Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi digital industri logistik dengan menggelar Indonesia AI Day for Supply Chain di Jakarta, 11 Februari 2026.
Forum ini mempertemukan pelaku industri transportasi, distribusi, dan logistik untuk membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam supply chain yang semakin kompleks di era ekonomi digital.
Pertumbuhan perdagangan dan meningkatnya ekspektasi pengiriman cepat membuat sektor rantai pasok berada di fase krusial. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, hingga 2024 terdapat sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi kurir di Indonesia.
Jumlah tersebut menunjukkan betapa besarnya ekosistem logistik nasional dan kebutuhan akan sistem operasional yang lebih terintegrasi dan berbasis data.
AI Jadi Kunci Efisiensi Supply Chain
Dalam forum tersebut, Indosat memaparkan bagaimana AI dan IoT untuk supply chain mampu memberikan dampak signifikan.
Secara global, adopsi AI di sektor ini disebut dapat meningkatkan pendapatan hingga 15–30% melalui strategi harga yang lebih presisi dan engagement pelanggan yang lebih baik.
Efisiensi operasional pun berpotensi meningkat 30–40%, sementara risiko pencurian dan fraud dapat ditekan hingga 50%.
Tidak hanya itu, penerapan predictive maintenance berbasis AI pada armada logistik mampu menurunkan unplanned downtime hingga 50% sekaligus memperpanjang usia kendaraan.
Otomatisasi gudang berbasis IoT dan AI juga mempercepat proses fulfillment dan meminimalkan keterlambatan pengiriman.
Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan urgensi transformasi ini.
“Supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Aktivitas logistik semakin kompleks, menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami. Pelaku industri juga perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi sehingga keputusan bisa diambil tepat waktu. Melihat kebutuhan tersebut, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses di bidang ini saling terhubung dan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur”, ungkapnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa digitalisasi supply chain bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
27 Solusi AI untuk Industri Logistik
Dalam Indonesia AI Day, Indosat memperkenalkan 27 solusi berbasis AI yang dibagi dalam enam kategori utama, yaitu Always-On Supply Chain Operations, Real-Time Operational Command, Unified Digital Experience, Sustainable Revenue Expansion, Secure & Trusted Critical Infrastructure, serta Predictive & Intelligent Decision Making.
Solusi tersebut mencakup konektivitas jaringan privat, telemetri IoT, manajemen armada, video analytics berbasis AI, hingga AI chatbot dan platform omnichannel. Selain itu, tersedia pula layanan keamanan siber dan advanced analytics untuk mendukung pengambilan keputusan di level manajemen.
Di sektor transportasi, teknologi seperti Fleet Management, Fleet Vision, Vision AI, dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan kendaraan secara real-time, termasuk aspek keselamatan dan performa armada. Untuk distribusi dan logistik, Cold Chain Monitoring serta Asset Tracking menjaga kualitas produk melalui visibilitas kondisi barang secara langsung.
Sementara pada level fasilitas, pendekatan Smart Facility, Energy Management, Connected AGV, dan Unified Command Center dirancang untuk mengoptimalkan operasional dan meningkatkan efisiensi energi secara menyeluruh.
Dengan semakin ketatnya persaingan global, transformasi berbasis AI menjadi faktor pembeda utama. Implementasi teknologi yang tepat tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Scr/Mashable




















