Kabar mengenai peluncuran fitur “Mode Dewasa” di ChatGPT kini menemui jalan buntu untuk kedua kalinya. OpenAI, perusahaan di balik revolusi kecerdasan buatan, secara resmi mengumumkan penundaan akses fitur yang memungkinkan pengguna dewasa terverifikasi untuk berinteraksi dengan konten erotis maupun konten eksplisit lainnya.
Dikutip dari Techcrunch, Selasa (10/3/2026), keputusan ini memicu diskusi hangat di kalangan pemerhati teknologi mengenai arah kebijakan moral dan prioritas bisnis perusahaan pimpinan Sam Altman tersebut.
Komitmen “Treating Adults Like Adults” yang Terbentur Realita
Awal mula rencana ini mencuat pada Oktober lalu ketika Sam Altman memperkenalkan prinsip “Treating adults like adults” (memperlakukan orang dewasa sebagaimana mestinya). Visi ini bertujuan untuk melonggarkan filter keamanan yang selama ini dianggap terlalu kaku bagi pengguna berusia di atas 18 tahun.
Dalam memos internal dan pernyataan publiknya, Altman menjanjikan bahwa dengan sistem verifikasi usia yang menyeluruh, ChatGPT akan diizinkan untuk menghasilkan konten yang lebih luas, termasuk materi erotis yang selama ini dilarang keras oleh kebijakan penggunaan OpenAI.
Namun, mengintegrasikan konten dewasa ke dalam model bahasa besar (Large Language Model) bukanlah perkara mudah. Ada risiko besar terkait bias, keamanan data pribadi saat proses verifikasi identitas, hingga potensi penyalahgunaan yang bisa merusak reputasi OpenAI di mata publik dan regulator.
“Kode Merah” dan Pergeseran Fokus ke Pengalaman Inti
Penundaan ini bukanlah yang pertama. Awalnya, fitur ini dijanjikan hadir pada Desember lalu. Namun, laporan internal menyebutkan bahwa manajemen OpenAI sempat mengeluarkan status “Kode Merah”.
Alih-alih merilis fitur sensitif seperti mode dewasa, Sam Altman menginstruksikan tim pengembangnya untuk kembali fokus pada “pengalaman inti” ChatGPT.
Status “Kode Merah” ini dipicu oleh persaingan pasar yang semakin sengit. OpenAI menyadari bahwa para kompetitor terus mengejar ketertinggalan dalam hal logika dan pemrosesan data.
Oleh karena itu, tenaga kerja dan sumber daya komputasi yang sedianya dialokasikan untuk membangun infrastruktur “Mode Dewasa” dialihkan untuk memperkuat fondasi AI agar tetap menjadi yang tercerdas di industri.
Prioritas Baru: Kecerdasan, Kepribadian, dan AI Proaktif
Juru bicara OpenAI menjelaskan kepada Axios bahwa penundaan ini dilakukan demi mengejar “pekerjaan dengan prioritas yang lebih tinggi.” Saat ini, OpenAI sedang berambisi mengubah ChatGPT dari sekadar alat tanya-jawab menjadi asisten yang memiliki “kepribadian” lebih kuat dan mampu bertindak secara proaktif.
- Kecerdasan (Intelligence): Meningkatkan kemampuan penalaran (reasoning) agar AI minim halusinasi dan lebih akurat dalam tugas kompleks.
- Kepribadian: Membuat interaksi terasa lebih manusiawi, mampu memahami nuansa emosi, dan tidak kaku dalam berkomunikasi.
- Proaktif: Pengembangan agar ChatGPT bisa mengantisipasi kebutuhan pengguna sebelum diminta, atau memberikan saran yang lebih relevan berdasarkan konteks percakapan sebelumnya.
Tantangan Etika dan Teknis yang Belum Tuntas
Meskipun OpenAI tetap menyatakan keyakinannya pada prinsip kebebasan bagi pengguna dewasa, mereka mengakui bahwa “memberikan pengalaman yang tepat membutuhkan waktu lebih lama.”
Memberikan akses konten dewasa membutuhkan sistem verifikasi identitas yang tahan retas (anti-hack) untuk memastikan tidak ada anak di bawah umur yang bisa menembus celah tersebut. Selain itu, ada kekhawatiran mengenai bagaimana konten tersebut akan memengaruhi pelatihan model AI di masa depan.
Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan penundaan ini akan berakhir. Para analis berpendapat bahwa OpenAI mungkin sedang “bermain aman” untuk menghindari kritik dari pihak konservatif maupun regulator pemerintah, terutama di tengah pengawasan ketat terhadap dampak sosial dari kecerdasan buatan.
Bagi pengguna, penundaan ini berarti ChatGPT akan tetap menjadi platform yang “bersih” dan terjaga untuk waktu yang belum ditentukan. Fokus OpenAI kini jelas: mereka lebih memilih menciptakan asisten virtual yang sangat cerdas dan proaktif daripada sekadar asisten yang bisa melayani permintaan konten dewasa.
Scr/Mashable




















