonesia, Ini Tips Aman WFH Saat Ramadan

12.03.2026
Hampir 40 Juta Ancaman Siber Sasar Indonesia, Ini Tips Aman WFH Saat Ramadan
Hampir 40 Juta Ancaman Siber Sasar Indonesia, Ini Tips Aman WFH Saat Ramadan

Bulan Ramadan tahun ini membawa perubahan pola kerja bagi banyak karyawan di Indonesia.

Pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) sehingga banyak pekerja kini mengakses perangkat kerja mereka dari berbagai lokasi, termasuk saat bepergian.

Di balik fleksibilitas tersebut, muncul risiko keamanan siber yang perlu mendapat perhatian serius.

Perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat hampir 40 juta upaya ancaman pada perangkat (on-device threats) yang menargetkan pengguna di Indonesia.

Data ini diperoleh dari analisis telemetri yang dikumpulkan melalui Kaspersky Security Network (KSN), sebuah sistem berbasis cloud yang menghimpun data dari pengguna sukarela yang menggunakan solusi keamanan Kaspersky.

Hampir 40 Juta Insiden Malware dalam Setahun

Berdasarkan laporan tersebut, selama periode Januari hingga Desember 2025, sekitar 31,5% pengguna di Indonesia mengalami serangan ancaman lokal pada perangkat mereka. Secara total, produk keamanan Kaspersky mendeteksi 39.718.903 insiden lokal pada komputer pengguna KSN di Indonesia.

Angka tersebut berarti rata-rata terdapat lebih dari 108.000 insiden setiap hari yang berasal dari ancaman lokal, terutama melalui perangkat yang dapat dilepas seperti USB drive, CD, atau DVD. Metode penyebaran offline seperti ini masih menjadi salah satu jalur distribusi malware yang cukup efektif.

Dalam peta global, Indonesia berada di peringkat ke-71 dalam daftar negara dengan tingkat deteksi ancaman pada perangkat. Sementara itu, lima negara dengan tingkat infeksi tertinggi pada 2025 adalah Turkmenistan (69%), Tajikistan (58,9%), Afghanistan (55,9%), Uzbekistan (54,4%), dan Yaman (53,2%).

Sebagian besar insiden ini disebabkan oleh worm dan virus file, dua jenis malware yang dapat menyebar melalui media penyimpanan eksternal dan sistem offline lainnya.

Menurut Defi Nofitra, Country Manager untuk Indonesia di Kaspersky, meningkatnya aktivitas kerja jarak jauh membuat risiko keamanan digital menjadi lebih kompleks.

“Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman dan memiliki banyak manfaat, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber. Itulah mengapa penting untuk mempertimbangkan dengan serius keamanan siber di rumah dan pribadi’, ungkap Defi dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menekankan bahwa kesadaran keamanan siber harus tetap dijaga, terutama saat karyawan bekerja dari rumah selama bulan Ramadan.

“Dengan tenaga kerja yang tersebar dan bekerja jarak jauh, staf perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber bahkan di luar lingkungan kantor untuk memastikan mereka dapat bekerja dengan aman dan nyaman selama Ramadan ini,” tambah Defi.

Tips Aman Bekerja dari Rumah Saat Ramadan

Untuk membantu perusahaan dan karyawan tetap produktif sekaligus aman selama bekerja jarak jauh, Kaspersky membagikan beberapa praktik terbaik keamanan siber.

Pertama, selalu memperbarui perangkat lunak di semua perangkat. Pembaruan sistem sangat penting karena banyak serangan siber memanfaatkan celah keamanan pada software yang belum diperbarui.

Kedua, lakukan backup data secara berkala agar informasi penting tetap aman jika terjadi serangan atau kegagalan sistem. Backup juga memastikan data dapat dipulihkan dengan cepat saat dibutuhkan.

Ketiga, gunakan VPN perusahaan saat mengakses email atau sistem internal. VPN menciptakan koneksi terenkripsi sehingga data yang dikirimkan tetap aman dari potensi penyadapan.

Selain itu, perusahaan juga disarankan meningkatkan literasi keamanan siber karyawan melalui pelatihan dan platform edukasi. Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah platform pelatihan keamanan siber dari Kaspersky yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran digital.

Perusahaan juga dianjurkan menggunakan solusi keamanan komprehensif seperti endpoint protection dan sistem respons insiden otomatis agar dapat mendeteksi ancaman lebih cepat.

Terakhir, karena banyak karyawan bekerja dari rumah, penting bagi pengguna untuk memahami cara mengamankan jaringan rumah, termasuk mengatur router Wi-Fi dan firewall pribadi agar tidak mudah disusupi pihak tidak bertanggung jawab.

Sebagai tambahan, selama bulan Ramadan ini Kaspersky juga menghadirkan promo khusus untuk solusi keamanan digital mereka, dengan potongan harga hingga 41% serta bonus Rp75.000 Koin GoPay untuk setiap pembelian Kaspersky Premium, yang berlaku hingga 20 Maret 2026.

Scr/Mashable




Don't Miss