Menghadapi lonjakan kebutuhan energi nasional selama periode Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) secara resmi mengaktifkan Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RAFI).
Langkah strategis ini diambil untuk menjamin stabilitas serta keandalan pasokan energi bersih di seluruh Indonesia.
Dengan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat drastis, Pertamina NRE berkomitmen memastikan bahwa infrastruktur energi hijau tetap beroperasi secara optimal guna mendukung kelancaran aktivitas ibadah dan momen silaturahmi masyarakat.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menegaskan bahwa aspek operasional perusahaan selalu berlandaskan pada operational excellence dan standar HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang tinggi.
Catatan impresif telah ditunjukkan pada awal tahun ini, di mana Equivalent Availability Factor (EAF) atau tingkat ketersediaan pembangkit listrik yang dikelola Pertamina NRE mencapai 99,26%.
Tak hanya andal, produksi listrik pada Januari 2026 juga sukses melampaui target bulanan sebesar 4,6%, dengan total capaian mencapai 811.650 Megawatt Hours (MWh).
Pemantauan Real-Time 24 Jam Melalui Teknologi NOVA
Guna menjaga performa tersebut tetap stabil di masa krusial Lebaran, Satgas RAFI bertugas melakukan pemantauan intensif selama 24 jam penuh terhadap seluruh portofolio pembangkit.
Pengawasan ini mencakup Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Tenaga Surya (PLTS), hingga fasilitas energi rendah karbon lainnya.
Integrasi teknologi menjadi kunci, di mana Pertamina NRE memanfaatkan sistem New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA).
Teknologi NOVA memungkinkan tim di kantor pusat Jakarta melakukan monitoring aset secara real-time dan terintegrasi dari berbagai wilayah kerja.
“Pengaktifan Satgas RAFI sangat vital untuk memastikan seluruh aset energi bersih tetap aman. Kami juga memastikan kesiapan personel di lapangan serta penerapan emergency response yang sigap untuk berkoordinasi jika terjadi situasi kritis,” ujar Rika.
Selain itu, melalui anak usahanya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), perusahaan juga memberikan perhatian khusus pada area operasi panas bumi di dataran tinggi guna mengantisipasi risiko bencana alam seperti tanah longsor.
Portofolio Energi Hijau: Menopang Ketahanan Nasional
Saat ini, Pertamina NRE mengelola total kapasitas terpasang sebesar 3 Gigawatt (GW) yang tersebar di berbagai sektor energi baru terbarukan. Diversifikasi portofolio ini menjadi tulang punggung ketahanan energi nasional, yang meliputi:
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU): Berkapasitas 1,8 GW.
- Panas Bumi (Geothermal): PGE mengelola 6 Wilayah Kerja (WKP) dengan kapasitas 727,5 MW yang tersebar di Kamojang, Karaha, Ulubelu, Lahendong, Lumut Balai, dan Sibayak.
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Mencapai total kapasitas 55,69 MW.
- Biogas (PLTBg): Berkapasitas 2,4 MW.
Hadir untuk Masyarakat di Setiap Lini
Pengaktifan Satgas RAFI 2026 merupakan bukti nyata kehadiran Pertamina Group di tengah masyarakat. Dengan memastikan setiap unit pembangkit tetap menyala dan menyalurkan energi bersih tanpa gangguan, Pertamina NRE turut serta menjaga kenyamanan publik saat merayakan hari kemenangan.
Inisiatif ini tidak hanya sekadar pemenuhan target operasional, tetapi juga merupakan tanggung jawab moral perusahaan dalam mendukung transisi energi berkelanjutan yang memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Melalui kesiapan infrastruktur dan dedikasi personel di lapangan, Pertamina NRE optimistis dapat melewati periode puncak Ramadan dan Idul Fitri dengan rapor hijau, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi bersih global.
Scr/Mashable



















