Intip Uniknya iPhone Air Transparan, Nekat Buang Taptic Engine Demi Slot Kartu SIM

25.02.2026
Intip Uniknya iPhone Air Transparan, Nekat Buang Taptic Engine Demi Slot Kartu SIM
Intip Uniknya iPhone Air Transparan, Nekat Buang Taptic Engine Demi Slot Kartu SIM

Dunia teknologi kembali dihebohkan oleh aksi nekat seorang modder yang berhasil mengubah estetika dan fungsionalitas iPhone Air ultra-tipis melampaui batas desain pabrikan Apple.

Di saat Apple mati-matian mempromosikan desain minimalis dan teknologi eSIM yang sepenuhnya digital, seorang inovator justru melakukan hal sebaliknya dengan membongkar perangkat tersebut untuk menyematkan slot SIM fisik.

Mengutip Gizmochina, Rabu (25/2/2026), proyek ambisius yang didokumentasikan oleh kanal YouTube Linzin Tech ini tidak hanya sekadar mengubah tampilan luar menjadi transparan, tetapi juga melakukan pembedahan perangkat keras yang sangat berisiko guna mengembalikan fitur yang secara sengaja dihilangkan oleh raksasa teknologi asal Cupertino tersebut.

Proses transformasi ini dimulai dengan langkah yang sangat teknis, yaitu menghilangkan lapisan warna buram pada panel kaca belakang perangkat menggunakan teknologi laser presisi.

Dengan ketelitian tinggi, lapisan cat tersebut dikupas habis tanpa sedikit pun melukai komponen vital yang menempel di bawahnya, terutama koil MagSafe yang menjadi jantung pengisian daya nirkabel.

Hasilnya sangat memukau; panel belakang iPhone Air yang semula solid kini menjadi bening layaknya akuarium teknologi, memperlihatkan tata letak baterai yang padat, struktur papan logika, serta berbagai konektor internal yang biasanya tersembunyi rapat di balik casing ikonik Apple.

Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai ketika sang modder mencoba memasukkan baki nano-SIM ke dalam bodi iPhone Air yang terkenal sangat tipis.

Karena ruang internal perangkat ini dirancang sangat efisien tanpa menyisakan celah sedikit pun, tim modifikasi terpaksa mengambil keputusan ekstrem dengan memotong sebagian bingkai perangkat.

Mereka bahkan harus mencopot Taptic Engine asli, motor haptic canggih milik Apple yang memberikan sensasi getaran presisi, hanya demi memberi ruang bagi baki SIM fisik.

Sebagai gantinya, mereka memasang motor getar pihak ketiga yang berukuran jauh lebih kecil agar komponen baru tersebut bisa masuk ke dalam arsitektur ponsel yang sangat padat.

Keberhasilan proyek ini terbukti secara fungsional ketika ponsel modifikasi tersebut mampu mendeteksi jaringan seluler menggunakan kartu SIM fisik melalui proses penyolderan mikro tingkat papan yang sangat rumit.

Pencapaian ini menjadi pembuktian bahwa desain perangkat yang sangat tertutup sekalipun masih bisa diutak-atik oleh tangan-tangan kreatif. Kendati demikian, fungsionalitas ini harus dibayar dengan harga yang cukup mahal karena performa perangkat dilaporkan menurun.

Penghapusan bantalan termal selama proses laser membuat pembuangan panas menjadi tidak optimal, yang berujung pada penurunan performa CPU atau thermal throttling saat perangkat digunakan untuk tugas berat secara terus-menerus.

Selain masalah panas, modifikasi struktural ini secara otomatis menghanguskan sertifikasi ketahanan air dan debu IP68 serta seluruh garansi resmi dari Apple. Bagi pengguna awam, pengorbanan ini tentu dianggap tidak masuk akal karena merusak integritas perangkat premium yang berharga mahal.

Namun bagi komunitas pecinta perangkat keras, eksperimen ini menjadi pengingat menarik bahwa di balik desain estetis yang serba terkunci, selalu ada celah bagi inovasi manual untuk mengeksplorasi potensi tersembunyi sebuah teknologi.

Ini adalah simbol perlawanan terhadap tren digitalisasi total yang terkadang membatasi kebebasan fisik pengguna atas perangkat yang mereka miliki.

Scr/Mashable




Don't Miss