Siap Saingi Software Mahal, Canva Akuisisi Dua Perusahaan Teknologi Kreatif Sekaligus

25.02.2026
Siap Saingi Software Mahal, Canva Akuisisi Dua Perusahaan Teknologi Kreatif Sekaligus
Siap Saingi Software Mahal, Canva Akuisisi Dua Perusahaan Teknologi Kreatif Sekaligus

Raksasa platform komunikasi visual global, Canva, kembali membuat gebrakan besar di awal tahun 2026 dengan mengumumkan akuisisi dua perusahaan teknologi sekaligus, yakni MangoAI dan Cavalry.

Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat peta jalan produk jangka panjang Canva, terutama dalam memperkuat lini kecerdasan buatan (AI) serta paket alat kreatif bagi para desainer profesional.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Mashable Indonesia, Rabu (25/2/2026), akuisisi ini merupakan langkah keempat dan kelima bagi Canva dalam dua tahun terakhir, menyusul bergabungnya Affinity, Leonardo, dan MagicBrief sebelumnya.

Dengan mengintegrasikan teknologi dari Cavalry dan MangoAI, Canva semakin memantapkan posisinya untuk membangun ekosistem alat komunikasi visual paling komprehensif di dunia.

Dominasi Canva di industri desain kian tak terbendung dengan basis pengguna yang kini mencapai lebih dari 265 juta orang di seluruh dunia, termasuk tim desain di lebih dari 95% perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500.

Sepanjang tahun 2025 saja, platform ini berhasil menarik 50 juta pengguna baru, sebuah angka yang membuktikan bahwa komunikasi visual kini menjadi inti dari cara kerja tim modern.

Kesuksesan ini juga tercermin dari sisi finansial, di mana Canva menutup tahun 2025 dengan pendapatan tahunan melampaui angka 4 miliar dolar AS atau sekitar 62,8 triliun rupiah, tumbuh signifikan sebesar 36% dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu fokus utama dari ekspansi ini adalah memperkuat segmen desainer profesional melalui integrasi Cavalry, sebuah platform animasi 2D asal Inggris yang selama ini menjadi andalan para desainer gerak (motion designers) kelas dunia.

Kehadiran Cavalry di ekosistem Canva bertujuan untuk mendobrak batasan bagi para kreatif yang selama ini merasa terbebani oleh perangkat lunak desain konvensional yang cenderung mahal dan berat.

Dengan kemampuan animasi yang lebih cerdas, mudah, dan cepat, Cavalry melengkapi lini produk profesional Canva seperti Affinity untuk pengeditan foto dan desain vektor. Sinergi ini memungkinkan para kreator bekerja dalam satu ekosistem yang saling terhubung tanpa perlu berpindah-pindah antar aplikasi yang berbeda.

Di sisi lain, akuisisi MangoAI menjadi senjata rahasia Canva untuk merevolusi dunia periklanan digital melalui kekuatan data. Startup asal Amerika Serikat ini memiliki spesialisasi dalam optimalisasi kreatif berbasis AI untuk iklan video.

Teknologi MangoAI menggunakan algoritma khusus dan sistem pembelajaran mandiri (reinforcement learning) yang mampu memproses sinyal performa iklan secara langsung.

Artinya, sistem ini dapat secara otomatis menyempurnakan konten video agar lebih efektif dalam menarik audiens, sekaligus menghemat waktu dan biaya produksi bagi tim pemasaran.

Teknologi ini nantinya akan memperkuat “Canva Grow”, suite intelijen pemasaran milik Canva yang dirancang untuk menciptakan konten yang lebih personal dan cerdas.

Cliff Obrecht, selaku Co-founder dan COO Canva, menyatakan bahwa visi utama perusahaan adalah membuat alat kreatif kelas dunia dapat diakses oleh siapa saja, mulai dari pemula hingga tim profesional yang paling canggih sekalipun.

“Integrasi algoritma MangoAI akan meletakkan fondasi bagi era baru di mana data performa secara terus-menerus dapat memperbaiki dan mengadaptasi konten kreatif secara real-time,” ujarnya.

Dengan bergabungnya para ahli dari Cavalry yang teknologinya sudah dipercaya oleh raksasa seperti Amazon, Meta, Google, hingga Netflix, Canva kini siap mendefinisikan ulang masa depan desain gerak dan pemasaran digital yang lebih inklusif dan bertenaga.

Perjalanan Canva dalam mencaplok berbagai perusahaan teknologi di Eropa dan Amerika ini menunjukkan konsistensi mereka dalam berinvestasi pada talenta dan teknologi masa depan.

Dengan lebih dari 24 miliar penggunaan fitur AI di dalam platformnya sejauh ini, Canva membuktikan bahwa kecerdasan buatan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan pokok dalam alur kerja kreatif modern.

Melalui kombinasi antara kemudahan penggunaan dan fungsionalitas tingkat tinggi, Canva kini tidak hanya menjadi alat desain bagi orang awam, tetapi juga menjadi solusi tangguh bagi industri kreatif profesional global yang menginginkan efisiensi tanpa batas.

Scr/Mashable




Don't Miss