Telegram resmi merilis update besar 2026 untuk pengguna Android dan iOS. Pembaruan ini menghadirkan desain antarmuka (UI) baru, peningkatan performa aplikasi, hingga fitur penting berupa transfer otomatis kepemilikan grup.
Langkah ini menjadi salah satu pembaruan paling signifikan Telegram dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi pengguna aktif Telegram, perubahan ini akan langsung terasa begitu aplikasi diperbarui dari Google Play Store atau App Store.
Salah satu perubahan paling mencolok hadir di aplikasi Telegram Android terbaru. Telegram kini mengusung desain antarmuka yang lebih modern dengan navigasi yang disederhanakan.
Fitur utama yang diperkenalkan adalah bottom navigation bar (bar navigasi bawah). Melalui bilah ini, pengguna bisa berpindah dengan cepat antara menu Chats, Settings, Profile, dan tab lainnya tanpa harus membuka menu tambahan.
Tak hanya tampilan visual, Telegram juga menyatakan bahwa mereka telah membangun ulang kode antarmuka aplikasi dari nol untuk meningkatkan efisiensi dan responsivitas. Hasilnya, aplikasi diklaim terasa lebih ringan dan lebih cepat saat berpindah antar menu maupun membuka percakapan.
Bagi pengguna yang ingin menghemat baterai, tersedia pengaturan tambahan di Settings > Power Saving untuk mengoptimalkan performa sekaligus memperpanjang daya tahan perangkat.
Telegram iOS dan iPad Ikut Dapat Penyegaran
Pengguna Telegram iOS juga mendapatkan sejumlah pembaruan menarik. Salah satunya adalah media viewer yang didesain ulang, sehingga pengalaman melihat foto dan video menjadi lebih nyaman.
Selain itu, Telegram kini menghadirkan panel pratinjau baru untuk stiker dan paket emoji, memudahkan pengguna meninjau koleksi sebelum mengunduh atau menggunakannya.
Context menu di profil pengguna dan saat memilih pesan juga diperbarui agar lebih intuitif. Sementara itu, pengguna iPad mendapat tambahan shortcut keyboard baru: ⌘ + Enter untuk mengirim pesan dengan lebih cepat.
Fitur Baru: Transfer Otomatis Kepemilikan Grup Telegram
Salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan adalah transfer otomatis kepemilikan grup Telegram.
Mulai update 2026, jika pemilik grup keluar dari grup, Telegram akan secara otomatis memindahkan kepemilikan ke salah satu admin dalam waktu satu minggu. Sistem ini dirancang untuk mencegah grup menjadi tanpa pemilik atau kehilangan kontrol administratif.
Saat pemilik grup memilih keluar, Telegram juga akan menampilkan jendela konfirmasi yang memungkinkan mereka menunjuk admin tertentu sebagai pemilik baru. Bahkan tanpa keluar dari grup, pemilik tetap bisa mentransfer kepemilikan secara manual kepada anggota lain.
Fitur ini sangat penting bagi komunitas besar, bisnis, atau organisasi yang menggunakan Telegram sebagai platform komunikasi utama.
Sistem Crafting dan Gift Marketplace Telegram
Tak hanya fokus pada UI dan manajemen grup, Telegram juga memperkenalkan fitur unik berupa sistem crafting untuk collectible gifts.
Melalui fitur ini, pengguna dapat menggabungkan hingga empat hadiah koleksi untuk menciptakan versi baru dengan tingkat kelangkaan berbeda, seperti:
- Uncommon
- Rare
- Epic
- Legendary
Setiap hadiah tambahan yang digunakan akan meningkatkan peluang keberhasilan crafting. Jika pengguna menggabungkan hadiah dengan atribut serupa, kemungkinan atribut tersebut muncul dalam item akhir juga semakin tinggi.
Hadiah koleksi ini dapat diperjualbelikan melalui Telegram Gift Marketplace, membuka peluang ekonomi digital baru di dalam ekosistem Telegram.
Telegram juga memberikan pembaruan untuk pengembang bot. Kini, developer bisa menambahkan emoji dan warna pada tombol bot, sehingga tampilan menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.
Langkah ini membantu meningkatkan interaksi pengguna serta mempermudah penekanan pada aksi tertentu, seperti tombol pembayaran atau konfirmasi.
Untuk menikmati semua fitur baru ini, pengguna Android, iPhone, dan iPad harus memperbarui aplikasi Telegram melalui toko aplikasi resmi.
Karena pembaruan ini mencakup perubahan kode inti, memastikan aplikasi berada di versi terbaru sangat disarankan demi performa optimal dan keamanan yang lebih baik.
Scr/Mashable




















