Rekor Dunia QR Code Terkecil, Ukurannya Lebih Kecil dari Bakteri

20.02.2026
Rekor Dunia QR Code Terkecil, Ukurannya Lebih Kecil dari Bakteri
Rekor Dunia QR Code Terkecil, Ukurannya Lebih Kecil dari Bakteri

Dunia sains kembali mencatat sejarah. Tim peneliti dari TU Wien (Vienna University of Technology) resmi masuk Guinness World Records berkat pencapaian luar biasa: menciptakan QR code terkecil di dunia dengan luas kurang dari dua mikrometer persegi.

Rekor ini bukan sekadar sensasi teknologi. Di balik ukurannya yang super kecil, terdapat potensi besar untuk masa depan penyimpanan data jangka panjang yang lebih berkelanjutan.

QR code ini memiliki luas hanya 1,98 mikrometer persegi, lebih kecil dibanding banyak bakteri. Sebagai perbandingan, satu mikrometer setara dengan seperseribu milimeter.

Kode tersebut terdiri dari 29 x 29 modul, dengan setiap piksel berukuran sekitar 49 nanometer. Ukuran sekecil ini membuatnya tidak mungkin terlihat dengan mikroskop biasa. Untuk mengamatinya, dibutuhkan mikroskop elektron berpresisi tinggi.

Proses pembuatannya pun tidak sederhana. Para ilmuwan menggunakan teknik focused ion beam (FIB) untuk mengukir QR code tersebut ke dalam lapisan tipis keramik.

Kolaborasi Akademisi dan Startup Teknologi

Proyek ini melibatkan kolaborasi antara peneliti TU Wien dan startup Austria-Jerman bernama Cerabyte.

Tim peneliti dipimpin oleh Prof. Paul Mayrhofer bersama mahasiswa Erwin Peck dan Balint Hajas dari Institute of Materials Science and Technology. Kontribusi penting juga datang dari Thomas Schachinger dari fasilitas USTEM (University Service for Transmission Electron Microscopy).

Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana sinergi antara akademisi dan industri dapat menghasilkan inovasi berkelas dunia.

Tak Terlihat Mata, Hanya Bisa Dilihat Mikroskop Elektron

QR code super mini ini diukir pada lapisan keramik tipis yang biasanya digunakan sebagai pelapis alat industri berkinerja tinggi. Lapisan keramik semacam ini dikenal tahan terhadap suhu ekstrem, tekanan tinggi, dan kondisi lingkungan keras.

Karena ukurannya yang sangat kecil, QR code tersebut hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop elektron. Inilah yang membuat pencapaian ini begitu mengesankan dalam dunia nanoteknologi.

qr code terkecil dunia yvb4

Potensi Revolusi Penyimpanan Data Jangka Panjang

Lebih dari sekadar rekor dunia, inovasi ini membawa harapan besar untuk teknologi penyimpanan data masa depan.

Saat ini, media penyimpanan konvensional seperti hard disk magnetik atau penyimpanan berbasis listrik memiliki masa pakai terbatas, sering kali hanya beberapa tahun. Selain itu, data digital membutuhkan:

  • Pasokan listrik terus-menerus
  • Sistem pendinginan
  • Migrasi data berkala

Tanpa perawatan tersebut, risiko kehilangan data sangat tinggi.

Sebaliknya, penyimpanan data berbasis material keramik memiliki potensi bertahan jauh lebih lama tanpa kebutuhan energi konstan. Hal ini membuka peluang besar untuk penyimpanan arsip jangka panjang yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Teknologi seperti ini sangat relevan di era big data, di mana volume informasi terus meningkat secara eksponensial.

Jika teknologi penyimpanan berbasis keramik ini berhasil dikembangkan secara komersial, kita bisa mengurangi ketergantungan pada sistem penyimpanan yang boros energi.

Inovasi ini menjadi bukti bahwa langkah kecil di dunia nano bisa membawa dampak besar bagi masa depan teknologi global.

Sumber foto: tuwien.at

Scr/Mashable




Don't Miss