Mengenal Sprout, Robot Humanoid Fauna Robotics yang Kini Resmi Jadi Milik Amazon

27.03.2026
Mengenal Sprout, Robot Humanoid Fauna Robotics yang Kini Resmi Jadi Milik Amazon
Mengenal Sprout, Robot Humanoid Fauna Robotics yang Kini Resmi Jadi Milik Amazon

Raksasa e-commerce global, Amazon, kembali mengguncang industri teknologi dengan mengonfirmasi akuisisi terhadap Fauna Robotics. Startup ambisius berusia dua tahun ini dikenal lewat pengembangan robot humanoid berukuran anak-anak yang dirancang untuk berinteraksi dengan manusia secara lebih personal.

Dikutip dari Techcrunch, Kamis (26/3/2026), langkah ini menandai keseriusan Amazon dalam mengintegrasikan robotika canggih ke dalam kehidupan sehari-hari konsumennya di seluruh dunia.

Keputusan akuisisi ini pertama kali diendus oleh Bloomberg, meski detail finansial dan nilai kesepakatan masih dirahasiakan oleh kedua belah pihak. Namun, satu hal yang pasti: seluruh talenta berbakat di balik Fauna Robotics, termasuk para pendiri yang merupakan mantan insinyur elit dari Meta dan Google, kini resmi bergabung dengan tim Amazon yang berbasis di New York City.

Visi Robotika yang “Aman dan Menyenangkan”

Amazon melihat potensi besar pada teknologi yang dikembangkan oleh Fauna. Dalam pernyataan resminya, juru bicara Amazon mengungkapkan antusiasme mereka terhadap visi Fauna dalam menciptakan robot yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga terasa aman dan menyenangkan bagi semua orang.

Penggabungan keahlian robotika Amazon dengan pengalaman puluhan tahun dalam melayani pelanggan di sektor ritel diharapkan mampu melahirkan inovasi baru. Robot ini diproyeksikan menjadi asisten pintar masa depan yang mampu membuat tugas-tugas di rumah menjadi jauh lebih mudah dan efisien, melampaui kemampuan perangkat smart home yang ada saat ini.

Mengenal “Sprout”: Robot Humanoid Berkaki Dua

Produk unggulan yang menjadi daya tarik utama dari akuisisi ini adalah Sprout. Robot ini memiliki desain unik dengan bobot sekitar 26,7 kg (59 pon). Berbeda dengan robot industri yang tampak kaku, Sprout dirancang sebagai robot berkaki dua dengan proporsi tubuh menyerupai anak-anak, membuatnya lebih mudah diterima secara psikologis di lingkungan domestik atau sosial.

Sejak awal tahun 2026, Sprout sebenarnya sudah mulai dikirimkan secara terbatas kepada sejumlah mitra penelitian dan pengembangan (R&D) terpilih. Kehadiran tim Fauna di bawah payung Amazon diyakini akan mempercepat produksi massal dan penyempurnaan fitur kecerdasan buatan yang tertanam pada Sprout agar lebih adaptif dengan lingkungan rumah tangga yang dinamis.

Agresivitas Amazon di Sektor Robotika Otonom

Akuisisi Fauna Robotics ini bukanlah kejutan tunggal di bulan Maret 2026. Amazon tampaknya sedang dalam mode “belanja” teknologi besar-besaran. Belum lama ini, Amazon juga mengonfirmasi akuisisi terhadap Rivr, sebuah startup robotika otonom asal Zurich, Swiss.

Rivr dikenal luas berkat inovasi robot pengirim barang yang memiliki kemampuan unik: menaiki tangga. Dengan mencaplok Rivr dan Fauna sekaligus, Amazon seolah sedang menyusun puzzle besar untuk mendominasi seluruh rantai otomatisasi, mulai dari logistik pengiriman barang hingga asisten pribadi di dalam ruang tamu pelanggan.

Strategi ini menunjukkan bahwa masa depan yang sering kita lihat di film fiksi ilmiah, di mana robot berjalan berdampingan dengan manusia, kini tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan di bawah bendera Amazon.

Scr/Mashable




Don't Miss