India semakin serius menantang dominasi pemain besar di industri smartphone global. Setelah bertahun-tahun dikenal sebagai pasar raksasa sekaligus basis manufaktur berbagai merek internasional, kini India bersiap naik kelas.
Pemerintah secara resmi mengonfirmasi bahwa merek smartphone buatan India akan segera lahir dan siap bersaing di pasar dunia dalam waktu 12 hingga 18 bulan ke depan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri Teknologi Informasi India, Ashwini Vaishnaw, saat menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026.
Dilansir dari Times of India (23/01/26), dalam pernyataannya, Vaishnaw menegaskan bahwa pemerintah telah menyelesaikan seluruh persiapan penting untuk mewujudkan ambisi besar tersebut.
“Sekarang kami memiliki ekosistem elektronik yang sangat kuat di negara kami. Inilah waktunya bagi India untuk menghadirkan merek smartphone sendiri. Kami telah melakukan semua pekerjaan rumah yang diperlukan,” ujar Ashwini Vaishnaw.
Ekosistem Elektronik India Dinilai Sudah Siap
Menurut Vaishnaw, perkembangan industri elektronik India saat ini berada pada titik yang sangat menentukan. Jika sebelumnya India lebih dikenal sebagai pusat perakitan, kini negara tersebut telah membangun fondasi yang jauh lebih lengkap, mulai dari desain, manufaktur, hingga rantai pasok komponen.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menggelar pertemuan intensif dengan berbagai pelaku industri, termasuk produsen komponen yang memasok ribuan bagian penting dalam sebuah smartphone.
“Dalam dua hari terakhir, kami mengadakan pertemuan besar dengan seluruh ekosistem yang memproduksi ribuan komponen yang dibutuhkan untuk sebuah ponsel. Perkembangannya sangat menggembirakan dan memuaskan,” kata Vaishnaw.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek smartphone India bukan sekadar rencana, melainkan sudah memasuki tahap konkret.
Smartphone India Tidak Hanya untuk Pasar Lokal
Hal menarik lainnya, smartphone buatan India ini tidak akan berhenti di pasar domestik. Pemerintah secara terbuka menyebut bahwa brand-brand tersebut akan menyasar pasar global, menjadikannya pesaing langsung merek besar seperti Samsung, Apple, Xiaomi, dan Oppo.
“Sangat mungkin dalam satu tahun ke depan, atau maksimal 18 bulan, kita akan melihat merek smartphone India hadir dan siap melayani pasar global,” tegas Vaishnaw.
Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang India untuk bertransformasi dari sekadar basis produksi menjadi pusat inovasi teknologi dunia. Program “Make in India” kini berkembang menjadi pendekatan yang lebih luas: “Design, Build, and Brand in India.”
Belajar dari Kegagalan Masa Lalu
India sebenarnya pernah memiliki merek smartphone lokal yang cukup populer, seperti Micromax. Namun, sebagian besar merek tersebut gagal bertahan akibat persaingan ketat dan ketergantungan pada desain serta manufaktur luar negeri.
Kali ini, pemerintah menegaskan pendekatannya berbeda. Dengan ekosistem yang lebih matang, dukungan kebijakan, serta kemajuan industri semikonduktor domestik, India diyakini memiliki peluang jauh lebih besar untuk sukses.
Pengembangan chip lokal dan investasi besar di sektor teknologi strategis menjadi modal penting untuk menciptakan smartphone dengan daya saing global.
Di sela-sela WEF 2026, Ashwini Vaishnaw juga melakukan pertemuan strategis dengan tokoh teknologi dunia, termasuk CEO Google DeepMind Demis Hassabis dan Chief Global Affairs Officer OpenAI Chris Lehane.
Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi di bidang kecerdasan buatan dan peran India dalam teknologi masa depan.
Langkah ini memperkuat posisi India sebagai negara yang tidak hanya fokus pada perangkat keras, tetapi juga pengembangan teknologi canggih seperti AI.
Scr/Mashable




















