Industri wearable kembali menghadirkan kejutan inovasi terbaru dari Huawei. Lewat pembaruan OTA terbaru, Huawei Watch GT 6 Pro kini diklaim mampu mendeteksi risiko diabetes bahkan sebelum pengguna menyadarinya.
Selama bertahun-tahun, publik menunggu fitur pemantauan gula darah non-invasif dari raksasa teknologi seperti Apple, Samsung, hingga Garmin.
Banyak paten dan rumor beredar, tetapi belum ada produk komersial yang benar-benar menghadirkannya secara luas. Huawei justru melangkah lebih dulu — meski dengan pendekatan yang berbeda.
Tidak ada jarum tersembunyi atau sensor invasif di balik casing jam ini. Huawei memanfaatkan teknologi Photoplethysmography (PPG), sensor berbasis cahaya yang selama ini digunakan untuk mengukur detak jantung dan kadar oksigen darah (SpO2).
Perbedaannya terletak pada algoritma.
Jam tangan ini menganalisis perubahan sinyal PPG selama periode 3 hingga 14 hari. Dari pola gelombang aliran darah tersebut, sistem mencoba mendeteksi indikasi awal yang berkaitan dengan gangguan metabolik, termasuk perubahan pada pembuluh darah dan saraf yang sering dikaitkan dengan diabetes.
Alih-alih memberikan angka kadar gula darah secara spesifik, perangkat ini mengkategorikan hasil menjadi tiga tingkat risiko:
- Low (Rendah)
- Medium (Sedang)
- High (Tinggi)
Pendekatan ini dinilai lebih realistis karena tidak langsung mengklaim diagnosis medis, melainkan berfungsi sebagai sistem peringatan dini.
Uji Klinis di Dubai Libatkan 150 Relawan
Agar klaimnya tidak sekadar pemasaran, Huawei menggandeng institusi medis untuk melakukan validasi klinis di Dubai.
Studi ini dipimpin oleh Dr. Maryam Al Saeed, spesialis endokrinologi dan diabetes di Mohammed Bin Rashid University. Penelitian melibatkan 150 relawan di fasilitas kesehatan Dubai Health.
Hasil analisis dari Huawei Watch GT 6 Pro dibandingkan langsung dengan hasil uji laboratorium untuk menilai tingkat akurasi deteksi risiko.
Langkah ini menunjukkan bahwa fitur tersebut bukan sekadar eksperimen teknologi, melainkan dikembangkan dengan pendekatan medis yang lebih serius.
Bukan Alat Diagnosis, Tapi Sistem Peringatan
Penting untuk dipahami bahwa fitur ini bukan alat diagnosis diabetes. Jika pengguna mendapatkan kategori risiko Medium atau High, jam akan menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter dan melakukan tes laboratorium resmi.
Menurut data global, sekitar 43% penderita diabetes tidak terdiagnosis. Artinya, banyak orang hidup dengan kondisi tersebut tanpa menyadarinya hingga muncul komplikasi serius seperti penyakit jantung atau serangan jantung.
Jika sistem peringatan dini ini akurat, dampaknya bisa signifikan bagi pencegahan komplikasi jangka panjang.
Huawei Watch GT 6 Pro tidak mengukur kadar gula darah secara langsung. Namun, pendekatan analisis pola aliran darah berbasis PPG membuka babak baru dalam teknologi wearable kesehatan.
Apakah ini revolusioner? Masih terlalu dini untuk memastikan. Hasil uji klinis akan menjadi penentu utama.
Scr/Mashable
















