Kolaborasi panjang antara IBM dan The Recording Academy kembali memasuki babak baru.
Menjelang Grammy Awards® 2026, IBM sebagai mitra resmi kecerdasan buatan (AI) dan cloud menghadirkan terobosan pengalaman digital berbasis AI yang dirancang untuk membawa penggemar musik lebih dekat dengan industri yang mereka cintai.
Inovasi ini tidak hanya menyasar penggemar, tetapi juga member serta calon member The Recording Academy di seluruh dunia.
Inisiatif terbaru ini diwujudkan melalui peluncuran GRAMMY® IQ, sebuah pengalaman kuis interaktif yang dibangun menggunakan IBM watsonx.
Dengan memanfaatkan teknologi AI agentik, GRAMMY IQ mengolah kumpulan besar data industri musik milik The Recording Academy menjadi pertanyaan-pertanyaan cerdas yang menguji wawasan penggemar musik lintas genre dan generasi.
Solusi ini didukung oleh large language model IBM Granite 3.0, yang mampu menghasilkan pertanyaan, petunjuk, hingga penjelasan jawaban berdasarkan sejarah panjang Grammy Awards.
Jika diperlukan, pengguna juga dapat meminta petunjuk sebelum jawaban akhir ditampilkan, membuat pengalaman bermain terasa lebih inklusif dan edukatif.
Pengalaman Digital yang Lebih Personal dan Kompetitif
GRAMMY IQ tidak hanya sekadar kuis. Fitur asisten AI terintegrasi memungkinkan penggemar berinteraksi secara mulus melalui berbagai kanal digital Grammys®.
Kehadiran papan peringkat dan undian berhadiah turut mendorong keterlibatan harian serta aktivitas berbagi di media sosial.
Skor tertinggi penggemar akan ditampilkan secara publik di daftar peringkat GRAMMY IQ yang tersedia di Grammy.com.
Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman digital yang lebih personal, kompetitif, dan relevan bagi generasi penggemar musik modern.
Komitmen Inovasi untuk Merayakan Musik dan Kreativitas
Executive Vice President of Global Partnerships The Recording Academy, Adam Roth, menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan bagaimana teknologi dapat mempererat hubungan dunia dengan musik.
Melalui GRAMMY IQ, kekayaan data dan sejarah musik tidak hanya dibuka, tetapi juga dihidupkan kembali secara interaktif dan inspiratif bagi penggemar dan member di mana pun berada.
Senada dengan itu, IBM menilai pemanfaatan AI dan data industri musik lintas genre menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pengalaman digital yang lebih dekat, relevan, dan bermakna.
Musical Crossroads Hadir Lebih Hidup di GRAMMY Museum®
Tak berhenti di ranah digital, IBM juga akan bekerja sama dengan GRAMMY Museum® untuk menghadirkan kembali Musical Crossroads, sebuah pengalaman interaktif di lantai empat museum.
Dengan dukungan watsonx, pengunjung dapat menjelajahi karya dan perjalanan artis dari hampir 200 genre musik, lengkap dengan lagu, foto, dan narasi interpretatif yang saling terhubung.
Pengalaman ini dirancang untuk membantu pengunjung memahami kompleksitas sejarah industri musik, sekaligus mendorong eksplorasi dan penemuan lintas genre.
Selain fokus pada penggemar, IBM juga mendukung transformasi digital internal The Recording Academy.
Lebih dari 30.000 member yang berasal dari beragam disiplin kreatif, mulai dari penulis lagu folk hingga sound engineer hip hop akan merasakan pembaruan portal keanggotaan, otomatisasi alur kerja, serta penyediaan terjemahan dalam empat bahasa tambahan.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, inklusivitas, dan pengalaman digital bagi komunitas kreatif di balik Music’s Biggest Night®.
Scr/Mashable


















