Tren Spotify Selama Ramadan 2026, Ini Faktanya

03.03.2026
Tren Spotify Selama Ramadan 2026, Ini Faktanya
Tren Spotify Selama Ramadan 2026, Ini Faktanya

Bulan Ramadan selalu membawa perubahan dalam banyak aspek kehidupan, termasuk kebiasaan menikmati hiburan digital.

Data terbaru dari Spotify menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam preferensi musik dan podcast pengguna di Indonesia selama Ramadan.

Streaming musik bernuansa religi tercatat meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan minggu sebelum Ramadan tahun sebelumnya.

Sementara itu, konsumsi podcast juga mengalami lonjakan, khususnya pada pukul 06.00–08.00 pagi.

Musik Religi dan Nostalgia Dominasi Ramadan Hub Spotify

Menurut Dimas Ario, Lead Music Editor Spotify Indonesia, kurasi playlist Ramadan tidak hanya berbasis data, tetapi juga pemahaman konteks budaya.

“Data membantu kami melihat pola kebiasaan mendengarkan, tapi pemahaman dari konteks budayalah yang menjelaskan makna dari pola tersebut,” katanya.

Selama Ramadan, pendengar cenderung memilih lagu dengan nuansa lebih tenang, reflektif, dan spiritual. Playlist seperti Sejuknya Ramadan dan Ramadan Kamu 2026 hadir untuk menemani momen ibadah, waktu santai setelah tarawih, hingga perjalanan mudik.

Namun, sisi komunal Ramadan juga tak kalah kuat. Tradisi buka puasa bersama (bukber) mempertemukan kembali teman lama dari berbagai fase kehidupan.

Di sinilah musik nostalgia memainkan peran penting. Playlist seperti Terbaik 2000an dan Ngetren 2010an menjadi favorit karena mampu membangkitkan kenangan kolektif dan memperkuat suasana kebersamaan.

Untuk memudahkan akses, Spotify kembali menghadirkan Ramadan Hub, pusat kurasi khusus yang mengumpulkan playlist serta video podcast bertema Ramadan dalam satu tempat.

Podcast Pagi Meningkat, Konten Religi hingga Komedi Jadi Favorit

Tak hanya musik, tren podcast selama Ramadan juga mengalami perubahan menarik. Spotify mencatat peningkatan signifikan konsumsi podcast pada jam 06.00–08.00 pagi.

Beberapa kreator Indonesia menghadirkan episode spesial Ramadan, di antaranya:

  • Ramadan Nanya-Nanya dari Raditya Dika, yang membahas wawasan kehidupan dan kesehatan selama Ramadan.
  • LOGIN RESTART dengan diskusi reflektif seputar isu sosial dan spiritual.
  • ESCAPE 2.0 dari Raymond Chin bersama Felix Siauw yang membahas pertanyaan relevan bagi generasi masa kini.
  • Episode spesial dari RJL 5, Gue Punya Cerita, hingga Rapot BUAKAKAK.

Kombinasi konten religi, edukasi, hingga komedi ringan menunjukkan bahwa pendengar Indonesia mencari keseimbangan antara refleksi spiritual dan hiburan yang tetap hangat.

Data Spotify menguatkan satu hal: Ramadan memengaruhi ritme konsumsi konten digital. Jika di bulan biasa pengguna aktif pada malam hari, selama Ramadan terjadi peningkatan aktivitas pada pagi hari dan waktu menjelang berbuka.

Perubahan ini mencerminkan bagaimana teknologi menjadi bagian dari ritual modern. Musik menemani persiapan sahur, podcast menjadi sumber inspirasi pagi, dan playlist nostalgia menghangatkan momen bukber.

Dengan pendekatan berbasis data dan sensitivitas budaya, Spotify memastikan bahwa setiap konten yang muncul terasa relevan dengan suasana hati dan kebutuhan pengguna selama bulan suci.

Scr/Mashable




Don't Miss