Huawei Technologies memperkenalkan klaster komputasi kecerdasan buatan (AI) terbarunya ke pasar global dalam ajang MWC Barcelona 2026. Langkah ini menandai upaya Huawei memperluas perannya dalam ekosistem AI global, termasuk untuk mendukung pengembangan kendaraan otonom dan teknologi otomotif berbasis AI.
Pada pameran tersebut, Huawei menampilkan Atlas 950 SuperPoD, klaster komputasi AI berskala besar, serta TaiShan 950 SuperPoD sebagai sistem komputasi serbaguna. Kedua sistem tersebut sebelumnya telah diperkenalkan di pasar domestik China pada September 2025.
Huawei menyebut Atlas 950 SuperPoD sebagai salah satu sistem komputasi AI terkuat yang dikembangkan dengan teknologi chip buatan dalam negeri, di tengah pembatasan akses China terhadap chip canggih asal Amerika Serikat.
Huawei menyatakan ekspansi global klaster AI ini didorong oleh meningkatnya permintaan komputasi untuk penerapan agentic AI di berbagai sektor, termasuk otomotif.
Klaster komputasi berperforma tinggi dinilai penting untuk mendukung simulasi, pelatihan model AI, serta pemrosesan data real-time pada kendaraan otonom dan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut.
Berdasarkan informasi perusahaan, Atlas 950 SuperPoD ditenagai 8.192 kartu neural processing unit (NPU) dan dirancang untuk kebutuhan jaringan saraf dan pembelajaran mesin. Sistem ini dijadwalkan tersedia secara komersial pada kuartal IV 2026 dan akan menggunakan chip Ascend 950DT.
Klaster tersebut menempati area sekitar 1.000 meter persegi dengan 160 kabinet, serta mampu menghasilkan daya komputasi hingga 8 exaflops FP8 dan 16 exaflops FP4.
Dengan membawa klaster komputasi AI ke pasar internasional, Huawei akan bersaing langsung dengan perusahaan semikonduktor Amerika Serikat seperti Nvidia, yang selama ini mendominasi komputasi AI global melalui ekosistem GPU dan platform CUDA.
Huawei juga mendorong penggunaan arsitektur komputasi terbuka Compute Architecture for Neural Networks (CANN) sebagai alternatif bagi pengembang AI, termasuk di sektor otomotif dan kendaraan cerdas.
Selain klaster komputasi, Huawei meluncurkan solusi jaringan Agentic Core yang ditujukan untuk mendukung ekosistem perangkat berbasis AI, mulai dari ponsel pintar hingga kendaraan otonom yang membutuhkan konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah.
Huawei menilai teknologi tersebut dapat membantu operator jaringan menghadapi lonjakan lalu lintas data dan kebutuhan konektivitas baru di era kendaraan pintar dan otomotif berbasis AI.
Scr/Mashable





















