Laporan SiteMinder: Staycation dan Wisata Domestik Indonesia Pecahkan Rekor Baru

06.02.2026
Laporan SiteMinder: Staycation dan Wisata Domestik Indonesia Pecahkan Rekor Baru
Laporan SiteMinder: Staycation dan Wisata Domestik Indonesia Pecahkan Rekor Baru

Dinamika industri pariwisata Indonesia di tahun 2025 menunjukkan sebuah transformasi yang sangat menarik, di mana “kandang sendiri” kini menjadi pasar yang paling menggiurkan.

Berdasarkan data terbaru dari SiteMinder, platform akuisisi tamu global yang sangat kredibel, terlihat jelas adanya lonjakan signifikan pada segmen perjalanan domestik.

Tren ini mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia kini jauh lebih antusias untuk mengeksplorasi keindahan nusantara, yang secara otomatis berdampak positif pada angka okupansi hotel di berbagai wilayah.

Fenomena ini bukan sekadar pemulihan sementara, melainkan pergeseran gaya hidup di mana staycation dan perjalanan jarak pendek menjadi prioritas masyarakat dalam mencari hiburan.

Lonjakan minat tersebut jelas terlihat dalam laporan SiteMinder’s Hotel Booking Trends yang diolah dari ratusan juta data pemesanan di seluruh dunia. Pada tahun 2025, pangsa pasar tamu domestik di hotel-hotel Indonesia meroket hingga mencapai angka 48 persen, sebuah peningkatan yang sangat tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Capaian ini bahkan menempatkan Indonesia di posisi kedua secara global dalam hal pertumbuhan tamu lokal, hanya kalah tipis dari Kanada.

Menariknya, seiring dengan dominasi wisatawan nusantara yang kian kuat, ketergantungan pada tamu mancanegara mulai melandai ke angka 52 persen, menciptakan sebuah keseimbangan pasar yang lebih stabil dan tidak lagi hanya bergantung pada musim liburan internasional.

Perubahan perilaku ini juga menciptakan pola yang unik dalam ekosistem pemesanan akomodasi. Kini, para pelancong Indonesia cenderung melakukan pemesanan hotel dengan cara yang lebih praktis dan mendadak atau last-minute booking.

Rata-rata waktu pemesanan kini terpangkas menjadi hanya 19 hari sebelum tanggal menginap, jauh di bawah rata-rata wisatawan global yang masih berada di angka 32 hari.

Yang paling membanggakan, Indonesia kini menyandang predikat sebagai negara dengan tingkat pembatalan pemesanan terendah di dunia, yakni hanya 11,38 persen.

Hal ini menandakan bahwa ketika orang Indonesia sudah memesan hotel, mereka memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk benar-benar datang dan menginap, sebuah sinyal positif bagi manajemen pendapatan para pengelola hotel.

Fifin Prapmasari selaku Country Manager SiteMinder Indonesia melihat fenomena ini sebagai peluang emas bagi para pelaku industri untuk berinovasi. Dengan karakter wisatawan lokal yang lebih suka menginap dalam durasi singkat namun intens, hotel-hotel didorong untuk lebih kreatif dalam meramu paket penawaran.

Bukan lagi sekadar menjual kamar, hotel kini harus mampu menjual “pengalaman” yang relevan dengan selera lokal, mulai dari fasilitas unik hingga promo kuliner autentik.

Fleksibilitas harga dan respons yang cepat terhadap dinamika pasar menjadi kunci utama agar hotel bisa tetap kompetitif di tengah tren perjalanan domestik yang kian dinamis ini.

Menariknya, distribusi keramaian atau peak season di tahun 2025 juga terlihat lebih merata. Meskipun bulan Juli dan Agustus tetap menjadi favorit, lonjakan pemesanan di awal tahun seperti bulan Januari mulai menunjukkan taji berkat libur Tahun Baru dan perayaan Imlek yang lebih awal.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa wisatawan kita sudah semakin cerdas dalam merencanakan perjalanan; mereka mulai mencari waktu-waktu “nanggung” untuk mendapatkan harga yang lebih bersahabat dan suasana yang tidak terlalu sesak.

Bagi manajemen hotel, ini adalah kabar baik karena aliran pendapatan menjadi lebih stabil sepanjang tahun tanpa harus mengalami penurunan drastis di luar musim liburan utama.

Terakhir, dominasi platform digital tetap menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan industri ini. Nama-nama besar seperti Booking.com dan Expedia memang masih memimpin, namun kekuatan platform lokal seperti Traveloka dan Tiket.com terbukti tidak tergoyahkan karena kedekatannya dengan kebutuhan pengguna di Indonesia.

Selain itu, kebangkitan Trip.com yang mencapai posisi tertingginya menunjukkan bahwa koneksi perjalanan dengan pasar Asia, khususnya Tiongkok, mulai kembali menguat.

Dengan kombinasi data yang solid dari SiteMinder yang melayani puluhan ribu hotel secara global, laporan ini menjadi kompas bagi para pengusaha properti di Indonesia untuk tetap gesit dalam menangkap setiap peluang, baik dari tamu lokal yang setia maupun tamu internasional yang terus berdatangan.

Scr/Mashable




Don't Miss