Barcelona harus menunggu hingga menit-menit terakhir untuk memberikan pukulan telak melawan Guadalajara di Copa del Rey. Kurangnya penyelesaian klinis dari lini serang mereka, gaya permainan berbasis penguasaan bola yang tidak efektif, dan semangat juang lawan menjadi tiga alasan mengapa tim asuhan Hansi Flick kesulitan.
Barcelona mengamankan tempat mereka di babak 16 besar Copa del Rey setelah menang 2-0 atas tim divisi ketiga Guadalajara. Namun, skor ini tidak sepenuhnya mencerminkan kesulitan yang dihadapi tim asuhan Hansi Flick di stadion Pedro Escartin.
Barulah pada menit ke-76 Andreas Christensen memecah kebuntuan sebelum Marcus Rashford memastikan kemenangan pada menit ke-90 . Berikut tiga alasan mengapa raksasa Catalan harus “berjuang keras” melawan lawan yang jauh lebih lemah kelasnya.
Kurangnya Efektivitas Lini Serang yang Mengkhawatirkan
Jika dilihat dari statistik, Barcelona benar-benar mendominasi dengan 83% penguasaan bola dan 21 tembakan ke gawang. Namun, efektivitas mereka sangat rendah.
Nilai expected goals (xG) Barca mencapai 1,95, tetapi mereka melewatkan dua peluang besar. Marcus Rashford, misalnya, mencetak gol kemenangan, tetapi sebelum itu, pemain pinjaman dari Man Utd tersebut menyia-nyiakan peluang emas pada menit ke-48 ketika tembakannya mengenai kiper Vicente dalam situasi satu lawan satu. Kurangnya ketajaman di menit-menit akhir ini mempersulit Barca melawan lawan yang bermain bertahan.
Aspek permainannya “Tidak Berbahaya” dan Kurang Mengandung Unsur Ketidakpastian
Meskipun mendominasi penguasaan bola (777 operan dibandingkan dengan 164 operan tim tuan rumah), permainan Barcelona sepanjang pertandingan terasa kaku dan kurang kreatif. Serangan mereka sering kali terhenti di sepertiga akhir lapangan ketika berhadapan dengan pertahanan Guadalajara yang rapat.
Keputusan Hansi Flick untuk mencadangkan Pedri selama 75 menit pertama membuat lini tengah Barca kekurangan umpan “pembuka” yang tajam. Baru ketika Pedri dan De Jong (yang memberikan assist kepada Christensen) menemukan kembali ritme permainan mereka, Barca benar-benar membuat perbedaan.
Semangat Keberanian Guadalajara
Tidak mungkin untuk tidak menyebutkan performa gigih tim tuan rumah. Meskipun hanya memiliki xG yang rendah yaitu 0,19 dan penguasaan bola 17%, Guadalajara memainkan pertandingan yang luar biasa. Kiper Vicente melakukan tujuh penyelamatan luar biasa, termasuk beberapa penyelamatan jarak dekat yang menakjubkan.
Sistem pertahanan mereka mempertahankan tingkat konsentrasi yang tinggi sepanjang 75 menit, membuat frustrasi para bintang Barca yang bernilai jutaan dolar di berbagai kesempatan. Tekad tim divisi bawah tersebut mengubah pertandingan menjadi ujian karakter sejati bagi klub asal Catalan.
Pada akhirnya, kualitas bintang Christensen dan Rashford bersinar di saat yang tepat, tetapi 90 menit di Guadalajara menjadi peringatan bagi skuad asuhan Hansi Flick tentang pentingnya efektivitas saat menghadapi tim yang memainkan permainan bertahan yang rapat.
Scr/Mashable
















