Review realme Buds Clip: Desain Unik, Ringan, Nge-Bass Tapi Nyaman di Telinga

11.03.2026
Review realme Buds Clip: Desain Unik, Ringan, Nge-Bass Tapi Nyaman di Telinga
Model C-shaped bridge yang terbuat dari Titanium Alloy.

Tren earbud terus berkembang. Jika beberapa tahun lalu TWS dengan desain in-ear mendominasi pasar, kini mulai bermunculan konsep baru yang mencoba memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih nyaman dan fleksibel.

Salah satu yang menarik perhatian saya belakangan ini adalah realme Buds Clip, sebuah open-ear earbuds terbaru realme dengan desain clip yang terlihat berbeda dari earbud pada umumnya.

Saat pertama kali melihat perangkat ini, saya langsung penasaran. Bentuknya tidak masuk ke dalam telinga seperti earbud biasa, melainkan “menjepit” di bagian luar telinga dengan struktur yang disebut C-bridge design.

Konsep ini membuat realme Buds Clip terasa lebih seperti aksesori yang stylish, bukan sekadar perangkat audio.

Saya pun mencoba menggunakan realme Buds Clip selama beberapa hari untuk berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, jogging ringan, hingga menikmati musik.

Berikut pengalaman lengkap saya menggunakan earbuds open-ear yang unik ini.

Desain Unik dan Nyaman Dipakai Seharian

Hal pertama yang langsung terasa dari realme Buds Clip adalah desainnya yang sangat berbeda. Jika earbud konvensional biasanya masuk ke dalam ear canal, Buds Clip justru menggunakan desain open-ear clip yang menempel di bagian luar telinga.

Struktur utamanya menggunakan C-shaped bridge yang fleksibel. Bagian ini terbuat dari memory titanium alloy, sehingga bisa mengikuti bentuk telinga dengan baik sekaligus tetap kuat.

Model C-shaped bridge yang terbuat dari Titanium Alloy.

Menurut informasi yang saya dapatkan, struktur ini bahkan telah melalui lebih dari 10.000 kali uji tekuk, sehingga daya tahannya cukup meyakinkan.

Saat pertama kali memakainya, saya sempat khawatir earbud ini akan terasa longgar atau mudah lepas. Namun ternyata kekhawatiran itu tidak terjadi.

Desain clip-nya cukup kuat untuk menjaga earbud tetap stabil di telinga, bahkan ketika saya menggerakkan kepala atau berjalan cukup cepat.

Salah satu hal yang paling saya sukai adalah bobotnya yang sangat ringan. Setiap earbud hanya berbobot sekitar 5,3 gram, sehingga hampir tidak terasa saat digunakan.

Bahkan setelah dipakai selama beberapa jam, telinga saya tidak merasa lelah atau tertekan seperti ketika menggunakan earbud in-ear dalam waktu lama.

Desain open-ear juga membuat telinga terasa lebih “lega”. Karena tidak menutup ear canal sepenuhnya, saya masih bisa mendengar suara sekitar.

Hal ini cukup membantu saat bekerja di kafe atau ketika berjalan di luar ruangan karena saya tetap bisa menyadari lingkungan sekitar.

Untuk tampilannya sendiri, realme Buds Clip hadir dalam dua warna yaitu Titanium Black dan Titanium Gold.

Finishing-nya menggabungkan tekstur matte dan glossy yang terlihat modern sekaligus premium. Case-nya juga memiliki lapisan matte yang cukup tahan terhadap sidik jari.

warna realme bud clips 331b
2 varian warna dari realme Buds Clip, Titanium Gold dan Titanium Black.

Ada satu detail kecil yang menurut saya menarik, yaitu breathing light indicator pada case. Lampu ini memberikan efek animasi halus ketika earbud aktif atau sedang terhubung, memberikan kesan teknologi yang cukup futuristik.

Kualitas Audio yang Mengejutkan untuk Open-Ear Earbuds

Biasanya, earbud dengan desain open-ear sering dianggap memiliki kualitas bass yang kurang kuat dibandingkan model in-ear. Namun pengalaman saya dengan realme Buds Clip cukup berbeda.

Earbuds ini menggunakan driver 11mm dual-magnet large-amplitude speaker yang dikombinasikan dengan algoritma audio bernama NextBass.

Teknologi ini berfungsi menyesuaikan frekuensi rendah dan tinggi secara dinamis berdasarkan jenis audio yang diputar.

Ketika saya mencoba memutar beberapa lagu dengan bass yang cukup kuat, hasilnya cukup mengejutkan. Bass yang dihasilkan terasa cukup dalam dan tetap bersih, meskipun desainnya tidak menutup telinga sepenuhnya.

realme buds clip 8 7v96
Pengaturan mode sound melalui aplikasi realme Link

Di sisi lain, frekuensi mid dan treble juga terdengar cukup jelas. Vokal pada lagu pop dan akustik terdengar natural, sementara instrumen seperti gitar dan piano tetap memiliki detail yang baik.

Soundstage yang dihasilkan juga terasa lebih luas dibandingkan earbud biasa. Hal ini kemungkinan berkat kombinasi driver besar dan teknologi 3D Spatial Audio yang dimiliki Buds Clip.

Saat fitur spatial audio diaktifkan melalui aplikasi realme Link, pengalaman mendengarkan terasa lebih imersif. Posisi suara terasa lebih menyebar, sehingga cocok digunakan untuk menonton film atau bermain game.

Untuk gaming, realme Buds Clip juga cukup menarik karena memiliki latency sekitar 45ms berkat penggunaan Bluetooth 5.4. Dalam beberapa sesi bermain game mobile yang saya coba, sinkronisasi audio dengan visual terasa cukup baik tanpa delay yang mengganggu.

Teknologi Audio Cerdas dan Panggilan yang Jernih

Selain kualitas suara untuk musik, realme Buds Clip juga dibekali teknologi Sound-Leap Directional Technology. Teknologi ini berfungsi mengarahkan suara lebih fokus ke telinga pengguna sekaligus mengurangi kebocoran suara.

realme bud clips 5 a4hk

Dalam penggunaan sehari-hari, teknologi ini cukup terasa. Saat mendengarkan musik dengan volume sedang, orang di sekitar saya hampir tidak mendengar suara yang keluar dari earbud.

Untuk kebutuhan panggilan telepon, Buds Clip menggunakan dual microphone dengan AI ENC (Environmental Noise Cancellation). Sistem ini menggunakan beamforming berbasis AI untuk memisahkan suara pengguna dari kebisingan di sekitar.

Ketika saya mencoba melakukan panggilan di luar ruangan, suara saya masih terdengar cukup jelas oleh lawan bicara meskipun ada suara kendaraan di sekitar. Hal ini membuat Buds Clip cukup nyaman digunakan untuk meeting online atau panggilan kerja.

Fitur Tambahan yang Cukup Menarik

Selain fungsi audio utama, realme Buds Clip juga memiliki beberapa fitur tambahan yang membuatnya terasa lebih modern.

Salah satu yang paling menarik adalah AI Translator. Fitur ini memungkinkan earbud digunakan sebagai alat penerjemah percakapan secara real-time hingga 32 bahasa.

Melalui aplikasi realme Link, pengguna dapat mengaktifkan mode Live Translator atau Face-to-Face Translation. Dalam pengujian sederhana yang saya lakukan, fitur ini memang membutuhkan sedikit waktu pemrosesan, dengan jeda sekitar beberapa detik sebelum terjemahan muncul.

realme buds clip 7 1vwb

Meski belum sempurna, fitur ini cukup berguna terutama untuk komunikasi sederhana dengan orang yang berbicara bahasa berbeda.

Baterai Tahan Lama dan Ketahanan IP55

Dalam hal daya tahan, realme Buds Clip juga memberikan performa yang cukup solid.

Earbud ini mampu digunakan hingga sekitar 7 jam pemakaian dalam sekali pengisian, sementara dengan bantuan charging case total penggunaan bisa mencapai 36 jam.

Dalam penggunaan saya sehari-hari, daya tahan ini terasa cukup untuk beberapa hari tanpa perlu sering mengisi ulang.

Proses pengisian daya juga cukup cepat. Menggunakan port USB Type-C, pengisian penuh untuk earbud dan case memakan waktu sekitar 2 jam.

Tapi sayangnya, dalam paket pembelian tidak disertakan kabel pengisian daya. Namun menurut saya, itu bukan masalah besar karena kita bisa menggunakan kabel pengisian daya dari smartphone yang biasa kita gunakan.

realme buds clip 9 t663

Untuk aktivitas olahraga, realme Buds Clip juga sudah memiliki sertifikasi IP55 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air. Saat digunakan untuk jogging ringan, saya tidak khawatir meskipun earbud terkena keringat.

Konektivitas Praktis dan Kontrol Mudah

Dalam penggunaan sehari-hari, realme Buds Clip juga terasa praktis berkat fitur Dual-Device Connection 2.0.

Fitur ini memungkinkan earbud terhubung ke dua perangkat sekaligus, misalnya smartphone dan laptop. Jika ada panggilan masuk di smartphone saat saya sedang mendengarkan musik dari laptop, earbud otomatis berpindah ke perangkat yang menerima panggilan.

Selain itu, Buds Clip juga mendukung Swift Pair untuk perangkat Windows sehingga proses pairing bisa dilakukan dengan lebih cepat.

Kontrolnya juga cukup sederhana melalui tap gesture. Misalnya:

  • Double tap untuk play atau pause
  • Triple tap untuk mengganti lagu
  • Tap untuk menjawab atau mengakhiri panggilan

Semua kontrol ini juga bisa dikustomisasi melalui aplikasi realme Link.

Menariknya, sebelum mencoba Buds Clip saya juga sempat menggunakan realme Buds Air8, yang juga merupakan TWS terbaru realme dengan pendekatan berbeda.

Jika Buds Clip mengandalkan konsep open-ear yang ringan dan nyaman dipakai dalam waktu lama, Buds Air8 justru lebih fokus menghadirkan pengalaman audio yang benar-benar imersif melalui desain in-ear dengan teknologi active noise cancellation hingga 55dB.

realme buds clip 11 4q2h
realme Buds Air8.

Dalam pengalaman saya, Buds Air8 terasa lebih “menutup dunia luar”, sehingga sangat cocok digunakan ketika ingin fokus mendengarkan musik atau menonton film di tempat ramai.

Dari sisi audio, Buds Air8 juga membawa konfigurasi dual driver 11mm woofer dan 6mm tweeter yang memisahkan frekuensi rendah dan tinggi agar detail suara terasa lebih presisi.

Dukungan Hi-Res Audio Wireless dengan codec LHDC 5.0 juga membuat kualitas musik terasa lebih jernih dan kaya detail. Ketika saya menggunakannya untuk mendengarkan beberapa genre musik, soundstage yang dihasilkan terasa lebih fokus dan mendalam dibandingkan earbud biasa.

Namun setelah mencoba Buds Clip, saya justru merasakan pendekatan yang berbeda tetapi sama menariknya. Buds Clip terasa lebih santai dan natural digunakan sepanjang hari karena tidak menutup telinga sepenuhnya, sementara Buds Air8 lebih cocok ketika saya benar-benar ingin menikmati musik dengan kualitas audio yang lebih “studio-like”.

Dengan kata lain, keduanya memiliki karakter berbeda: Buds Air8 untuk pengalaman audio yang lebih imersif, sementara Buds Clip menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas penggunaan sehari-hari.

Sebagai tambahan, realme Buds Air8 juga dilengkapi berbagai fitur modern seperti 6 mikrofon dengan AI noise cancellation untuk panggilan lebih jernih, Bluetooth 5.4 dengan latency sekitar 45ms untuk gaming, serta daya tahan baterai yang mampu mencapai hingga 58 jam penggunaan dengan charging case.

Kombinasi spesifikasi tersebut membuat Buds Air8 terasa seperti paket lengkap bagi pengguna yang mencari TWS premium dengan kualitas audio dan fitur yang lebih maksimal.

Harga realme Buds Clip dan realme Buds Air8

Jika melihat fitur yang ditawarkan, baik realme Buds Clip maupun realme Buds Air8 sebenarnya berada di segmen harga yang masih cukup kompetitif untuk kategori TWS modern.

realme buds clip 10 jb12
Kiri: realme Buds Air8, Kanan: realme Buds Clip.

realme Buds Clip sendiri diluncurkan dengan harga Rp899.000 (Rp799.000 untuk harga flash sale), dengan berbagai fitur seperti desain open-ear, spatial audio, Bluetooth 5.4, serta daya tahan baterai hingga 36 jam penggunaan bersama charging case.

Sementara itu, realme Buds Air8 hadir sebagai opsi yang sedikit lebih premium dengan fitur yang lebih fokus pada pengalaman audio imersif.

Earbud ini membawa teknologi active noise cancellation hingga 55dB, konfigurasi dual driver 11mm + 6mm, serta dukungan Hi-Res Audio. Di pasar global, perangkat ini dipasarkan dengan harga Rp699.000 (Rp599.000 untuk harga flash sale).

Dengan rentang harga tersebut, kedua TWS ini sebenarnya menyasar kebutuhan yang berbeda.

Buds Clip lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan penggunaan sepanjang hari dengan desain open-ear, sementara Buds Air8 lebih ditujukan bagi pengguna yang mencari kualitas audio lebih fokus dan fitur noise cancellation yang kuat.

Kesimpulan: Open-Ear Earbuds yang Nyaman dan Fungsional

Setelah mencoba realme Buds Clip selama beberapa hari, saya merasa perangkat ini menawarkan pendekatan yang cukup segar di dunia TWS.

Desain open-ear clip membuatnya sangat nyaman digunakan dalam waktu lama tanpa memberikan tekanan pada telinga. Bobotnya yang ringan serta struktur titanium yang fleksibel juga membuatnya stabil saat digunakan bergerak.

Di sisi lain, kualitas suara yang dihasilkan juga cukup mengesankan untuk kategori open-ear earbuds. Kombinasi driver besar, algoritma NextBass, dan spatial audio mampu menghasilkan pengalaman mendengarkan yang cukup imersif.

Ditambah lagi dengan fitur seperti AI Translator, dual-device connection, low latency gaming mode, serta baterai hingga 36 jam, realme Buds Clip terasa bukan hanya sekadar earbud biasa, tetapi juga perangkat pintar yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Bagi pengguna yang mencari earbud ringan, nyaman dipakai seharian, serta tetap ingin mendengar lingkungan sekitar, realme Buds Clip bisa menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik.

Foto: Katikjoe

Scr/Mashable




Don't Miss