Nasib Kacamata Pintar Meta Terancam? Solos Ajukan Gugatan Pelanggaran Paten

26.01.2026
Nasib Kacamata Pintar Meta Terancam? Solos Ajukan Gugatan Pelanggaran Paten
Nasib Kacamata Pintar Meta Terancam? Solos Ajukan Gugatan Pelanggaran Paten

Dunia teknologi sedang dihebohkan oleh kabar panas dari panggung perangkat wearable. Meta, raksasa di balik kesuksesan kacamata pintar Ray-Ban Meta, kini harus berhadapan dengan gugatan hukum serius dari kompetitornya, Solos.

Menurut laporan terbaru dari Bloomberg dan dikutip dari Engadget, Senin (26/1/2026), produsen kacamata pintar tersebut melayangkan tuntutan ganti rugi bernilai fantastis, yakni miliaran dolar.

Tak main-main, Solos juga mendesak pengadilan untuk mengeluarkan perintah yang bisa menghentikan total penjualan kacamata Ray-Ban Meta di pasar.

Akar masalah ini bermula dari klaim Solos yang menyebut bahwa kacamata Ray-Ban Meta Wayfarer Gen 1 telah melanggar beberapa paten “teknologi inti” di industri kacamata pintar.

Meski nama Solos mungkin belum sepopuler kolaborasi Meta dengan Essilor Luxottica, perusahaan ini sebenarnya telah lama memasarkan produk dengan fitur canggih yang serupa.

Salah satunya adalah seri AirGo A5 yang mampu mengontrol musik, melakukan penerjemahan bahasa secara otomatis, hingga mengintegrasikan ChatGPT untuk pencarian web secara real-time.

Hal yang membuat drama hukum ini semakin menarik adalah dugaan adanya keterlibatan “orang dalam” dalam proses pengembangan produk Meta. Solos mengklaim bahwa rahasia dapur mereka bocor karena kedekatan hubungan dengan karyawan Oakley (anak usaha Essilor Luxottica) dan Meta.

Konon, sejak tahun 2015, teknologi Solos sudah diperkenalkan kepada pihak Oakley, bahkan mereka sempat memberikan sampel produk untuk diuji coba pada 2019.

Kecurigaan semakin kuat ketika seorang manajer produk Meta, yang sebelumnya merupakan peneliti di MIT Sloan dan mendalami produk Solos, diduga membawa pengetahuan mendalam tersebut ke perannya di Meta.

Logika gugatan ini menekankan bahwa saat Meta dan Essilor Luxottica akhirnya meluncurkan kacamata pintar mereka sendiri, kedua belah pihak disinyalir sudah mengantongi detail teknis tingkat senior mengenai inovasi milik Solos selama bertahun-tahun.

Hingga saat ini, baik pihak Meta maupun Essilor Luxottica belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan serius ini, sementara para pengamat teknologi terus memantau apakah sengketa ini akan menghambat distribusi perangkat yang sedang naik daun tersebut.

Situasi ini menjadi kerikil tajam bagi Meta, mengingat kacamata pintar Ray-Ban Meta adalah salah satu permata dalam portofolio perangkat keras mereka yang terbilang sukses di pasaran.

Perangkat ini dipandang sebagai masa depan interaksi digital, bahkan Meta baru saja melakukan restrukturisasi besar-besaran di divisi Reality Labs agar lebih fokus pada pengembangan perangkat keras berbasis AI.

Meta sangat berharap bisa membangun kesuksesan yang lebih besar, namun bayang-bayang gugatan Solos kini menjadi ancaman nyata bagi ambisi besar Mark Zuckerberg di dunia kacamata pintar.

Sebagai informasi, kacamata pintar milik Meta mempunyai teknologi yang cukup mumpuni dan sanggup menjadi brand leader kepada para kompetitornya. Semoga masalah ini bisa menemui titik terang.

Scr/Mashable




Don't Miss