Masuk bulan Ramadan 2026, aktivitas belanja online di Indonesia diprediksi kembali melonjak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan masifnya adopsi kanal digital. Data Bank Indonesia mencatat nilai transaksi eCommerce nasional telah mencapai Rp44,4 triliun pada Juli 2025 dan diproyeksikan terus tumbuh dua digit setiap tahunnya, terutama pada periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak konsumsi digital.
Momentum tersebut turut dimanfaatkan oleh platform eCommerce seperti Lazada Indonesia, yang telah menggelar program Lazada Ramadan Daily Sale sejak 16 Februari hingga 24 Maret 2026. Namun, di balik meningkatnya transaksi digital, risiko kejahatan siber juga ikut mengintai konsumen.
Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Pratama Persadha, mengungkapkan bahwa Ramadan kerap menjadi periode rawan meningkatnya penipuan online. Modus yang paling banyak ditemukan antara lain phishing melalui pesan instan, impersonasi customer service, hingga tautan palsu pelacakan pengiriman.
“Literasi keamanan digital menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati kemudahan eCommerce tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan, terutama saat aktivitas belanja meningkat menjelang Ramadan,” ujar Pratama, di Jakarta, Jumat (20/02/2026).
Untuk membantu konsumen berbelanja dengan aman, Pratama bersama Lazada membagikan lima panduan praktis yang perlu diperhatikan.
Pertama, perkuat akun dengan kata sandi yang kuat dan unik. Hindari penggunaan password yang sama di berbagai platform serta aktifkan autentikasi dua faktor atau verifikasi biometrik guna menambah lapisan keamanan.
Kedua, pastikan seluruh transaksi dilakukan di dalam platform resmi. Lazada menegaskan bahwa transaksi di luar aplikasi tidak dapat ditelusuri dan berpotensi besar menjadi celah penipuan. Konsumen diminta waspada terhadap pihak yang mengaku karyawan Lazada atau jasa pengiriman melalui kanal tidak resmi.
Ketiga, jangan mengklik tautan dari sumber yang tidak jelas. Modus penipuan terbaru kerap mengatasnamakan ekspedisi atau pengembalian dana dengan menyertakan link berbahaya yang berpotensi mengambil alih perangkat dan mencuri data pribadi.
Keempat, waspadai permintaan instalasi aplikasi asing atau berbagi layar. Pelaku kejahatan siber sering meminta korban mengunduh file APK di luar toko aplikasi resmi atau mengaktifkan screen sharing dengan dalih membantu transaksi. Padahal, tidak ada platform eCommerce atau lembaga keuangan resmi yang melakukan praktik tersebut.
Kelima, jangan pernah membagikan kode OTP atau data pribadi kepada siapa pun. OTP bersifat rahasia dan hanya digunakan di dalam aplikasi resmi untuk melindungi akun pengguna.
Selain menjaga keamanan akun, konsumen juga diimbau berbelanja di toko dan platform tepercaya. Di Lazada, kanal LazMall menawarkan jaminan produk asli serta kemudahan pengembalian barang. Pengalaman belanja juga didukung oleh fitur asisten AI Lazzie, metode pembayaran aman, dan pengiriman prioritas.
Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keamanan platform.
“Kami terus memperkuat sistem keamanan, memantau transaksi, dan mengajak pelanggan untuk selalu bertransaksi melalui fitur resmi di aplikasi Lazada. Jika ada indikasi transaksi tidak sah, segera laporkan ke pihak platform dan lakukan pengamanan akun,” ujarnya.
Scr/Mashable
















