ONIC Juara FFBRS 2026: Dominasi Sang Raja Langit dan Sinyal Bahaya untuk FFWS SEA!

18.02.2026
ONIC Juara FFBRS 2026: Dominasi Sang Raja Langit dan Sinyal Bahaya untuk FFWS SEA!
ONIC Juara FFBRS 2026: Dominasi Sang Raja Langit dan Sinyal Bahaya untuk FFWS SEA!

Panggung kompetitif Free Fire tanah air baru saja mencapai klimaksnya setelah tim berjuluk Sang Raja Langit, ONIC, resmi mengunci gelar juara dalam ajang Free Fire Battle Rush Series (FFBRS) 2026 pada Minggu malam, 15 Februari 2026.

Kemenangan dramatis ini diraih setelah ONIC sukses mengamankan Booyah krusial pada ronde keenam, sekaligus memanfaatkan status Champion Rush yang mereka kantongi untuk memastikan trofi jatuh ke pelukan mereka.

Prestasi gemilang ini seolah menjadi penegasan dominasi ONIC di skena esports Indonesia, menyusul rekam jejak impresif mereka yang sebelumnya sukses merajai FFWS SEA 2025 Spring serta mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di ajang SEA Games 2025 lalu.

Turnamen FFBRS 2026 sendiri hadir sebagai ajang pramusim yang sangat bergengsi karena mempertemukan ekosistem kompetitif secara utuh, mulai dari 12 tim profesional papan atas, tim semi-pro, hingga perwakilan komunitas.

Sejak bergulir pada 31 Januari, kompetisi ini menjadi magnet bagi para penggemar karena menyajikan bentrokan lintas level antara raksasa internasional seperti EVOS Divine dan RRQ Kazu, penantang kuat dari Nusantara Series seperti Dewa United, hingga kejutan dari jalur pelajar yakni SMAN 5 Ambon yang merupakan jawara Garena Youth Championship 2025.

Inklusivitas ini sengaja diciptakan untuk memberikan panggung pembuktian bagi tim-tim akar rumput agar bisa mengasah mental bertarung dan adu strategi secara langsung dengan para idola mereka di level tertinggi.

Keberhasilan ONIC di turnamen ini diakui oleh sang pelatih, Ahmad Fadly Masturoh atau yang akrab disapa AFM, sebagai modal berharga sekaligus bahan evaluasi mendalam sebelum mereka terjun ke kancah internasional FFWS SEA mendatang.

Coach AFM menekankan bahwa kemampuan anak asuhnya dalam beradaptasi dengan gaya bermain tim-tim baru yang belum pernah ditemui sebelumnya adalah kunci utama kesuksesan ini.

“Setiap lawan memberikan pelajaran berbeda yang akan memperkaya variasi strategi tim saat nantinya harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh dari negara tetangga di panggung Asia Tenggara,” katanya.

Menariknya, Coach AFM juga memberikan sorotan tajam terhadap perkembangan tim-tim nasional yang belum mencicipi panggung internasional.

“Secara teknis dan kemampuan individu, tim seperti Vesakha dan Sriwijaya dari jalur FFNS sebenarnya sudah memiliki level yang setara dengan tim-tim besar seperti Bigetron by Vitality maupun RRQ Kazu,” tambahnya.

Perbedaan mendasar yang menjadi pemisah hanyalah pada aspek kedewasaan gameplay dan pengambilan objektif di lapangan, terutama dalam hal membaca pergerakan zona serta menentukan momentum yang tepat untuk melancarkan serangan mematikan ke arah lawan.

Ketegangan di babak Grand Final FFBRS 2026 memang tidak bisa terelakkan, terutama saat EVOS Divine mencoba bangkit dari performa kurang maksimal mereka di fase reguler untuk memberikan perlawanan sengit.

Dewa United Horus dan Bigetron Vitality pun sempat menjadi ancaman serius yang membayangi posisi puncak berkat format Champion Rush yang membuat perolehan poin menjadi sangat dinamis.

Namun, ketenangan ONIC dalam mengeksekusi rencana permainan membuat mereka mampu menyudahi perlawanan para rival di gim keenam, meninggalkan EVOS Divine di posisi runner-up dengan koleksi 101 poin, diikuti oleh Dewa United Horus yang harus puas menempati urutan ketiga.

Scr/Mashable




Don't Miss