YouTube Music Mulai Gembok Fitur Lirik, Pengguna Gratisan Hanya Dapat Jatah Tipis

10.02.2026
YouTube Music Mulai Gembok Fitur Lirik, Pengguna Gratisan Hanya Dapat Jatah Tipis
YouTube Music Mulai Gembok Fitur Lirik, Pengguna Gratisan Hanya Dapat Jatah Tipis

Kabar kurang menyenangkan nampaknya sedang menghampiri para penikmat musik setia yang mengandalkan layanan gratisan dari YouTube Music.

Setelah bertahun-tahun memanjakan telinga dan mata kita dengan teks lagu yang muncul secara cuma-cuma sejak 2020, Google kini dikabarkan mulai mengetatkan ikat pinggang pada fitur tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru yang ramai diperbincangkan di komunitas pengguna dan situs teknologi 9to5Google dan dikutip dari Engadget, Selasa (10/2/2026), fitur lirik lagu kini mulai disisipkan ke dalam sistem langganan berbayar.

Perubahan ini tentu menjadi kejutan besar bagi mereka yang terbiasa berkaraoke ria melalui layar smartphone tanpa harus mengeluarkan biaya bulanan.

Transisi ini terlihat sangat nyata melalui munculnya pesan peringatan yang muncul di tab “Lirik” pada layar Now Playing. Pengguna yang belum berlangganan layanan Premium kini akan disambut dengan notifikasi yang menyebutkan sisa kuota tayangan lirik mereka.

Skema yang diterapkan nampaknya cukup ketat; pengguna gratis hanya diberikan jatah untuk melihat lirik secara penuh pada lima lagu saja.

Begitu jatah tersebut habis, baris-baris lirik selanjutnya akan dikaburkan atau disembunyikan di balik “tembok” Premium, menyisakan hanya beberapa baris awal yang tentu saja membuat pengalaman mendengarkan musik menjadi terasa kurang lengkap.

Jika ditarik ke belakang, langkah Google ini sebenarnya bukan tanpa persiapan matang karena mereka terpantau sudah melakukan uji coba terbatas sejak September tahun lalu.

Banyak pengamat industri berspekulasi bahwa kebijakan ini diambil untuk menutupi biaya lisensi yang kian membengkak dari agregator lirik pihak ketiga seperti Musixmatch.

Fenomena “gembok lirik” ini sebenarnya sempat dilakukan oleh kompetitor terberatnya, Spotify, pada tahun 2024. Namun, gelombang protes keras dari pengguna global saat itu sempat memaksa Spotify untuk membatalkan kebijakan tersebut dan mengembalikan akses lirik kepada pengguna gratisan.

Kini, publik pun bertanya-tanya apakah Google akan tetap teguh pada pendiriannya atau justru melunak jika mendapatkan reaksi serupa.

Meskipun raksasa teknologi asal Mountain View tersebut belum memberikan pernyataan resmi mengenai peluncuran fitur ini secara global, pola penyebarannya menunjukkan bahwa ini bukan sekadar uji coba kecil-kecilan lagi.

Bagi para pengguna yang merasa fitur lirik adalah elemen krusial, berlangganan YouTube Music Premium dengan harga standar pasar, sekitar $10,99 di Amerika Serikat, menjadi satu-satunya solusi legal yang ditawarkan.

Harga tersebut memang setara dengan layanan streaming besar lainnya, lengkap dengan bonus pemutaran tanpa iklan, fitur unduhan luring, serta integrasi kecerdasan buatan terbaru.

Namun, bagi pengguna yang sudah terlanjur nyaman dengan akses gratis, kebijakan baru ini seolah menjadi pengingat bahwa di dunia digital, kenyamanan tanpa batas seringkali memiliki harga yang harus dibayar.

Jadi, lebih suka menikmati YouTube Music dengan lirik atau tidak?

Scr/Mashable




Don't Miss