Arsenal melaju ke final Carabao Cup setelah mengalahkan Chelsea 4-2 secara agregat, mematahkan kutukan semifinal mereka berkat perubahan taktik langsung dan ketenangan tim yang tak tergoyahkan.
Kemenangan tipis Arsenal 1-0 atas Chelsea di leg kedua semifinal di Stadion Emirates tidak hanya mengamankan tempat mereka di final Piala Carabao di Wembley Maret mendatang, tetapi juga menjadi pernyataan kuat tentang karakter tim asuhan Mikel Arteta.
Setelah serangkaian pertandingan sulit yang menimbulkan banyak keraguan, The Gunners merespons dengan penampilan yang pragmatis, gigih, dan terencana untuk mengalahkan rival sekota mereka dengan skor agregat 4-2 dalam dua leg. Berikut tiga poin penting dari kemenangan signifikan ini.
Taktik Langsung dan Fleksibilitas dengan “Rencana B”
Aspek teknis terpenting dari kemenangan ini adalah respons Mikel Arteta terhadap formasi pertahanan Chelsea yang berani dan menerapkan tekanan tinggi.
Arsenal biasanya berpegang pada gaya permainan berbasis penguasaan bola, fokus pada umpan-umpan pendek dari lini belakang. Namun, ketika menghadapi tekanan tinggi dan tekel agresif dari Chelsea, Arteta menunjukkan kecerdikannya dengan menginstruksikan para pemainnya untuk beralih ke gaya permainan yang lebih langsung – sebuah “Rencana B” yang jarang digunakan di Emirates.
Alih-alih mencoba mengalirkan bola melalui lini tengah yang padat, para gelandang Arsenal, khususnya Declan Rice dan Martin Zubimendi, secara konsisten melakukan umpan-umpan panjang melewati pertahanan Chelsea.
Pendekatan ini memanfaatkan sepenuhnya ruang kosong yang luas di belakang para bek tim tamu, memungkinkan Gabriel Martinelli dan Eberechi Eze untuk terus-menerus mengancam gawang Robert Sanchez.
Gol penentu kemenangan Kai Havertz pada menit ke-97 juga berasal dari serangan balik cepat dan langsung seperti ini, yang menunjukkan efektivitas mutlak dari perubahan pola pikir taktis pada waktu yang tepat.
Ketahanan Psikologis dan Kematangan Sistem Pertahanan
Salah satu ujian terbesar bagi Arsenal musim ini adalah kemampuan mereka untuk tetap fokus dalam pertandingan babak gugur yang menegangkan. Di Emirates, tempat yang sering digambarkan sebagai “sarang kecemasan” setiap kali tim tuan rumah kesulitan, anak asuh Arteta menunjukkan ketahanan yang luar biasa.
Mereka tidak menunjukkan tanda-tanda ketidaksabaran bahkan ketika pertandingan mendekati akhir dengan skor yang menegangkan. Hubungan antara para pemain di lapangan dan para penggemar di tribun menciptakan penghalang psikologis yang kuat, membantu The Gunners mempertahankan gawang mereka tanpa kebobolan dengan meyakinkan.
Sistem pertahanan Arsenal berfungsi seperti mesin yang terprogram dengan baik, membatasi Chelsea hanya pada dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit.
Berbeda dengan kesalahan-kesalahan individu yang konyol yang terjadi di masa lalu, tim Arsenal saat ini bermain dengan ketenangan yang luar biasa, selalu menjaga lawan mereka pada “jarak aman” dan tidak memberi Chelsea kesempatan nyata untuk membalikkan keadaan.
Kedewasaan dalam hal karakter ini akan menjadi aset penting bagi Arsenal selama tahap akhir musim yang penuh tekanan, baik di Liga Inggris maupun Liga Champions.
Mematahkan “Kutukan” Semifinal dan Membuka Jalan bagi Siklus Kesuksesan
Secara historis, kemenangan ini merupakan sebuah kelegaan besar, mengakhiri rentetan empat kekalahan beruntun Arsenal di semifinal. Mengamankan tempat di Wembley bukan hanya tujuan jangka pendek; menurut Mikel Arteta, itu adalah “landasan” untuk memulai era kesuksesan baru bagi klub.
Arteta memahami nilai Piala Carabao dari pengalamannya sebagai asisten Pep Guardiola di Man City, di mana memenangkan kompetisi tersebut seringkali menjadi dorongan psikologis yang besar bagi seluruh tim saat mereka kemudian memenangkan gelar Liga Premier.
Ini juga akan menjadi final pertama Arsenal di Wembley dengan penonton yang hadir sejak 2018, menjanjikan atmosfer yang luar biasa saat para pemain berusaha mewujudkan mimpi mereka untuk memenangkan trofi pertama mereka sejak Piala FA 2020.
Mengatasi kutukan semifinal tidak hanya memperkuat kepercayaan pada proyek Arteta, tetapi juga membekali para pemain muda dengan pengalaman berharga di panggung terbesar, mempersiapkan mereka untuk gelar yang lebih bergengsi dalam waktu dekat.
Scr/Mashable
















