Smartwatch Bisa Deteksi Mikroplastik dalam Tubuh, Teknologi Baru Tanpa Tes Darah

10.04.2026
Smartwatch Bisa Deteksi Mikroplastik dalam Tubuh, Teknologi Baru Tanpa Tes Darah
Smartwatch Bisa Deteksi Mikroplastik dalam Tubuh, Teknologi Baru Tanpa Tes Darah

Isu mikroplastik kini semakin menjadi perhatian global. Partikel kecil ini tidak hanya mencemari laut dan udara, tetapi juga sudah ditemukan dalam tubuh manusia, bahkan hingga ke aliran darah dan otak.

Menjawab kekhawatiran tersebut, para peneliti dari University of Tartu mengembangkan sebuah inovasi menarik berupa perangkat mirip smartwatch yang mampu mendeteksi mikroplastik secara non-invasif.

Perangkat yang masih berupa prototipe ini diberi nama SWAN. Desainnya menyerupai jam tangan pintar, namun memiliki fungsi yang jauh lebih canggih.

Jika selama ini deteksi mikroplastik dalam tubuh membutuhkan tes darah yang mahal dan invasif, teknologi ini berpotensi menjadi solusi praktis yang lebih terjangkau dan mudah digunakan.

Cara Kerja Teknologi Deteksi Mikroplastik Tanpa Tes Darah

SWAN memanfaatkan teknologi spektrometri, yaitu metode analisis berbasis cahaya. Dalam praktiknya, perangkat ini memancarkan panjang gelombang cahaya tertentu ke dalam kulit, lalu mengukur pantulan cahaya yang kembali. Setiap jenis material, termasuk plastik, memiliki pola pantulan cahaya yang unik.

Dengan pendekatan ini, SWAN mampu mengidentifikasi keberadaan mikroplastik dari dalam tubuh tanpa perlu prosedur medis yang rumit. Bahkan, perangkat ini diklaim dapat mendeteksi partikel berukuran sangat kecil, setara dengan butiran garam.

Menariknya, teknologi ini juga dirancang agar tetap kompatibel dengan fitur wearable pada umumnya, seperti pemantauan detak jantung.

Artinya, pengguna tetap bisa mendapatkan fungsi kesehatan standar seperti pada smartwatch modern, tanpa gangguan dari sistem deteksi mikroplastik.

Biaya Murah, Teknologi Canggih

Salah satu keunggulan utama dari perangkat ini adalah biaya produksinya yang relatif rendah, sekitar 105 dolar AS.

SWAN dibangun menggunakan komponen yang sudah tersedia di pasaran, seperti mikrokontroler ESP32-WROOM-32E dan spektrometer mini AS7265X, serta didukung oleh tiga lampu LED sebagai sumber cahaya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi kesehatan tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan komponen yang ada, para peneliti berhasil menciptakan solusi potensial yang bisa diakses lebih luas di masa depan.

Masih Tahap Awal, Uji Keamanan Jadi Prioritas

Meski terdengar menjanjikan, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan awal. Para peneliti belum mengujinya langsung pada manusia. Sebagai gantinya, mereka menggunakan model kulit buatan serta jaringan biologis dari gelatin dan kulit babi untuk menguji efektivitas perangkat.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan, terutama karena perangkat menggunakan spektrum cahaya termasuk sinar UV.

Paparan UV dalam intensitas tinggi diketahui berpotensi menimbulkan efek negatif bagi kesehatan, sehingga pengujian awal dilakukan dengan sangat hati-hati.

Pendekatan ini merupakan prosedur standar dalam pengembangan perangkat wearable, di mana keamanan menjadi prioritas utama sebelum digunakan secara luas oleh manusia.

Potensi Besar di Masa Depan

Meski masih jauh dari tahap komersialisasi, teknologi seperti SWAN membuka peluang besar dalam dunia kesehatan digital. Di masa depan, fitur deteksi mikroplastik bisa saja terintegrasi dalam smartwatch atau bahkan smart ring yang digunakan sehari-hari.

Dengan begitu, setiap individu dapat memantau paparan mikroplastik secara real-time tanpa perlu ke laboratorium. Ini tentu menjadi langkah besar dalam meningkatkan kesadaran dan pencegahan terhadap dampak mikroplastik bagi kesehatan.

Scr/Mashable




Don't Miss