Nama Jeffrey Epstein kembali mencuat dalam dokumen-dokumen hukum terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat.
Kali ini, sorotan tertuju pada perannya di balik layar dunia teknologi, khususnya terkait upayanya mengatur pertemuan antara CEO Apple Tim Cook dan mantan petinggi Microsoft, Steven Sinofsky.
Fakta ini membuka sisi lain dari jejaring pengaruh Epstein yang ternyata menjangkau eksekutif puncak perusahaan teknologi global.
Steven Sinofsky dikenal luas sebagai sosok penting di balik pengembangan Windows 8. Setelah meninggalkan Microsoft pada 2012, Sinofsky dilaporkan meminta bantuan Epstein untuk menegosiasikan paket “pensiun” senilai USD 14 juta.
Namun, peran Epstein tidak berhenti di situ. Email yang kini terungkap menunjukkan bahwa ia juga membantu Sinofsky menjajaki peluang karier baru, termasuk membuka jalur komunikasi dengan perusahaan raksasa seperti Samsung dan Apple.
Dilansir dari The Verge (03/02/26), dalam salah satu email tertanggal November 2012, Epstein menulis bahwa Tim Cook sebenarnya “antusias untuk bertemu” dengan Sinofsky.
Akan tetapi, ada satu ganjalan. Cook disebut mendapat informasi bahwa Sinofsky tengah merintis perusahaan baru bersama Scott Forstall, mantan petinggi Apple yang kala itu baru saja angkat kaki dari Cupertino. Informasi tersebut membuat Cook ragu dan mempertimbangkan untuk menolak pertemuan tersebut.
Menariknya, meskipun sempat tertunda, komunikasi itu tidak benar-benar berakhir. Enam bulan berselang, tepatnya pada Mei 2013, Sinofsky mengirim email kepada Epstein yang menyebut bahwa ia akhirnya bertemu langsung dengan Tim Cook.
Dalam pertemuan tersebut, Cook disebut menyampaikan pesan yang cukup terbuka, yakni agar keduanya tetap menjalin komunikasi dan berbicara lebih serius jika Sinofsky berniat kembali bekerja penuh waktu di masa depan.
Di sela-sela rangkaian email itu, muncul pula nama Ian Osborne, seorang investor asal Inggris yang dikenal memiliki koneksi luas di kalangan miliarder global. Dalam salah satu pesan, Osborne menyebut dirinya baru saja bertemu Tim Cook dan akan segera menghubungi Epstein.
Korespondensi ini semakin menegaskan betapa luasnya jejaring relasi Epstein di dunia bisnis dan teknologi, bahkan setelah reputasinya mulai dipertanyakan.
Meski dokumen-dokumen ini tidak menunjukkan adanya pelanggaran hukum langsung oleh Tim Cook atau pihak Apple, keterkaitan nama Epstein dalam proses perkenalan dan lobi tingkat tinggi jelas menimbulkan pertanyaan publik.
Terlebih, fakta bahwa seorang tokoh kontroversial seperti Epstein pernah berperan sebagai “penghubung” antara eksekutif teknologi papan atas menjadi sorotan tersendiri.
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana dunia teknologi, investasi, dan kekuasaan sering kali saling bersinggungan di balik layar. Relasi informal, perantara berpengaruh, hingga jaringan personal ternyata memiliki peran besar dalam menentukan arah karier dan kerja sama strategis.
Dengan terus dibukanya arsip dan email lama, bukan tidak mungkin akan muncul nama-nama besar lainnya yang terseret dalam kisah panjang Epstein.
Scr/Mashable


















