Plot Twist! Nvidia Cabut dari OpenAI dan Anthropic Jelang IPO, Ada Apa?

06.03.2026
Plot Twist! Nvidia Cabut dari OpenAI dan Anthropic Jelang IPO, Ada Apa?
Plot Twist! Nvidia Cabut dari OpenAI dan Anthropic Jelang IPO, Ada Apa?

Bos besar Nvidia, Jensen Huang, baru saja melempar kode keras terkait masa depan pendanaan perusahaannya. Dalam ajang Morgan Stanley Technology, Media and Telecom Conference di San Francisco baru-baru ini, Huang mengisyaratkan bahwa era investasi besar Nvidia di OpenAI dan Anthropic kemungkinan besar akan segera berakhir.

“Jendela kesempatan untuk berinvestasi akan tertutup rapat begitu kedua pionir AI tersebut melantai di bursa saham (IPO) yang diprediksi terjadi akhir tahun ini,” katanya yang dikutip Techcrunch, Jumat (6/3/2026).

Langkah ini sebenarnya tergolong rasional. Nvidia tak lagi butuh “membakar uang” demi keuntungan spekulatif di pasar saham. Sebagai penguasa pasar chipset dunia, Nvidia sudah meraup untung melimpah dari penjualan GPU yang menjadi “otak” di balik operasional OpenAI dan Anthropic.

Dengan kata lain, ekosistem yang dibangun Nvidia sudah sangat mapan, sehingga menambah kepemilikan saham di kedua perusahaan tersebut dirasa tidak lagi krusial bagi pertumbuhan jangka panjang mereka.

Strategi Perluasan Ekosistem vs Isu Gelembung AI

Secara diplomatis, juru bicara Nvidia merujuk pada transkrip pendapatan kuartal keempat yang menyatakan bahwa setiap investasi mereka bersifat “sangat strategis” untuk memperdalam jangkauan ekosistem. Namun, di balik narasi resmi tersebut, banyak analis mencium aroma “siklus melingkar” yang sempat memicu isu gelembung AI (AI Bubble).

Fenomena di mana Nvidia menyuntikkan dana, lalu dana tersebut digunakan kembali oleh penerima untuk membeli chip Nvidia, sempat dicibir sebagai taktik “impas” yang hanya mempercantik laporan keuangan.

Realitanya, komitmen Nvidia mulai tampak menyusut. Dari janji awal sebesar $100 miliar untuk OpenAI, investasi yang terealisasi dalam putaran pendanaan terbaru pekan lalu “hanya” menyentuh angka $30 miliar.

Meski Huang menepis adanya keretakan hubungan dengan melabeli isu tersebut sebagai “omong kosong,” fakta di lapangan menunjukkan dinamika yang jauh lebih panas, terutama dengan Anthropic.

Drama Politik dan Daftar Hitam Pentagon

Ketegangan memuncak ketika CEO Anthropic, Dario Amodei, melontarkan kritik pedas yang menyamakan penjualan prosesor AI berperforma tinggi ke pihak Tiongkok dengan “menjual senjata nuklir ke Korea Utara.”

Hubungan ini semakin rumit setelah pemerintahan Trump memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam (blacklist), melarang penggunaan teknologi mereka oleh lembaga federal karena menolak kerja sama untuk senjata otonom.

Kontras dengan Anthropic, OpenAI justru mengambil langkah agresif dengan menggandeng Pentagon. Langkah ini sempat memicu drama di pasar aplikasi; Claude milik Anthropic sempat melesat ke puncak App Store AS karena sentimen publik, sebelum akhirnya merosot kembali.

Kondisi ini menempatkan Nvidia di posisi yang serba salah: memegang saham di dua perusahaan yang kini berseberangan secara politik dan strategis.

Kesimpulan: Jalan Keluar dari Labirin Rumit

Pada akhirnya, alasan Jensen Huang mengenai “jendela IPO yang tertutup” mungkin hanyalah alasan halus untuk keluar dari situasi geopolitik dan persaingan bisnis yang semakin pelik.

Dengan status OpenAI yang kini menjadi mitra pertahanan dan Anthropic yang terisolasi secara regulasi, Nvidia tampaknya memilih untuk menjaga jarak aman.

Fokus Nvidia kini beralih dari investor menjadi penyedia infrastruktur murni, membiarkan para raksasa AI bertarung di arena mereka sendiri sementara Nvidia tetap menjadi pemenang di balik layar.

Scr/Mashable




Don't Miss