Kemitraan Strategis Hesai x Grab Bawa Teknologi Lidar Tercanggih ke Pasar ASEAN

06.02.2026
Kemitraan Strategis Hesai x Grab Bawa Teknologi Lidar Tercanggih ke Pasar ASEAN
Kemitraan Strategis Hesai x Grab Bawa Teknologi Lidar Tercanggih ke Pasar ASEAN

Lanskap teknologi di Asia Tenggara baru saja memasuki babak baru yang sangat menjanjikan berkat kolaborasi strategis antara Hesai Technology dan Grab.

Sebagai pemimpin global dalam solusi Lidar (Light Detection and Ranging), Hesai secara resmi menunjuk Grab sebagai distributor eksklusif untuk seluruh produk mereka di kawasan Asia Tenggara.

Melalui kemitraan ini, Grab tidak hanya sekadar menjadi penyedia layanan mobilitas, tetapi juga mengambil peran krusial dalam memimpin penjualan, dukungan teknis, hingga pemasaran sensor Lidar mutakhir yang akan menjadi tulang punggung revolusi industri robotik dan sistem otonom di berbagai negara tetangga.

Langkah berani ini memungkinkan Hesai untuk mengekspansi jangkauan teknologinya dengan memanfaatkan kekuatan jaringan distribusi Grab yang sangat luas dan mendalam.

Bagi para pelaku industri di Asia Tenggara, kolaborasi ini adalah angin segar karena akses terhadap sensor Lidar berkualitas tinggi kini menjadi jauh lebih cepat, mudah, dan terjamin keandalannya.

Lebih dari sekadar urusan dagang, penunjukan Grab sebagai mitra eksklusif juga memberikan jaminan pasokan teknologi yang stabil bagi Grab sendiri untuk terus menyempurnakan kapabilitas pemetaan serta mobilitas otonom yang sedang mereka kembangkan demi pengalaman pengguna yang lebih cerdas.

Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder Grab, menegaskan bahwa perluasan akses terhadap teknologi Lidar kelas dunia ini merupakan langkah fundamental dalam memperkuat ekosistem kecerdasan buatan.

Dengan teknologi ini, Grab pada dasarnya sedang menyediakan “mata” bagi perangkat robotik agar mampu “melihat” serta bernavigasi secara aman di lingkungan yang kompleks.

Visi besarnya adalah memastikan bahwa kecerdasan spasial 3D (3D Intelligence) tidak lagi menjadi barang langka, melainkan sebuah standar baru yang dapat diadopsi oleh berbagai sektor industri di seluruh kawasan ini untuk efisiensi yang lebih baik.

Senada dengan hal tersebut, David Li selaku CEO Hesai melihat bahwa Lidar adalah jantung dari persepsi otonom yang memungkinkan mesin beroperasi dengan tingkat keamanan maksimal.

Saat ini, pasar Asia Tenggara sedang menunjukkan rasa lapar yang besar terhadap solusi otomatisasi, terutama di sektor manufaktur, logistik, hingga robot layanan (service robots).

Melalui tangan dingin Grab, Hesai optimis dapat menghadirkan teknologi yang sudah matang dan teruji untuk mempercepat adopsi Lidar secara massal, mengubah cara robot lokal berinteraksi dengan dunia fisik di sekitarnya.

Sebagai informasi, Lidar merupakan teknologi pengindraan jauh yang memanfaatkan pantulan cahaya untuk memetakan lingkungan dengan presisi yang sangat luar biasa.

Hesai sendiri telah lama mendominasi pangsa pasar global, mulai dari sektor otomotif secara umum, sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS), hingga mobilitas otonom sepenuhnya.

Dengan proyeksi lonjakan permintaan otomatisasi berbasis AI di Asia Tenggara, penggunaan Lidar diprediksi akan segera bergeser dari sekadar tahap eksperimen atau uji coba menuju fase implementasi komersial berskala besar yang nyata di lapangan.

Kemitraan ini pada akhirnya menempatkan Grab dan Hesai sebagai pionir dalam mendorong pengembangan Embodied AI, sebuah konsep di mana kecerdasan buatan tidak lagi hanya terjebak di dalam layar digital, tetapi benar-benar terwujud dalam bentuk fisik mesin yang mampu berinteraksi secara aman.

Dengan memfasilitasi akses perangkat keras yang mumpuni, kedua perusahaan ini membantu berbagai industri untuk melampaui batasan digital dan beroperasi secara cerdas di tengah kompleksitas lingkungan perkotaan Asia Tenggara.

Ke depannya, kolaborasi ini akan terus diperkuat untuk memastikan teknologi Lidar menjadi motor penggerak utama kemajuan teknologi di kawasan ini.

Scr/Mashable




Don't Miss