Teknologi citra satelit kini menjadi pilar utama dalam pengelolaan wilayah perkotaan dan penanganan bencana. Perkembangan data observasi bumi resolusi tinggi, komputasi awan, serta kecerdasan buatan (AI) mendorong pemanfaatan citra satelit tidak lagi sebatas pemetaan statis, melainkan sistem pemantauan dinamis yang bekerja hampir secara real-time.
Hal tersebut mengemuka dalam diskusi yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Geoinformatika (PRGI). Forum tersebut membahas pemanfaatan citra satelit dan geoinformatika untuk mendukung pengelolaan pertanahan perkotaan yang lebih adaptif, efektif, dan berkelanjutan, termasuk pengembangan platform Geoinformatika Multi Input Multi Output (GeoMIMO).
Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Prof. Rokhis Komarudin, menyatakan bahwa transformasi teknologi geospasial saat ini mengubah peran citra satelit secara fundamental. Menurutnya, citra satelit kini menjadi fondasi utama dalam sistem pemantauan dinamis lintas sektor.
“Citra satelit tidak lagi hanya berfungsi sebagai sumber data pemetaan. Teknologi ini telah berkembang menjadi basis monitoring untuk pengelolaan lahan, analitik perkotaan, mitigasi bencana, perubahan iklim, hingga pengawasan lingkungan,” ujar Rokhis.
Ia menambahkan, integrasi multi-sensor dan analisis berbasis AI memungkinkan deteksi perubahan wilayah secara lebih cepat dan prediktif, sehingga respons terhadap bencana di kawasan perkotaan dapat dilakukan dengan lebih tepat sasaran.
Rokhis menjelaskan, arah riset ke depan akan semakin menekankan integrasi data global serta interoperabilitas platform analisis geospasial lintas negara. Dalam konteks ini, PRGI BRIN telah menjalin berbagai kerja sama internasional, baik dalam skema berbagi data citra satelit maupun pengembangan produk analisis geoinformatika.
Pendekatan tersebut, menurutnya, mencerminkan visi PRGI untuk menghasilkan riset yang tidak hanya relevan secara nasional, tetapi juga kompetitif di tingkat global. “Kami berupaya melihat dunia sebagaimana dunia melihatnya, sehingga solusi geospasial yang dikembangkan dapat berdampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Peneliti Ahli Utama Sistem Informasi Spasial PRGI BRIN, Prof. Fahmi Amhar, menekankan pentingnya riset citra satelit dalam pengelolaan pertanahan perkotaan dan mitigasi bencana.
Menurut Fahmi, data citra satelit memiliki keunggulan karena bersifat objektif, konsisten, mencakup wilayah luas, serta tidak bergantung pada akses lapangan. “Citra satelit mampu merekam perubahan spasial secara historis, sehingga sangat berguna untuk memahami dinamika wilayah perkotaan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, citra satelit berkontribusi besar dalam inventarisasi pertanahan, deteksi perubahan penggunaan lahan, penilaian dampak bencana, hingga penyusunan kebijakan dan perencanaan wilayah.
Fahmi menambahkan, pemanfaatan citra satelit diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem pertanahan perkotaan yang adaptif dan dinamis. Integrasi data tata ruang, kebencanaan, dan pertanahan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan kota menghadapi risiko bencana di masa depan.
Dengan dukungan teknologi geoinformatika berbasis AI dan analisis spasial real-time, BRIN menilai citra satelit akan semakin strategis sebagai instrumen pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang kian kompleks.
Scr/Mashable
















