Jenius Study 2026: Gaya Traveling Tiap Generasi, Sama Frekuensi tapi Beda Cara

31.03.2026
Jenius Study 2026: Gaya Traveling Tiap Generasi, Sama Frekuensi tapi Beda Cara
Jenius Study 2026: Gaya Traveling Tiap Generasi, Sama Frekuensi tapi Beda Cara

Gaya traveling masyarakat Indonesia terus mengalami perubahan, terutama jika dilihat dari perbedaan generasi.

Melalui laporan terbaru, Jenius mengungkap bagaimana Gen X, Gen Y, dan Gen Z memiliki kebiasaan, preferensi, hingga cara mengatur keuangan yang berbeda saat bepergian.

Studi bertajuk Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi ini melibatkan 300 responden melalui survei dan wawancara mendalam.

Hasilnya menunjukkan bahwa traveling kini bukan sekadar liburan, melainkan bagian dari gaya hidup sekaligus refleksi cara seseorang mengelola prioritas dan finansial.

Gaya Traveling Tiap Generasi: Sama Frekuensi, Beda Cara

Secara umum, ketiga generasi ini memiliki frekuensi traveling yang hampir sama, yaitu sekitar 1–2 kali dalam setahun. Namun, cara mereka menikmati perjalanan sangat berbeda.

Gen X cenderung mengutamakan kenyamanan dan efisiensi. Mereka lebih suka destinasi ramah keluarga dan menyusun itinerary yang terstruktur agar waktu tidak terbuang.

Berbeda dengan Gen X, Gen Y lebih fleksibel dan mencari pengalaman unik. Mereka tetap memiliki rencana perjalanan, tetapi tidak ragu untuk mengubahnya jika menemukan destinasi menarik di tengah perjalanan.

Sementara itu, Gen Z dikenal paling spontan. Banyak keputusan traveling mereka dipengaruhi oleh media sosial dan rekomendasi teman. Mereka tidak ragu mengubah rencana demi mendapatkan pengalaman yang lebih seru dan autentik.

Destinasi Favorit: Dari Lokal hingga Mancanegara

Menariknya, ada beberapa destinasi yang menjadi favorit lintas generasi. Untuk perjalanan domestik, kota seperti Magelang, Labuan Bajo, Yogyakarta, Bali, dan Lombok masih menjadi primadona.

Sedangkan untuk perjalanan luar negeri, Jepang, Tiongkok, Thailand, Singapura, hingga negara-negara di Eropa menjadi tujuan utama. Pilihan ini menunjukkan bahwa wisata budaya, alam, dan pengalaman unik masih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan Indonesia.

Salah satu temuan penting dari studi ini adalah perubahan pola pikir terkait keuangan. Lebih dari 50% responden sudah menyiapkan budget traveling sejak tiga bulan sebelum keberangkatan.

Gen X melihat perencanaan budget sebagai hal wajib yang harus dipastikan sejak awal. Gen Y cenderung lebih fleksibel—mereka menyiapkan dana, tetapi destinasi bisa menyesuaikan kondisi finansial.

Sementara itu, Gen Z memiliki pendekatan berbeda. Mereka fokus mengumpulkan dana sebanyak mungkin terlebih dahulu agar bisa lebih bebas saat traveling.

Perilaku Belanja Saat Traveling

Perbedaan karakter generasi semakin terlihat saat mereka sudah berada di destinasi.

Gen X dikenal sebagai Smart Planner. Mereka rajin membandingkan harga dan memanfaatkan promo untuk menjaga pengeluaran tetap efisien.

Gen Y berada di tengah-tengah. Selain tetap memperhatikan budget, mereka juga termasuk Comfort Seeker yang rela membayar lebih demi kenyamanan, seperti hotel strategis atau transportasi yang praktis.

Gen Z memiliki kecenderungan sebagai Experience Spender. Mereka lebih rela mengeluarkan uang untuk pengalaman unik seperti kuliner khas, konser, hingga aktivitas lokal yang tidak bisa didapatkan setiap hari.

Kesimpulannya, semakin muda generasinya, semakin besar keinginan untuk mengeluarkan uang demi pengalaman, bukan sekadar efisiensi.

Peran Fitur Digital dalam Traveling Modern

Dalam mendukung kebutuhan traveling, Jenius menghadirkan berbagai fitur yang relevan, mulai dari mata uang asing, kartu debit dan kredit, hingga program reward seperti Yay Points.

Selain itu, fitur seperti Flexi Saver, Dream Saver, hingga Flexi Cash membantu pengguna mengelola dana dengan lebih fleksibel. Kehadiran QRIS Cross Border juga memudahkan transaksi di luar negeri tanpa ribet.

Hal ini menunjukkan bahwa layanan perbankan digital kini menjadi bagian penting dalam mendukung gaya hidup traveling modern.

Scr/Mashable




Don't Miss