Perusahaan Teknologi Vietnam Gandeng Perusahaan Global Garap Smartphone AI, 5G Advanced, dan 6G

09.03.2026
Perusahaan Teknologi Vietnam Gandeng Perusahaan Global Garap Smartphone AI, 5G Advanced, dan 6G
Perusahaan Teknologi Vietnam Gandeng Perusahaan Global Garap Smartphone AI, 5G Advanced, dan 6G

Perusahaan telekomunikasi dan teknologi milik Vietnam, Viettel, memperkuat posisinya di industri teknologi global dengan menandatangani lebih dari 10 perjanjian kerja sama strategis dengan raksasa teknologi dunia. Kesepakatan tersebut diumumkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona, Spanyol.

Kemitraan ini melibatkan sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Qualcomm, Intel, AMD, dan Ericsson. Kolaborasi tersebut difokuskan pada pengembangan teknologi masa depan, mulai dari jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI), 5G Advanced, hingga riset awal jaringan 6G.

Langkah ini menunjukkan ambisi Vietnam untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pemain penting dalam pengembangan standar teknologi global.

Salah satu kerja sama utama yang diumumkan adalah antara Viettel dan Qualcomm dalam pengembangan perangkat seluler pintar berbasis AI.

Dalam kemitraan tersebut, teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Viettel akan diintegrasikan ke dalam platform perangkat kelas atas Qualcomm. Integrasi ini bertujuan menciptakan generasi baru perangkat pintar yang akan menjadi terminal utama dalam ekosistem jaringan 5G dan nantinya 6G.

Sebelumnya, kedua perusahaan juga telah bekerja sama dalam pengembangan perangkat jaringan berbasis teknologi Open RAN. Viettel menggunakan chipset Qualcomm seperti QRU100 dan X100 untuk perangkat 5G yang kini telah digunakan di Vietnam serta sejumlah pasar internasional seperti India dan Uni Emirat Arab.

CEO Viettel, Tao Duc Thang, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Vietnam untuk menguasai teknologi inti.

Menurutnya, keterlibatan Viettel dalam aliansi global 6G menunjukkan komitmen perusahaan dalam berkontribusi pada pengembangan standar teknologi generasi berikutnya sejak tahap awal.

Dalam kerja sama lanjutan dengan Qualcomm, Viettel juga akan melakukan riset arsitektur jaringan 6G serta pengujian awal sistem dan perangkat pra-komersial.

Perusahaan menargetkan uji coba teknologi 6G dapat dimulai sekitar 2028, dengan potensi peluncuran komersial pada 2029.

Presiden Qualcomm, Cristiano Amon, menyatakan kemitraan ini akan mempercepat kemampuan Vietnam dalam menguasai teknologi digital strategis.

Ia menilai kolaborasi Viettel dan Qualcomm telah membangun salah satu infrastruktur 5G yang cukup maju, yang akan menjadi fondasi penting untuk pengembangan teknologi masa depan.

Selain Qualcomm, unit jaringan Viettel juga menjalin kemitraan dengan Ericsson untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam pengelolaan jaringan telekomunikasi.

Melalui kerja sama ini, teknologi otomatisasi jaringan milik Ericsson akan dikombinasikan dengan pengalaman Viettel dalam mengoperasikan jaringan berskala besar.

Presiden Ericsson Vietnam, Rita Mokbel, mengatakan penerapan AI akan memungkinkan jaringan telekomunikasi mendeteksi gangguan secara proaktif, melakukan optimasi cakupan jaringan secara otomatis, serta mempercepat peluncuran layanan digital baru.

Teknologi ini juga diharapkan meningkatkan kualitas koneksi, menghadirkan kecepatan internet lebih stabil, serta mengurangi gangguan layanan bagi pengguna.

Partisipasi Viettel di ajang Mobile World Congress juga menandai transformasi besar perusahaan tersebut dalam hampir satu dekade terakhir.

Selama sembilan tahun mengikuti pameran teknologi terbesar industri seluler dunia itu, Viettel berkembang dari perusahaan yang fokus pada layanan konektivitas menjadi penyedia solusi teknologi digital yang lebih luas.

Direktur Asia Pasifik di GSMA, Terence Wong, menilai Viettel kini memiliki kapabilitas teknologi yang semakin lengkap.

Menurutnya, perusahaan tidak hanya mengembangkan infrastruktur jaringan, tetapi juga teknologi seperti model bahasa besar, perangkat radio, sistem jaringan, hingga layanan digital untuk konsumen dan bisnis.

Transformasi ini membuat Viettel mulai dilihat sebagai pemain teknologi global yang mampu bersaing tidak hanya di pasar negara berkembang, tetapi juga di berbagai pasar internasional.

Scr/Mashable




Don't Miss