Serangan Trojan Perbankan di Android Meningkat, Waspada Ancaman Malware Mobile

09.03.2026
Serangan Trojan Perbankan di Android Meningkat, Waspada Ancaman Malware Mobile
Serangan Trojan Perbankan di Android Meningkat, Waspada Ancaman Malware Mobile

Ancaman keamanan digital pada perangkat seluler kembali meningkat. Laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkap bahwa serangan Trojan perbankan pada smartphone Android meningkat hingga 56% sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat ponsel pintar kini menjadi target utama para pelaku kejahatan siber yang ingin mencuri data finansial pengguna.

Trojan perbankan merupakan jenis malware berbahaya yang dirancang untuk mencuri informasi sensitif seperti kredensial perbankan online, data layanan pembayaran digital, hingga informasi kartu kredit.

Malware ini biasanya menyusup ke perangkat pengguna melalui aplikasi palsu, tautan berbahaya, atau file instalasi yang terlihat seperti aplikasi normal.

Jumlah Malware Android Baru Melonjak Tajam

Selain meningkatnya jumlah serangan, sepanjang 2025, tercatat sekitar 255.090 file APK berbahaya baru, yang berarti mengalami lonjakan hingga 271% dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan drastis ini menunjukkan bahwa malware jenis tersebut masih memberikan keuntungan besar bagi pelaku kejahatan siber.

Para analis juga menemukan bahwa dua keluarga Trojan yang paling banyak terdeteksi adalah Mamont dan Creduz. Kedua malware ini dikenal memiliki kemampuan mencuri informasi login perbankan serta memanipulasi aktivitas pada perangkat korban.

Menurut Anton Kivva, selain Trojan perbankan yang terus berkembang, ada tren lain yang juga patut diwaspadai, yaitu meningkatnya jumlah perangkat Android yang sudah terinfeksi malware sejak awal digunakan.

“Meskipun Trojan perbankan untuk ponsel pintar adalah jenis malware yang paling cepat berkembang, kami juga mengamati tren penting lainnya: backdoor yang sudah terpasang sebelumnya seperti Triada dan Keenadu muncul lebih sering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya”, ungkapnya.

Ancaman Backdoor di Perangkat Android Baru

Backdoor semacam ini sangat berbahaya karena memungkinkan penyerang mengendalikan perangkat secara penuh tanpa disadari oleh pengguna.

Setelah terintegrasi dalam firmware, malware dapat mengakses hampir seluruh informasi di perangkat, mulai dari data pribadi hingga aktivitas online pengguna.

Yang membuat situasi semakin berisiko adalah fakta bahwa malware jenis ini sangat sulit dihapus, karena berada di level sistem perangkat.

Sebaran Malware di Berbagai Negara

Data keamanan siber juga mengungkap aktivitas Trojan yang berbeda-beda di berbagai wilayah dunia.

Di Jerman, malware Trojan-Proxy.AndroidOS.Agent.q ditemukan menyebar melalui aplikasi tidak resmi yang meniru layanan diskon dari jaringan supermarket lokal.

Sementara itu di Turki, pengguna menghadapi ancaman dari Trojan Coper dan Trojan Hqwar, yang dirancang khusus untuk mencuri informasi finansial dan data pribadi.

Di India, malware Rewardsteal menjadi ancaman utama dengan kemampuan mencuri data keuangan pengguna. Aktivitas Trojan Thamera juga kembali meningkat setelah sempat tidak aktif selama beberapa waktu.

Adapun di Brasil, para peneliti menemukan malware dropper bernama Pylcasa. Trojan ini dapat membuka tautan yang dikendalikan penyerang dan mengarahkan pengguna ke situs kasino ilegal atau halaman phishing untuk mencuri data.

Cara Melindungi Smartphone dari Malware

Melihat meningkatnya ancaman malware mobile, para pakar keamanan digital menyarankan pengguna untuk lebih berhati-hati saat menggunakan smartphone.

Beberapa langkah penting yang direkomendasikan oleh Kaspersky antara lain adalah mengunduh aplikasi hanya dari toko resmi seperti Apple App Store atau Google Play.

Pengguna juga disarankan untuk memperhatikan izin aplikasi, terutama izin sensitif seperti Accessibility Service yang dapat memberikan akses luas pada sistem perangkat.

Selain itu, pembaruan sistem operasi dan aplikasi secara rutin juga sangat penting karena banyak celah keamanan dapat diperbaiki melalui update perangkat lunak terbaru.

Untuk perlindungan tambahan, pengguna dapat menggunakan solusi keamanan digital seperti Kaspersky Premium, yang mampu mendeteksi dan memblokir aktivitas berbahaya pada perangkat seluler.

Scr/Mashable




Don't Miss