Ubisoft Memanas! 1.200 Staf Protes PHK Masal dan Tuntut 4 Hari Kerja Seminggu

13.02.2026
Ubisoft Memanas! 1.200 Staf Protes PHK Masal dan Tuntut 4 Hari Kerja Seminggu
Ubisoft Memanas! 1.200 Staf Protes PHK Masal dan Tuntut 4 Hari Kerja Seminggu

Industri video game global kembali dikejutkan oleh aksi protes besar-besaran yang mengguncang salah satu raksasa penerbitnya, Ubisoft. Menepati ancaman yang sempat mencuat pada akhir bulan lalu, setidaknya 1.200 staf di Prancis secara resmi melakukan mogok kerja selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 10 hingga 12 Februari 2026.

Dikutip dari Engadget, Jumat (13/2/2026), aksi ini merupakan respons kolektif terhadap gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masal serta kebijakan pemangkasan biaya yang dianggap merugikan kesejahteraan para pekerja di tengah kondisi perusahaan yang sedang tidak stabil.

Ketegangan yang bermula di kantor pusat Prancis ini ternyata memicu solidaritas lintas negara, di mana kantor Ubisoft di Milan dilaporkan turut menghentikan aktivitas operasionalnya.

Melalui serikat pekerja Solidaires Informatique, para karyawan menyuarakan tuntutan yang cukup signifikan, di antaranya kenaikan gaji sebesar 10 persen untuk seluruh staf guna mengimbangi beban kerja dan inflasi.

Selain itu, mereka mendesak perusahaan untuk mulai menerapkan skema empat hari kerja seminggu, sebuah tuntutan yang kian populer di sektor teknologi untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan hidup para pengembang game.

Kekecewaan para pekerja kian memuncak ketika manajemen Ubisoft memberlakukan kebijakan wajib bekerja dari kantor (WFO) secara penuh selama lima hari seminggu. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah mundur bagi banyak karyawan yang selama ini telah beradaptasi dengan sistem kerja fleksibel.

Suasana di luar kantor pusat Paris pun tampak emosional, dengan para demonstran yang membentangkan papan protes, bahkan beberapa di antaranya menggunakan topeng karakter Rabbids untuk menjaga privasi sekaligus menyuarakan satire. Kabar mengenai pemecatan seorang karyawan yang secara vokal menentang kebijakan WFO ini semakin menyulut api kemarahan di kalangan internal.

Tahun 2026 memang menjadi periode yang sangat menantang bagi Ubisoft, tidak hanya dari sisi sumber daya manusia tetapi juga dari lini produk. Belum lama ini, perusahaan mengonfirmasi pembatalan enam proyek game sekaligus, termasuk proyek remake yang sangat dinantikan, Prince of Persia: The Sands of Time.

Penutupan beberapa studio sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi mempertegas bahwa perusahaan sedang berupaya keras menyelamatkan keuangan mereka di tengah kegagalan beberapa judul besar di pasar.

Menanggapi gejolak ini, manajemen Ubisoft menyatakan bahwa mereka memahami adanya perasaan kuat dan kekhawatiran dari tim terkait perubahan organisasi kerja yang mendadak.

Perusahaan mengklaim telah membuka ruang diskusi dan sesi informasi untuk membantu karyawan memahami arah baru perusahaan, sambil berjanji untuk tetap menjaga dialog yang konstruktif dengan perwakilan serikat pekerja.

Meski demikian, bagi para pekerja yang berada di barisan demonstrasi, janji dialog tersebut dianggap belum cukup selama tuntutan mengenai kesejahteraan dan fleksibilitas kerja belum menemui titik terang di tengah ambisi restrukturisasi perusahaan yang agresif.

Scr/Mashable




Don't Miss