Laporan AI Agoda 2025: Kenapa Developer Masih Ragu Lepas Kontrol ke AI?

09.02.2026
Laporan AI Agoda 2025: Kenapa Developer Masih Ragu Lepas Kontrol ke AI?
Laporan AI Agoda 2025: Kenapa Developer Masih Ragu Lepas Kontrol ke AI?

Lanskap teknologi di Asia Tenggara dan India tengah mengalami transformasi besar-besaran seiring dengan penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang mencapai skala masif.

Berdasarkan temuan terbaru dari Agoda AI Developer Report 2025, AI kini bukan lagi sekadar tren pelengkap, melainkan bagian rutin dari alur kerja pengembangan perangkat lunak harian.

Namun, di balik adopsi yang meluas tersebut, terdapat sebuah paradoks yang menarik: tingkat kepercayaan terhadap keandalan AI ternyata belum sepenuhnya matang.

Para pengembang saat ini cenderung bersikap hati-hati dan memperlakukan AI sebagai akselerator produktivitas, alih-alih menganggapnya sebagai pengganti penilaian manusia yang mutlak.

Data menunjukkan bahwa hampir sembilan dari sepuluh pengembang di kawasan ini telah menggunakan AI setiap minggunya, dengan peningkatan produktivitas yang terlihat jelas secara nyata.

Meski demikian, rasa percaya diri para insinyur terhadap hasil kerja AI tidak tumbuh secepat frekuensi penggunaannya. Hanya sekitar 43% responden yang meyakini bahwa AI mampu bekerja setara dengan mid-level engineer.

Skeptisisme ini bahkan melampaui rata-rata regional di beberapa pasar utama, seperti Thailand, India, Filipina, hingga Singapura, yang menunjukkan adanya celah lebar antara pemanfaatan alat dengan keyakinan terhadap kualitas outputnya.

Keraguan ini semakin dalam pada sebagian kelompok pengembang yang merasa mustahil bagi AI untuk menyamai kualitas kerja manusia saat ini. Sentimen ini paling kuat terasa di Filipina, disusul oleh Singapura, Vietnam, Thailand, dan India.

Hal ini membuktikan bahwa bagi banyak praktisi IT, kesenjangan kepercayaan bukan sekadar keraguan sementara, melainkan sebuah pandangan fundamental.

Kendala utama yang sering dikeluhkan adalah inkonsistensi hasil atau output yang tidak stabil. Sebanyak 79% pengembang menyebutkan bahwa hasil yang tidak andal menjadi penghambat terbesar bagi integrasi AI yang lebih dalam, jauh melampaui masalah aksesibilitas, biaya, maupun ketersediaan perangkat.

Menariknya, para pengembang tidak tinggal diam menghadapi ketidakkonsistenan tersebut. Mereka justru beradaptasi dengan memperketat alur kerja guna menjaga standar kualitas tetap tinggi.

Mayoritas pengembang melaporkan bahwa mereka selalu meninjau ulang kode yang dihasilkan AI sebelum digabungkan ke sistem utama (merging). Alih-alih mengurangi tanggung jawab, penggunaan AI justru meningkatkan penekanan pada pengawasan manusia dan proses verifikasi.

Di sini, insinyur tetap memegang kendali penuh atas hasil akhir, di mana rasa percaya dibangun melalui pengujian berulang dan pengalaman praktis, bukan diberikan secara cuma-cuma kepada mesin.

Idan Zalzberg, Chief Technology Officer di Agoda, menegaskan bahwa keunggulan kompetitif di masa depan tidak lagi ditentukan oleh siapa yang paling cepat mengadopsi AI, melainkan siapa yang mampu membangun kerangka kerja yang jelas untuk penggunaan yang konsisten.

Keunggulan Asia Tenggara dan India terletak pada kecepatan adaptasi dan kedisiplinan praktik pengawasan rekan sejawat (peer oversight). Langkah selanjutnya bagi industri adalah menyelaraskan momentum adopsi ini dengan peningkatan kepercayaan melalui hasil yang lebih prediktif.

Kedewasaan teknologi AI tidak lagi diukur hanya dari seberapa luas ia digunakan, tetapi seberapa besar ia bisa diandalkan tanpa pengawasan yang berlebihan.

Di internal Agoda sendiri, temuan laporan ini mencerminkan dinamika harian tim engineering mereka. Para pengembang didorong untuk bereksperimen dengan berbagai tool AI terbaru, namun tetap wajib menjaga kepemilikan penuh atas hasil kerja mereka.

Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan regional seperti Carousell, MoMo, Omise, dan SCB 10X, laporan tahun 2025 ini memberikan gambaran detail bahwa perjalanan menuju kematangan AI memerlukan lebih dari sekadar teknologi canggih, yakni jembatan kepercayaan yang dibangun di atas konsistensi dan integritas karya manusia.

Scr/Mashable




Don't Miss